
FLASH BACK ON.
" Aku gak minta banyak sama kamu karina!!aku hanya ingin melihat istri aku hidup normal, kamu bisa makan bakso di pinggiran jalan,makan mie ayam di pinggiran jalan,ayam goreng. Atau kita bisa nangis di bioskop Di saat kita nonton film sedih atau bahkan ketawa ketawa bareng. Tapi itu semua gak pernah bisa karena kamu begitu ketas dengan prinsip kamu"
Di sebuah Ruang tamu terlihat Reynan sedang berbicara dengan Karina . perihal gaya hidup Karina .Reynan meminta agar karina bisa merubah dirinya menjadi layaknya istri istri pada umumnya.
"Huffft...dengar ya mas!!sampai kapanpun kamu gak akan pernah bisa ngerubah apapun dari aku mas" Tolak Karina serta membuang nafas kasar.
"Kamunya aja yang terlalu cerewet mas,kamu terlalu berlebihan" ucap karina menimpali.
FLAS BACK OFF
"Oke!!!.aku yang salah???tapi bukan aku yang salah mas tapi perempuan ini!!perempuan ini yang sudah godain suami aku dia udah godain kamu mas!!pergi kamu!!!" Karina nampak hilang kendali sehingga membuatnya mengamuk kembali namun reynan berusaha untuk melerainya.
"Lepasin aku mas,pergi Kamu!!!!" Saking kuat dan Histerisnya karina saat ini membuat Reynan tak mampu melerai dan membuat Karina terlepas dari cekalannya sehingga membuat Karina berhasil mendorong Tubuh Amanda ,hingga tubuh Amanda jatuh terpental dan kepalanya terbentur di sebuah tembok.
Reynan segera membawa Amanda ke perawat untuk segera di obati.
"Sudah bu, semoga cepet sembuh "ucap seorang suster yang tengah memplester kepala Amanda .
"Sudah ya pak saya tinggal dulu"suster itu akhirnya pergi meninggalkan Reynan,Amanda dan juga Karina di sebuah ruangan tempat Amanda di obati karena Ada sedikit benturan di bagian kepalanya.
"Coba lihat apa yang kamu lakukan karina!!kamu sudah menyakiti Amanda" ucap Reynan ke pada Karina
"Aku jauh lebih sakit dari pada dia mas,"bantah karina yang tak terima jika dirinya selalu yang di salahkan.
"Kamu jahat tau nggak!!!" Pekik Karina terhadap Reynan
__ADS_1
"Dan kamu!!!kamu tuh sama aja,perempuan gak bener. Bisa bisanya kamu merebut suami saya" teriak Karina yang menunjuk ke arah Amanda yang mulai terbangun dari ranjang pasien.
"Aku minta maaf mba!!Aku juga gak tau kalau mas Reynan sebenarnya sudah menikah" ucap Amanda dengan lembut serta air mata yang mulai menetes di pipinya.
Kalau memang dari awal ia tau Reynan sudah mempunyai istri dan keluarga kemungkinan kejadian seperti ini tidak akan terjadi namun apalah daya Nasi sudah menjadi bubur .
"Maaf!!kamu bilang???mendingan sekarang kamu talak suami saya!!"perintah Karina ke pada Amanda di hadapan Reynan. Reynan terlihat cemas akankah Amanda benar benar ingin meminta pisah darinya .
"Sebenarnya aku juga pengen minta pisah sama mas Reynan,Tapi penyakit ibu tiba tiba kambuh.dan kondisinya pasti akan memburuk kalau tau aku akan pisah dari mas Reynan" Amanda mencoba untuk berbicara baik baik dengan karina, karena tak semua masalah harus di nicarakan dengan emosi.karna justru akan semakin memperkeruh keadaan.
"Kamu kira aku bakalan percaya sama kamu,itu cuma alasan kamu aja kan karena kamu gak mau pisah sama suami saya"teriak Karina.
"Kalau gitu kamu sekarang yang harus talak dia mas!!" ucap Karina ke pada Reynan Suaminya. Seraya memegangi lengannya
"Aku gak akan talak Amanda,karena aku cinta sama dia" jawab Reynan. Perlahan namun pasti.
"Aku juga cinta sama kamu,tapi aku lebih cinta sama Amanda"ucapan Reynan membuat Amanda tak percaya bahwa Reynan memang benar benar memcintainya meskipun di hadapan istri pertamanya ,ia tidak tanggung tanggung untuk mengungkapkannya.
"Satu satunya alasan kenapa aku gak minta pisah sama kamu itu karena putri anak kita" ucap Reynan menimpali .
Saat mendengar semua pengakuan suaminya tersebut, membuat hati karina semakin sakit bagaikan tersyaat sayat dan membuatnya segera angkat kaki dari ruangan tersebut. Di sepanjang perjalanan Karina menumpahkan seluruh air matanya sehingga membuat matanya terlihat sembab. Amanda yang menyaksikan itu semua tidak mampu berbicara apa apa. Karena Dia tau apa yang sedang di rasakan oleh karina ,apalagi baginya dia sama sama perempuan namun di sisi lain tidak bisa di pungkiri bahwa sebenarnya ia juga masih mencintai suaminya . Amanda semakin di buat dilema dengan ini semua. Mampukah Amanda meminta berpisah dengan Reynan suaminya .
Selepas kejadian itu kini Amanda sudah berada di ruangan Hesti ibunya, bersama dengan Reynan. Untuk melihat kondisi hesti
"Amanda kening kamu kenapa??" Tanya Hesti yang terlihat mulai khawatir melihat plester di kening Amanda .
" E-e...ini...tadi Amanda jatuh bu tapi Amanda gak papa" Alibi Amanda dan di respon anggukan oleh Hesti. Amanda berbicara seperti itu lantaran tak mau jika ibunya banyak beban fikiran apalagi mengatahui pasal kejadian yang ia alami tadi.
__ADS_1
Di sela obrolan mereka nampak seorang suster dan dokter memasuki ruangan Hesti
"Ibu Hesti!! Dari hasil pemeriksaan kondisi ibu sudah membaik dan sudah boleh pulang hari ini. Selamat beristirahat di rumah dan sehat selalu ya bu ya" ucap dokter.
"Makasih dok"ucap Hesti ke pada dokter yang sudah merawatnya .
" Sama sama. Mari!!"jawab sang dokter dan mulai beranjak pergi meninggalkan ruangan Hesti
Amanda terlihat sangat bahagia sekali karena akhirnya ibunya bisa pulang kmebali ke rumah. Di sela kebersamaan mereka tiba tiba ponsel Reynan berbunyi menandakan bahwa ada panggilan masuk
" Aku angkat telfon dulu ya" Reynan meminta izin pada Amanda dan Hesti untuk mengangkat telfon sebentar.
Reynan mulai menjauh dari Amanda dan Hesti untuk mengangkat telfon yang rupanya telfon tersebut dari Putri anaknya
"Iya sayang, ada apa??" Ucap Reynan yang mulai mengangkat panggilan tersebut.
"Papa di mana??Mamah gak mau makan pah dari siang,dari yadi mama cuma nangis aja. Papa Kenapa sih bikin Mamah nangis??" Putri menanyakan keberadaan papahnya karena melihat mamanya yang hanya menangsi dan bersedih dari tadi.
" Kami sabar ya, bentar lagi papah pulang. Oke!!" jawab Reynan.
"Iya pah" putri akhirnya menutup obrolan telepon dengan Reynan.
"Ibu!!sekarang kita pulang ya, biar saya anterin. Sekalian saya masih ada pekerjaan di kantor" ucpa Reynan.
"Ya allah!!bukannya aku gak ngerti, tapi rasanya aku berat sekali menjadi madu seperti ini. Sampai kapan aku harus membebani suamiku sama istri pertama dan juga anak dari suamiku " batin Amanda yang ternyata mendengar sedikit obrolan Reynan seraya membantu Hesti untuk turun dari ranjang pasien.Amanda menggandeng tangan hesti untuk segera menuju ke mobil suaminya
Karena sudah tak sabar ingin cepet cepet sampai rumah mengingat kondisi Hesti yang mulai membaik .
__ADS_1