Terpaksa Menikahi Sang MAFIA

Terpaksa Menikahi Sang MAFIA
bangkrut ³


__ADS_3

Setelah membersihkan rumah dan berkemas kemas semuanya pun selesai, Rere dan kedua orang tua nya duduk di karpet di ruang tamu.


" Nak kau bisa jelaskan kepada kami dari mana kau bisa dapat uang itu " kata mama


" Oke mah, jadi uang 10 juta itu adalah tabungan ku, yang aku sering tabung dari uang jajan yang sering kalian kasih ke aku, sebenarnya kartu kredit ku tidak semuanya ku habiskan, dan disana masih ada banyak uang jajan yang ku simpan untuk masuk ke universitas. Tapi semua kartu diblokir jadi semua uang disana sudah dibuat untuk bayar hutang kan " kata Rere


" Pantas saja hutang masih agak sedikit " kata papi


" Uumm ma, Pi. Apakah aku boleh tau berapa hutang kita " kata Rere


" Hutang Kita ada 58 triliun re, tapi karena semua aset disita termasuk pulau pribadi, jet pribadi dan semua mobil mewah dan rumah, juga kartu kredit kita kita hanya akan bayar sekitar 25 triliun lagi, sebenarnya semuanya ada 26 triliun, tapi ternyata masih ada 25 triliun, karena ada banyak ya sisa uang di kartu kredit mu " kata papi


" Iya Pi " jawab Rere


" Uhh aku lapar " kata mama


" Maa, aku beli bahan makanan dulu ya. Disana diujung jalan ada supermarket loh. Aku mau kesana untuk beli bahan makanan untuk makan sehari hari " kata Rere


" Oke re, jangan kemana mana ya. Nanti setelah selesai langsung pulang saja " kata mama

__ADS_1


" Oke ma, Pi , kalau gitu aku pergi dulu ya Byee " kata Rere


Dia pun pergi pergi ke supermarket dengan berjalan kaki setelah sampai dia membeli beberapa bahan makanan seperti beras 10 kg, 5 pck mi gelas seribu isi 12, dan membeli 30 bungkus Indomie. Rere juga membeli 2 ikat bayam dan 1 ikat kangkung. Juga membeli 25 butir telur ayam, juga 1 liter minyak sayur, dan setengah kilo bawah putih, satu kilo bawang merah, dengan setengah kilo cabe merah. Setelah selesai dia membayar ke kasir dan dia pun langsung pulang ke rumah, setelah sampai dirimah Rere pun langsung memasak nasi dan memasak mi gelas untuk dimakan keluarga nya, Rere pun mengetuk pintu kamar mama dan papi nya


" Mama, papi. Ayo keluar kita makan bersama, makanannya sudah siap " kata Rere


" Iya nak, kami akan keluar " kata mama


Mereka pun makan bersama di ruang tamu yang bisa dibilang sempit itu


" Ma, Pi. Maaf ya hanya bisa masak mi gelas " kata Rere


" Iya ree, kami berterima kasih kepada mu. Kau anak yang hebat dan tangguh " kata papi


" Terima kasih pii, besok kan hari Senin dan sekolah ku masih libur karena guru guru ada rapat, sekaligus tes. Jadi besok aku akan masak sayur ya ke kalian " kata Rere


" Terima kasih ya nak, kami sayang sekali pada mu " kata mama


" Aku juga ma, kalian makan lah banyak banyak, setelah ini aku ingin melihat sesuatu dulu, gimana bisa dapat uang " kata Rere

__ADS_1


" Tidak usah ree, biarlah kami yang berusaha " kata papi


" Iya tugas mu hanya belajar nak. Mama juga akan cari pekerjaan yang bisa mama lakukan " kata mama


" Oke ma, tapi aku kana tetap membantu kalian, gimana kalau aku bantu bantu di supermarket. Tapi Bekerja paruh waktu, tadi aku lihat ada lowongan pekerjaan untuk paruh waktu disana " kata Rere


" Tidak usah ree, biar mama saja yang bekerja di sana kau belajar saja, dan jadi anak hebat " kata mama


" Tapi ma " kata Rere


" Tidak ada tapi tapian ya sayang, tolong turuti lah kata kata mama mu ini " kata mama


" Baiklah ma " jawab Rere


" Papi juga besok, akan melamar pekerjaan " kata papi


" Iya Pi, semangat ya papi. Semoga cepat dapat pekerjaan, dan semoga pekerjaan nya yang bagus " kata Rere


" Amiin , terima kasih sayang " kata papi

__ADS_1


Mereka pun melahap makanan mereka dengan habis, Rere pun mencuci piring nya, setelah waktu sudah malam, mereka pun pergi tidur, mama dan papi Rere sudah tertidur lelap tapi Rere masih gak bisa tidur, dia masih merenungkan kembali semua masa lalu yang telah dia alami sampai sekarang, dia selalu menderita, dulu saat SD dia orang yang lumayan kaya, tapi penuh dengan masalah walau mereka selalu bersama, saat mama dan papa cerai, semua nya nambah semakin Sulit untuk nya, dan semenjak mama menikah lagi dengan papi, kami jadi kaya raya walau mereka harus pindah dan meninggalkan Rere, tapi Rere senang kok melihat mama nya ikut senang, walau mama nya gak tau apa apa tentang depresi berat yang selama ini Rere alami, dan dia dihadapkan oleh para para pembully di sekolah juga banyak masalah nya dengan guru dan juga teman temannya, dan sekarang semuanya sangat sangat Sulit untuk nya dan juga keluarga dirinya, tapi dia pikir dia bisa menjalani semuanya, karena dia sudah sering mendapatkan masalah yang tak kunjung selesai, dan malah semakin bertambah. Rere pun menahan tangisnya, tapi tak bisa. Rere menangis dengan sangat perlahan lahan, dan dia pun berhenti Karena menangis hanya akan membuat nya lelah, dia pun tertidur lelap.


__ADS_2