Terpaksa Menikah Suami Sahabatku

Terpaksa Menikah Suami Sahabatku
Bertemu denganmu lagi


__ADS_3

mobil yang di tumpangi oleh Leo sekarang masih terjebak macet yang sangat panjang, pria itu sudah sangat khawatir mengingat sekarang istrinya sedang di rumah sakit.


"bagaimana ini tuan? macet nya sangat panjang, kita tidak akan bisa sampai dengan cepat di rumah sakit"


Leo menatap samping kanan kirinya, darah yang ada d😊 lengannya sekarang masih saja keluar namun Leo tidak menghiraukan rasa sakitnya itu, sekarang kekhawatiran nya lebih besar.


pria itu mulai mencari keberadaan ponselnya. "dimana ponsel saya?" tanya Leo kepada Gery.


"mungkin tertinggal di mobil yang tadi tuan"


Leo menghela nafasnya, dia tidak bisa duduk diam aja dan menunggu lama sampai dia terlepas dari macet tersebut.


di luar masih saja hujan deras mungkin alam juga sedang menghukum pria itu.


dengan tekad yang bulat, Leo keluar dari mobilnya dan memilih untuk berlari menuju rumah sakit untuk menemui istrinya.


"Tuan? anda mau kemana?" teriak Gery panik.


"bertahanlah Clara" gumam Leo di sela-sela larinya.


air hujan yang turun ke bumi yang menghalangi pandangan Leo tidak membuat pria itu berhenti berlari.


...***...


Tiara keluar dari ruang operasi dengan menggendong bayi laki-laki mungil anak Clara. wanita itu mendekat ke arah pasangan tua yang sudah menunggu sedari tadi.


Tiara masih memakai tapi dan masker operasinya.


pasangan yang melihat Tiara keluar dan menggendong bayi dengan cepat langsung mendekat ke arah Tiara dengan wajah senang.


"apakah ini cucu saya dok?" tanya Alma dengan wajah berseri-seri.


"iyah buk, ini adalah anak ibu Clara"


"ya ampun, dia sangat tampan mirip dengan ayahnya" puji Alma mencolek hidung kecil nan mancung bayi tersebut.


"bagaimana dengan ibunya dok? apakah Clara baik-baik saja?"


Tiara mendongak dan menatap Darwin yang bertanya tadi, jantungnya berdegub kencang, apa yang harus dia Katakan?


"mah!! pah!!"


ketiga orang yang sedang berbicara itu secara bersama langsung menatap ke arah orang yang baru saja datang dengan penampilan kusut dan terluka.


"Leo" gumam Tiara setalah melihat pria tampan dengan setelan jas yang kusut dan basah kuyup.


"darimana saja kamu HAH?" tanya Darwin setalah Leo sampai di depan mereka.


"dimana Clara mah?"

__ADS_1


Tiara masih saja menatap Leo dengan tatapan rumit, ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. tiba-tiba Tiara langsung mengalihkan pandangannya setelah Leo menatapnya.


"apakah ini anak saya dok?"


"HAH? ah... iyah pak" ucap Tiara gugup.


Leo mendekat dan melihat anaknya yang masih tertidur lelap di gendongan Tiara.


"kamu sangat tampan nak dan sehat" ucap Leo dengan air matanya yang menetes karena bahagia, ternyata dia sudah menjadi seorang ayah sekarang.


Leo ingin menggendong anaknya namun langsung dihentikan oleh Alma.


"apakah kamu ingin membuat anakmu sakit? lihat kondisimu sekarang"


Leo menghentikan gerakannya dan menatap Tiara. "dimana istri saya dok?"


Tiara terdiam dengan matanya yang memerah menahan tangis, bagaimana caranya dia mengucapkan apa yang terjadi.


"ma..... maafkan kami pak"


"apa maksud anda?"


Tiara memberanikan dirinya menatap mata tajam Leo, mata hitam legam yang menawan.


"bu Clara tidak bisa kami selamatkan" ucap Tiara dengan satu tarikan nafas.


Degg


"ahahaha anda bercanda kan?" tanya Leo dengan tatapan tajam kepada Tiara.


pria itu memegang kedua pundak Tiara dan memaksa wanita itu menatapnya. "anda bercanda kan HAH?"


owekkkkk


owekkk


owekkkkk


akibat bentakan Leo, bayi yang ada di gendongan Tiara menangis karena terkejut.


"bodoh, jangan menggila disini!" ucap Darwin.


Tiara berusaha menenangkan bayi tersebut dengan air mata yang sudah turun.


Leo melepaskan cengkraman nya dan menatap ke arah ruang operasi. dengan langkah lemas, Leo mulai masuk ke dalam ruangan tersebut.


seperti tertusuk beribu jarum, hati Leo sekarang sangat sakit. jantungnya berdegub kencang, dia berdoa semoga dokter tersebut hanya bercanda.


Alma menangis sesegukan di pelukan suaminya, wanita paruh baya itu tidak Terima jika menantunya harus merenggut nyawa.

__ADS_1


bayi yang di gendongan Tiara sudah diam dan kembali tertidur. dia menatap pasangan itu yang sedang menangis, Tiara mendekat dan berjongkok di depan Alma dan Darwin yang duduk di bangku.


"saya hanya bisa menyelamatkan bayi ini, dan tidak ada pilihan dari menyelamatkan bayi ini"


tutur Tiara dan kembali bangkit. "saya akan membawa bayi ini ke ruangan bayi" ucap Tiara dan berlalu dari sana.


sampai di ruangan tersebut, Tiara meletakkan anak Leo ke dalam keranjang tidur bayi. Tiara membuka maskernya dan menghapus air matanya, dia memukul mukul dadanya karena merasa sesak.


Tiara menangis dalam diam, dia menatap bayi Clara dengan tatapan kasihan. "kamu harus tumbuh menjadi anak yang baik seperti ucapan ibumu"


Leo mendekat ke arah ranjang pasien, seperti tidak mempunyai tulang, tubuh Leo langsung jatuh ke lantai, kakinya seperti Gel dan sulit di gerakkan.


air matanya jatuh, hidupnya seperti runtuh melihat istrinya terbaring dengan wajah pucat dan bibirnya membiru.


Leo berusaha untuk mendekat ke arah ranjang, tangannya gemetaran luka tembakan yang ada di lengannya tidak dia hiraukan, sekarang hatinya lebih sakit.


pria itu memegang tangan istrinya dan menggenggam nya, tangan Clara sudah dingin. "kamu sedang tidur kan?" pertanyaan bodoh tersebut Leo lontarkan.


namun tidak ada respon yang dia dapatkan membuat Leo tertampar dengan kenyataan jika istrinya sekarang sudah tidak ada lagi.


"AHK SIALAN!!!"


teriak Leo dengan air mata berderai, dia bangkit dan memegang kedua pundak Clara. Leo mengguncang-guncang tubuh Clara namun tidak ada respon.


Leo terduduk lemas di kursi, andai saja dia bisa lebih cepat datang ke rumah sakit mungkin dia masih bisa melihat Clara sebelum wanita itu pergi.


Leo mendongak dan memandangi wajah pucat Clara, jiwanya seperti melayang, dunia nya hancur.


"siapa yang bilang jika kamu bisa meninggalkan aku HAH?"


"AhK sialan, SIAPA HAH?"


Leo menggila, pria itu mengangkat tubuh Clara dan ingin membawanya ke rumah sakit lain. Pria itu masih tidak Terima jika istrinya sudah meninggal dan ingin memeriksanya di rumah sakit lain.


"apakah kamu sudah gila HAH?" teriak Tiara membuat Leo menghentikan aksi gilanya.


Tiara mendekat dan menjauhkan tubuh Leo dari mayat Clara. Leo mendongak dan terkejut melihat siapa yang ada di depannya.


yah, Tiara sudah membuka maskernya dan sekarang Leo bisa mengenalinya.


"Tiara?" gumam Leo terkejut.


"yah ini aku Leo"


"apakah kau yang mengoprasi Clara?"


Tiara terdiam.


Leo mendekat dan mencengkram kedua pundak Tiara. "apa yang kau lakukan HAH? sampai istri saya meninggal" tanya Leo dengan mata memerah dan mencengkram pundak Tiara.

__ADS_1


Plak


__ADS_2