
Bunda tersenyum melihat kelakuan putri bungsu nya ini.
Tanpa miya sadari ternyata Gilang diam diam tersenyum oleh tingkah miya yang satu ini setelah menggunakan helmnya Miya pun naik ke atas motor yang akan dikendarainya bersama gilang.
miya tidak berani menyentuh Gilang oleh karena itu miya meletakan tangan nya di atas paha nya sendiri,ketika sudah di pertengahan jalan Gilang dengan sengaja tiba tiba me gas motor dengan kencang,supaya miya bisa memegang nya.
dan kini miya sedang menggenggam jaket yang Gilang kenakan Gilang merasa sangat puas.
tidak beberapa lama mereka pun sampai di gerbang sekolah,semua orang melihat ke arah mereka berdua .ketika sampai di parkiran miya Ingin membuka helem nya tetapi tetap saja iya tidak bisa,sedang kan Gilang sudah meletak kan helem dan jaket nya di atas motor,dari ke jauh miya melihat lani teman sekelas nya yang berada di pagar hendak masuk ke pekarangan sekolah iya pun bermaksud mengejar lani untuk membuka kan helem yang ada di kepala nya,ketika henda berlari dengan sigap Gilang menarik tangan miya ."mau ke mana".
"mau ngejar lani kakak"( ujar miya dengan ekspresi imut nya).
"ngapain?"
"mau buka ini kk"(sambil menunjuk helem yang sedang iya gunakan )
Tampa bertanya lagi Gilang langsung membantu miya melepas kan kaitan helem yang miya gunakan.
__ADS_1
di perlakukan seperti itu miya hanya diam membisu,bagaimana tidak iya sedang memandangi wajah tampan Gilang dari jarak yang sangat dekat, Sakin dekat nya miya bisa mencium bau mine dari mulut Gilang,Gilang sangat tinggi di banding kan Miya,kira kira miya hanya sedada Gilang oleh sebab itu Gilang agak membungkuk untuk melepas kan kaitan helem miya.
jarak mereka hanya terpaut satu jengkal saja.miya sangat gemetaran jantung nya berdegup kencang seakan mau meledak,sampai sampai iya lupa untuk bernapas.
miya sangat senang memandangi makhluk ciptaan Tuhan yg satu ini,menurut nya nyaris sempurna,Gilang memiliki hidung yang mancung rahang yang tegas dan kulit yang putih bersih dan tidak lupa bibir tebal merah muda nya.
baru kali pertama ini miya sangat dekat dengan laki laki selain kakak nya.
setela selesai melepaskan helem nya miya berterima kasi ke pada Gilang . dan lalu langsung pergi sambil berlari lari kecil.
Gilang hanya geleng-geleng sambil tersenyum samar melihat kelakuan miya.
Gilang pun langsung pergi menuju kelas untuk memberi tauh teman teman nya yang lain bahwa Irfan tidak bisa datang karena iya lagi demam.
sesampai nya miya di kelas iya langsung duduk di bangku nya dengan tenang sambil menunggu guru mata pelajaran masuk dan sesekali mengobrol dengan teman teman nya.
terdengar bel istirahat berbunyi pertanda saat nya mengisi perut,Dilla,miya,lani,dan jugak Ririn pergi ke kantni bersama sama, sesampai nya di kantin semua meja sudah terlihat penuh mereka bingung ingin duduk di mana,kemudian ada suara laki laki yang memanggil nama miya otomatis miya pun menoleh ternyata Aldo memanggil nya,miya dan kawan kawan pun pergi ke tempat Aldo berada miya melihat di sana bukan hanya Aldo saja yang ada di situ tetapi jugak ada Gilang ,Zaky dan jugak Natan.
__ADS_1
"ada apa kak?"
"gabung aja sama kita dek kan gak ada tempat duduk lagi,semua nya udah penuh" ujar Aldo
"iya dek lagian kan ini meja sepuluh orang Masi muat kok" ucap Zaky bercanda
sedangkan miya melihat ke arah Gilang yang hanya diam sambil melipat kedua tanga nya di dada.
"gak usah de kakak nantik ngerepotin,bentar lagi pasti ada yang kosong. ujar miya cengengesan
"kayak nya gak ada de miya,soal nya kan Kanti sebelah tutup pasti semua nya makan di kantin ini" ujar lani
"iya betul tu lagian pegal jugak ni lama lama ber diri miya" timpal Dilla
"udah duduk aja gak papa kok,santai aja" ujar natan
"yaudah deh kak"
__ADS_1
mereka semua pun mengambil posisi berhadap hadapan,dan sial nya miya malah berhadapan dengan Gilang.
tanpa banyak omong mereka pun memesan makanan,setelah makanan datang mereka makan dengan tenang,tak berselang lama Aldo pun mulai membuka obrolan menanyai Gadis itu satu persatu dan juga bercanda yang mana membuat gelak tawa merek semuah pecah.