
" Kita bangkrut nak " kata mama
" haaahh apaa " kata Rere tak percaya hidupnya yang selama ini dipenuhi dengan bergelimang harta kekayaan, sekarang dunia membalikkan segala nya, Rere dan orang tuanya menjadi sangat miskin, orang tua Rere juga terlihat begitu cemas dan stress
" terus ini.. ini.. bagaimana " kata Rere
" kita penuh dengan hutang, semuanya mengejar kami ini dari Amerika sampai ke sini nak " kata papa Rere
" aku akuu gak nyangka " kata Rere, dia belum bisa menerima kenyataan nya, dia tau dia tidak begitu senang dengan hidup nya yang sama sekali tidak ada kasih sayang dari kedua orangtuanya, tapi dia selalu tau bahwa orang tua nya itu meninggal kan dia hanya demi dia juga, jadi dia tak masalah. Tapi seketika dia tak menerima kenyataan bahwa mereka sudah miskin.
" Maaf nak ini semua salah kami sebagai orang tua mu, kami tak bisa apa apa, dan sekarang semua ATM kita di blok untuk membayar hutang, semua perusahaan dan rumah kita akan di sita untuk membayangkan hutang dan itu juga tak cukup " kata mama Rere yang sangat bersedih
" terus kita harus bagaimana ma " kata Rere, dia begitu ingin menangis, tapi dia selalu menahan rasa tangis nya itu karena dia tak ingin melihat orang tuanya merasa bersalah atas semua itu
" kita akan pindah, tapi kami juga tak tau harus bagaimana ini. Kita sudah diusir dari sini, dan dalam 12 jam kita harus meninggalkan rumah ini nak. " Kata papi " huft sudahlah, ini sudah terjadi " kata Rere yang berusaha menerima kenyataan. Dia sering menghadapi masalah, tapi itu hanya duka bagi nya, dan ini masalah yang menjadi duka untuk semua keluarga nya.
__ADS_1
" Maaf kan mama dan papa mu ini re, kami sudah membuat mu sangat menderita. Sejak kau kelas 5 SD kau sudah menanggung semua masalah yang kami buat, dan kau selalu mengorbankan semuanya. Mama juga tidak bisa apa apa papa kandung mu itu, tidak lagi peduli dengan mu yang jelas jelas anak kandungnya sendiri. Dia begitu jahat. Maaf kan mama nak, mama gak bisa apa apa. Kau slalu jadi korban masalah yang slalu kami timbulkan dan kau juga yang slalu mengatasi nya. Mama menyesal nak, mama orang jahat " kata mama Rere
" tidak maa tidak, mama orang terhebat dan orang terbaik sepanjang masa. Dan itu sudah lama biarkan lah cerita itu berlalu maaf, sekarang kita hanya harus mengemasi barang kita dan mencari rumah yang sempit "
kata Rere tetap tersenyum, dia selalu ingin melihat mama nya senang, dan tidak mau membuat orang yang dia cintai menangis dan menderita, biarkan dia biarkan lah dia yang menanggung semua beban masalah dan duka ini.
" Papi mu ini juga re, papa dulu pernah janji sama kami dan mama mu, bahwa papi akan membahagiakan kalian semua, tapi pada akhirnya menjadi seperti ini. Papi tau kita akan pergi, tapi kemana kemana lagi, semua uang sudah kita buat untuk membayar hutang "
kata papi Rere ( sebenarnya saat Rere kelas 1 SMP, papa dan mama Rere bercerai saat kelas 3 SMP mama Rere menikah lagi. Dan papa kandung Rere pergi entah kemana, sejak cerai dengan mama Rere dan hak asuh Rere ada di mama, Rere tak pernah lagi bertemu dengan papa kandung nya itu sendiri )
kata Rere sambil tersenyum
" hiks hiks hiks, sekali lagi maaf kan mama mu ini re.ama gak bisa apa apa, terima kasih untuk semua nya sayang, mama beruntung bisa punya anak seperti kamu " kata mama
" Sudahlah ma, ini sudah terjadi. Dan aku gak bisa maafin mama karena mama gak ada salah apa pun kepadaku, malah sebaliknya aku yang harus minta maaf ke mama karena aku anak yang tidak berguna dan slalu membuat beban bagi hidup mama, semenjak aku lahir, amma selalu menderita karena aku, dan aku berterima kasih kepada mama untuk segalanya yang gak bisa lagi aku sebutin ma " kata Rere
__ADS_1
dengan setetes air mata yang jauh tiba tiba di atas wajahnya itu, dan Rere pun langsung menghapus air mata itu
" Mama gak bisa lagi berkata kata nak, Sekarang beresin baju mu ya " kata mama
" Oke ma, aku sayang mama " kata Rere dengan senyum manis nya itu.
Rere pun segera pergi ke kamarnya, dia menutup pintunya dan menguncinya dia duduk bersandar ke pintu dia menatap keatas dia tak tau lagi , dan secara perlahan lahan, air mata nya mulai jatuh ke pipinya dia tak sanggup lagi menahannya dia pun menangis dengan sangat pelan takut orang tua nya tau kalau dia menangis, sejak dia SD dia tak pernah menangis dihadapan orang tua nya, dan tak pernah menangis dihadapan siapa pun kecuali Stevy sahabat nya itu.
" Oh tuhan, kenapa kau membuat hidup ku begini, kau sedang bermain main dengan nasib ku ini. Aku tak tahan tuhan, kenapa kau tak memberi ku suatu kesenangan, kenapa kau slalu membuka duka yang mengisi hari hari ku ini, aku tak tau dengan mu Tuhan tapi tolonglah, aku sudah tak tahan lagi oh tuhan, kenapa nasib ku begini. Aku tak pernah bahagia didalam hidup ku ini, kenapa tuhan kenapa " kata Rere dengan penuh Isak tangis, " apa salah ku tuhan, ku mohon. Aku slalu berusaha menjadi yang terbaik, aku selalu beribadah kepada mu, setiap hari aku selalu berdoa kepada mu berikan aku kebahagiaan dan hilangkan semua masalah duka ku ini, kenapa kau jahat kepada ku tuhan, apa salah ku ini " setelah 30 menit lebih Rere menangis dia pun memutuskan untuk segera meringkas pakaian pakaian nya, dan juga buku buku nya. Dia membawa 2 koper dengan 1 tas ransel yang lumayan besar untuk semua buku buku pelajaran nya. dia pun meratapi nasibnya, dia melihat kearah jendela dan berfikir ' Dimana kami akan tinggal ' dan seketika dia sadar dia masih mempunyai uang, dia pun mengambil uang nya dari bawah ranjang, dan dia menemukan uang nya itu, di dalam amplop besar, disana ada sekitar 10 juta untuk biaya makan dan rumah nya, dan Rere pun mencari kontrakan kecil kecilnya yang murah, dia pun tau kemana dia harus tinggal membawa orang tuanya. Setelah sekian lama Rere pun turun kebawah menemui orang tuanya dan dia menemukan orang tuanya sudah menunggu nya sedari tadi. " Mama papi, sudah lama tunggu in aku ya " tanya Rere
" uh tidak kok nak, belum lama " jawab mama Rere yang masih dengan wajah yang bersedih dengan mata lembab karena menangis
" Kenapa tidak panggil aku saja " kata Rere
" Kami takut, kau ingin sendiri kan " kata papi Rere, yang jelas jelas orang tua tiri nya tapi dia masih sangat sayang sekali kepada anak tirinya Rere.
__ADS_1