Terpaksa Menikah Suami Sahabatku

Terpaksa Menikah Suami Sahabatku
pemakaman


__ADS_3

Tiara terdiam melihat wajah Leo yang kusut, pria itu seperti orang yang berbeda sekarang.


Leo mencengkram pundak Tiara membuat wanita itu kesakitan.


Plak


Tiara menampar wajah Leo membuat pria itu melepaskan cengkraman nya, Leo memegang wajahnya yang sakit karena tamparan Tiara.


"darimana saja kamu? HAH?" teriak Tiara di depan wajah Leo.


"Clara membutuhkan mu tadi,SIALAN" bentak Tiara dengan mata berderai air mata.


Leo terdiam menunduk, yah ini salahnya jika saya dia bisa cepat dan berada di samping Clara mungkin wanita itu masih di dunia ini.


Tiara menjauh dari Leo, wanita itu mengusap air matanya. "Terima tidak terima, kamu harus Terima kenyataan jika Clara sudah tidak ada lagi"


Leo menatap ke arah Clara, dengan tangan gemetar dia mengelus wajah Clara.


"sa... sayang? kamu mengingkari janjimu untuk membesarkan anak kita sama-sama"

__ADS_1


Leo mengusap air matanya dan bangkit, dia menatap ke arah Tiara yang juga menatapnya. tampa mengatakan sepatah kata pun, Leo langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut. sekarang dia ingin menenangkan hati nya.


Tiara tidak menghentikan Leo, dia tau jika pria itu butuh waktu untuk menerima semua ini. namun Tiara sedikit khawatir melihat luka di lengan pria itu, namun jika dia menghentikan Leo, mungkin dia akan kena imbasnya.


Leo berpapasan dengan kedua orang tuanya namun dia tidak berhenti ketika Alma memanggilnya.


"biarkan saja dia mah, dia butuh waktu untuk menerima semua ini" tegur Darwin.


Alma mengangguk paham dan memilih untuk masuk ke dalam ruangan operasi, dia melihat jika Tiara sedang terduduk di samping ranjang Clara.


"dok?"


"Tiara?"


"tante Alma"


Alma mendekat ke arah Tiara dan langsung memeluk wanita itu, dia mengenal Tiara karena dekat dengan Clara.


"jadi kamu yang mengoprasi Clara nak?" tanya Alma dan masih memeluk Tiara.

__ADS_1


"hiks.... hiks.... iyah tan, Tiara sudah berusaha semampu Tiara buat nyelamatin Clara dan bayinya" adu Tiara di pelukan Alma. wanita itu menumpahkan semua tangisannya di pelukan wanita paruh baya tersebut.


"kamu sudah berusaha nak, mungkin ini adalah takdir yang di berikan oleh Tuhan, jangan kamu menyalahkan dirimu sendiri" ucap Alma menenangkan Tiara dan mengelus rambut wanita itu.


Tiara melepaskan pelukannya dan memegang kedua tangan Alma. "makasih yah tante, tante udah baik banget sama Tiara selama ini"


Alma mengelus punggung tangan Tiara dan menghapus jejak air mata wanita itu. "sama-sama nak"


Alma menatap ke samping dimana Clara sudah tidak bernyawa lagi, wanita itu kemudian mendekat dan mengelus rambut panjang Clara.


"mamah gak nyangka jika kamu harus berakhir seperti ini nak" gumam Alma sedih.


"kamu adalah wanita yang sangat baik, bahagia yah di atas sana. Hiks.... doakan kami yang kamu tinggalkan di sini"


Tiara mendekat dan mengelus pundak Alma, dia tau jika kepergian Clara adalah pukulan hebat untuk keluarga Adipati.


Darwin datang dengan beberapa perawat di belakangnya. "dia harus di mandikan dan kita harus mengantarkannya ke peristirahatan terakhirnya" ucap Darwin membuat kedua wanita yang sedang menangis itu menatap ke arahnya.


Darwin cukup terkejut melihat Tiara namun bukan sekarang dia harus mengucapkan selamat atas kedatangan Tiara, sekarang dia harus mengurus pemakaman menantunya.

__ADS_1


__ADS_2