Terpaksa Menikah Dengan CEO Yang Dingin

Terpaksa Menikah Dengan CEO Yang Dingin
Part 4


__ADS_3

Keesokan harinya.


"Akh!" teriak Ita histeris.


Membuat bu Sofia berlari keluar menuju kolam berenang. Dengan wajah khawatir ketika, mendengar teriakan dari Ita.


"Ita ada apa nak?" tanya bu Sofia menatap khawatir kepada Ita, yang nampak sedang menahan rasa sakit.


"Ta--tante, kaki Ita terluka!" lirih Ita menahan tangis.


Membuat bu Sofia segera berteriak memanggil kedua putranya itu. Untuk membantu mengangkat Ita.


tak berselang lama Nathan dan Daniel pun datang di kolam berenang, dengan wajah yang khawatir karena mendengar teriakan dari ibunya.


"Ada apa bu?" tanya Nathan dan Daniel secara bersamaan menatap ibu mereka khawatir.


"Nak, tolong Ita. Dia terluka nak," sahut bu Sofia khawatir. Tanpa aba-aba pun Nathan segera menggendong tubuh Ita yang melemah.


Karena luka yang ia alami sangat parah. Entah apa yang menyebabkan, kaki Ita terluka sangat parah.

__ADS_1


"Ita kuatlah," ujar Daniel tersenyum manis kepada Ita.


Membuat Nathan terdiam dengan wajah datarnya. Dan terus menggendong tubuh Ita menuju ke dalam mobil.


***


Rumah sakit Dirgantara City.


"Bagaimana Dok?" tanya Daniel kepada seorang Dokter laki-laki bernama Ridwan.


"Sepertinya, lukanya sangat parah. Dan kami ingin mengambil tindakan operasi!" sahut Dokter Ridwan membuat Daniel terdiam dengan wajah yang bingung.


"What? Operasi? Kenapa harus operasi Dok? Bukannya lukanya tak terlalu parah, hanya lobang saja? Tetapi kenapa sampai operasi? Apa ada yang masuk kedalamnya?" tanya Daniel agak bingung.


"Tapi--"


"Ada apa ini?" tanya Nathan yang baru saja sampai bersama ibunya.


Sebenar nya Nathan, sudah sampai sedari tadi bersama Ita dan Daniel. Tetapi, karena ingin membelikan Ita makanan makanya, ia memutuskan untuk menyuruh Daniel menjaga Ita sewaktu Ia pergi.

__ADS_1


Dan bu Sofia sudah sampai sedari tadi di rumah sakit. Hanya saja, ia pergi ke mall untuk membelikan Ita pakaian ganti.


"Nat, Ita harus di operasi. Dan kamu sebagai calon suaminya harus menyetujuinya dulu," sahut Daniel datar.


Membuat bu Sofia terdiam menghela nafasnya kasar, karena kedua putranya yang tak kunjung berbaik, karena hanya satu wanita.


"Baiklah Dok. Saya setujui, apapun keputusan Dokter!" ujar Nathan dingin.


"Baiklah tuan. Terimakasih, saya akan sebisa mungkin untuk memulihkan pasien," sahut dokter tersebut. Segera pergi.


Selepas Dokter Ridwan pergi. Daniel langsung pergi begitu saja, dengan raut wajah yang datar tanpa sepatah katapun keluar dari bibirnya.


Dan yang hanya tersisa, adalah nyonya Sofia dan putranya Nathan.


"Nak, kamu harus sabar untuk menghadapi sikap kakak mu yang keras kepala itu," nasehat nyonya Sofia.


sembari Mengusap-gusap rambut milik putranya.


"Iya mom," balas Nathan seraya memejamkan matanya. Ia merasa sangat lelah hari ini. Karena, sibuk mencari-cari apa penyebab yang telah membuat Ita terluka sampai separah ini.

__ADS_1


"Kamu yang sabar nak. Ibu tahu, walaupun kamu tak menyetujui perjodohan ini, tetapi ibu sudah berbuat sebisa mungkin untuk mencarikan kamu pendamping hidup, yang kelak nanti akan mencintai kamu setulus mungkin seperti mom dan dady," sahut nyonya Sofia.


tetapi tak dapat sahutan dari Nathan.


__ADS_2