
Saat pagi hari, Rere sudah bangun lebih cepat. Dia ingin memasak kan sayur bayam untuk keluarga nya, Rere sesekali belajar masak dengan 2 pembantu nya dulu. Saat dia selesai, dia segera mandi, dan membersihkan rumah kontrakan nya itu. Setelah selesai mama dan papi bangun, Rere pun selesai membersihkan rumah itu.
" Ma, Pi ayo makan. Udah aku masakin loh, tapi maaf ya hanya sayur bayam " kata Rere
" Terima kasih re, itu sudah cukup untuk 1 hari " kata papi
" Iya re, kami yang terima kasih. Dan kamu gak perlu juga minta maaf sayang " kata mama
" Hmm, iya ma. Tapi aku tau, kita sudah terbiasa makan salah sayur, sandwich sayur, bukan sayur bayam, dan kalian kan sudah terbiasa makan steak, dan beef " kata Rere
" Sudahlah, ayo sekarang kita makan " ajak mama
" Oh ya ree, kamu belajar masak dari mana " tanya papa
" Emang kenapa pa, tidak enak ya. Maaf ya, biasanya kalo aku masak slalu diawasi agar gak ada yang salah, dan baru kali ini aku masak gak diawasi jadi aku agak sedikit ragu, kalo itu gak enak " kata Rere
" Enggak kok sayang, masakan mu ini enak' banget, bahkan mama juga gak bisa masak seperti kamu " kata mama
" Hehehe terima kasih ma, aku kadang kadang belajar masak dengan 2 pembantu kita dulu, bik inah, dan bik inah" kata Rere
" Owh begitu ya sayang, kamu hebat ya, dengan mudah kamu bisa belajar masak" kata mama
" Uumm, iya gitu deh ma. Ayo makan " kata Rere
" Kau tau re, papi akan melamar pekerjaan hari ini. " Kata papi
__ADS_1
" Owh begitu ya a, semangat Pi " kata rere
" Mama juga, kata kamu kan, supermarket disana buka lowongan kerja, mama ingin kerja penuh waktu disana, jika diterima. Doakan mama ya sayang " kata mama
" Pasti dong ma, aku slalu doain mama yang terbaik, semangat " kata Rere
" Iya makasih sayang, kamu belajar ya, dirumah aja. Jangan kemana mana " kata mama
" Iya mah, aku terus dirumah kok, gak kemana mana " kata rere
" Iya, semoga kita cepat dapat uang banyak dalam waktu singkat ya ' kata papi
" Emang kenapa Pi " tanya rere
" Haaahh, kalo gitu gimana pa. Kita gak mungkin dapat 25 triliun dalam waktu 1 bulan ini, itu mustahil " kata Rere
" Mama juga gak tau sayang, Dimana kita bisa meminjam kan uang sebanyak itu, jika tidak dibayar dalam 1 bulan, maka kami akan dipenjara nak " kata mama
" Astaga, kenapa begitu sih. Kita harus cari cara buat bisa lunasi utang itu secepatnya" kata Rere
" Iya tapi dimana kita bisa meminjam uang sebanyak itu " kata mama
" Kau tau bahwa aku tau sesuatu, aku tau Dimana kita bisa meminjam uang sebanyak itu " kata papi
" Dimana Pi " tanya Rere
__ADS_1
" Di the B " kata papi
" The B, apa itu " kata Rere tidak tau
" The B yang group gangster terhebat di dunia ini, yang terkenal sangat kejam, kau gila ya. Kita minjam kesana sama dengan cari mati " kata mama
" Iya aku tau, tapi kita tak bisa apa apa lagi Sekarang " kata papi
" Gimana kalo kita harus bayar cepat, kalo enggak nanti kita bisa mati. Aku lebih memilih dipenjara dari pada mati " kata mama
" Tapi maa, kata papi benar. Setidaknya kita bisa mencoba, kita kan bisa bicara baik baik kepada mereka untuk membayar hutang nya sedikit agak lama, kita harus melakukan nya ma, tak ada pilihan lagi " kata rere
" Huuuh, baiklah kalo begitu. Kita akan ke the B besok " kata mama
" Owh ya, aku kenal resepsionis mereka, aku juga kenal beberapa anggota dari the B " kata papi
" Oke, kalo gitu. Setidaknya kita bisaudah untuk bicara kan " kata mama
" Iya seperti nya " jawab papa
" Oke deh, aku akan ikut besok. Sore besok ya " kata Rere.
" Baiklah " jawab mama.
Mama dan papi Rere pun pergi untuk mencari pekerjaan, dan Rere hanya sibuk belajar dan belajar, sesekali dia melihat kearah hp nya, untuk mencari tau tentang the B itu, Rere ingin masalah mereka cepat selesai, dia tak ingin orang tua nya itu masuk ke dalam penjara hanya gara gara tak bayar hutang. Dia tak mau kehilangan orang tua nya hanya gara gara itu, dia tak punya siapa siapa lagi di dunia ini kecuali mama dan papi nya, papa Rere pun tak pernah lagi bertemu dengan Rere, padahal dia anak kandung dari papa nya sendiri, dan Rere gak pernah benci kepada papa nya, karena bagaimanapun laki laki yang bisa dibilang breng**k itu tetap lah papa kandung Rere. Walau dia tak pernah lagi menyayangi papa nya itu yang bernama Erlangga Zyan, dia tak pernah lagi menggagap papa nya itu adalah keluarga, karena Rere pikir. Keluarga itu tetap lah keluarga, bagaimana pun kalo papa nya sayang ke Rere dia harus menemui Rere walau Hanya beberapa kali saja. Rere tak ingin melihat Wajah papa nya yang gak tau diri itu, emang ada ya orang tua yang gak sayang anak sendiri, memang tega laki laki itu. anak kandungnya sendiri saja lupa, padahal darah daging nya sendiri, sungguh gak habis pikir Rere dengan papa nya itu. memang orang yang tak punya hati, dan gak tau diri.
__ADS_1