
sekarang Tiara sudah pulang sekolah namun dirinya bukan pulang ke rumahnya melainkan ke rumah Leo.
Tiara terdiam melihat rumah besar di depannya, dia ingin lari dari sana namun dia tidak bisa melakukannya.
"sial banget gue hari ini" gumam Tiara kesal.
flashback
"plis Leo, gue gak bakal lari dari hukuman ini" mohon Tiara lagi.
"gue gak peduli Tiara, Lo harus jalanin hukuman dulu baru masuk kelas" balas Leo tidak peduli.
"Lo kenapa sih bisa sejahat ini? gue salah apa sama Lo sampe-sampe Lo se tega ini sama gue?" kini air mata Tiara sudah turun, dia juga tidak mau terlambat namun keadaan yang membuatnya seperti ini.
Leo terdiam menatap Tiara yang juga menatapnya dengan tatapan lelah.
"Lo gak tau apa yang setiap hari menimpa gue Leo, Lo enak masih memiliki kedua orang tua yang kaya yang bisa memenuhi kebutuhan hidup Lo. sedangkan gue?"
Tiara menghentikan ucapannya dan menghapus air matanya kasar. dia tidak akan mengeluh sekarang apalagi di depan orang seperti Leo.
"dunia memang kejam Tiara, tidak ada satupun orang yang bakal peduli dengan hal itu"
"gue tunggu di parkiran sepulang sekolah, Lo lari Lo bakal tau akibatnya" lanjut Leo dan meninggalkan Tiara.
"dasar cowo gak ada hati" umpat Tiara dan langsung lari menuju kelasnya.
Tiara menghela nafas mengingat kejadian tadi pagi, dia sedikit bersyukur karena Leo melepaskan walau sekarang dia harus terjebak di situasi seperti ini. dengan langkah berat Tiara mengikuti langkah Leo yang sudah masuk lebih dulu.
Tiara sudah sampai di ruang tamu, namun tidak ada satu pun orang di sana membuat Tiara sedikit merasa tidak enak. Tiara berjalan mendekati anak tangga, namun kakinya berhenti ketika seseorang bersuara.
"kamu temannya Leo yah?" tanya seorang wanita umur 40 tahun namun masih terlihat muda dan cantik.
"ehh....iya nyonya" ucap Tiara sopan dengan menunduk.
"eh, kamu gak usah panggil saya seperti itu" ucap Alma sedikit terkejut. "kamu panggil Tante Alma aja yah"
"maaf Tante" ucap Tiara tidak enak, dia meremas roknya untuk menyalurkan kegugupannya.
Alma tertawa kecil melihat tingkah lucu Tiara gadis berambut panjang itu sangat menggemaskan dimatanya.
"ngomong-ngomong kamu satu kelas yah sama Leo?"
Tiara yang tadi menunduk seketika mendongak menatap Alma.
__ADS_1
"enggak Tante"
"loh?" kaget Alma, seketika dia tersenyum. "kamu pacarnya Leo yah?" tebak Alma dengan antusias.
"eng......"
"dia anggota OSIS mah"
belum sempat menjawab, Leo sudah lebih dulu menjawab membuat Tiara terdiam. Leo berjalan mendekat ke arah mamah nya dengan baju santai, karena cowo itu sudah mandi lebih dulu.
"masa sih? sebelumnya kamu tidak pernah tuh bawa anggota OSIS kamu ke rumah" ucap Alma menggoda.
"Ada yang perlu kami bahas mah, makanya ngajak ke sini aja" alibi Leo.
Alma tertawa kecil, "yasudah, kalian berdua ke atas aja diskusinya nanti bibi Tutik yang akan mengantar cemilan ke atas" ucap Alma yang di angguki oleh Leo.
"ya sudah cantik, Tante ke dapur dulu yah, kalian berdua ke kamar aja. tapi hati-hati yah, anak Tante suka ngegigit soalnya"
"mah?"
"hahahaha, mamah pergi dulu" Alma pergi dengan tawa yang masih terdengar karena berhasil menggoda anaknya yang dingin itu.
"gak usah dengerin apa kata mokap gue" ucap Leo datar karena melihat Tiara tertawa kecil.
"sebenarnya Lo bawa gue ke sini mau ngapain sih?" tanya Tiara setelah sampai di depan kamar Leo, Tiara enggan masuk ke dalam dan memilih berdiri di ambang pintu.
"hukuman Lo belum selesai"
"trus? gue harus ngapain?"
Leo berbalik dan menatap Tiara yang di ambang pintu.
"cosplay jadi patung untuk jaga kamar gue" ucap Leo santai dan berjalan menuju sofa yang ada di kamar tersebut.
Tiara melotot garang mendengar ucapan Leo. "jadi gue harus berdiri di sini gitu?" tanya Tiara nyolot.
"emang siapa suruh Lo berdiri di situ?"
Tiara menggaruk tengkuknya malu, dia segan masuk ke dalam kamar Leo. lagian salah Leo yang mengajaknya ke sana bukannya di tempat yang lebih umum.
"sampai kapan Lo bakal di sana? ngehalangin pandangan" ucap Leo kesal karena Tiara masih saja diam berdiri di ambang pintu.
Tiara menatap Leo jengkel dan memutuskan untuk masuk ke dalam kamar yang bercat putih dan abu-abu itu. gadis itu berjalan ke arah sofa dan langsung duduk di bangku sebelah Leo.
__ADS_1
setelah duduk, Tiara menatap sekeliling. dia berdecak kagum dengan kamar mewah tersebut, mata bulatnya terlihat melebar karena kagum.
"hukuman Lo bakal gak siap kalo Lo cuman lihat-lihat isi kamar ini" celetuk Leo membuyarkan kekaguman Tiara.
gadis itu menatap Leo, "Lo cuman sendiri tidur dikamar ini?" tanya Tiara penasaran.
"hmmm"
"woh, ini kamar lebih luas dari rumah gue dan Lo cuman sendirian tidur disini?" ucap Tiara tidak percaya.
"gue gak mau bahas itu, sekarang Lo kerjain nih tugas-tugas fisika, kimia, sama biologi gue" ucap Leo dan menyodorkan beberapa buku ke depan Tiara membuat gadis itu melotot.
sebenarnya Tiara cukup terkenal di sekolah akibat ke pintarnya dan juga memiliki wajah yang cantik. Tiara juga sering memenangkan lomba olimpiade antar sekolah hingga tingkat provinsi.
"Lo manfaatin gue yah?" tuduh Tiara dan hanya dibalas acuh oleh Leo, bahkan cowo itu sekarang sudah duduk santai dengan laptop di pangkuannya.
"gue masih ingat ucapan Lo tadi pagi"
Tiara ingin protes namun dia urungkan karena memang dialah yang berjanji.
"ck sialan" umpat Tiara dalam hati dan mulai membuka buku tugas Leo.
Leo yang tadi fokus ke laptopnya sesekali melirik Tiara yang terlihat kesal ketika mengerjakan tugas-tugasnya namun membuat gadis itu terlihat menggemaskan dan tanpa sadar Leo tersenyum tipis.
kerena rambut panjang Tiara menghalangi pandangannya, gadis itu mengikat rambut nya asal dan itu membuat Tiara semakin cantik di bawah sinar matahari sore yang terpancar dari jendela.
...***...
beberapa jam berlalu, sekarang langit sudah berganti menjadi malam dan Tiara masih berada di rumah Leo.
sekarang gadis itu sedang berada di dapur bersama Alma, kedua wanita itu sekarang sedang menyiapkan makan malam.
tadi setelah Tiara menyelesaikan tugas Leo, gadis itu ingin langsung pulang namun di tahan oleh Alma dan diajak untuk makan malam sebelum pulang.
"wah, kamu jago masak juga yah" puji Alma ketika Tiara memasak dengan lihai.
"Iyah Tan, Tiara dari kecil udah diajarin masak sama bunda"
"jarang-jarang loh ada gadis yang jago masak seperti kamu ini"
"Tante bisa aja"
keduanya tertawa kecil disela-sela acara masak itu, masih beberapa jam namun keduanya sudah dekat seperti anak dan ibu.
__ADS_1
Leo hanya diam di sofa sambil memperhatikan kedua wanita itu bercerita dan sesekali tertawa.