
Suasana sekolah mulai terlihat sepi karena jam pelajaran sedang berlangsung. Ada kelas yang sedang melakukan aktivitas belajarnya, ada juga kelas yang gaduh lantaran sedang ditinggal gurunya. Tetapi berbeda kalau kita lihat di bagian belakang sekolah yang hampir jarang banget murid-murid mau kesana, kecuali beberapa murid yang bandel.
Sama halnya sekarang, kalau teman-temannya yang lain sedang asik belajar di kelas, beberapa orang ini malah lagi asik bercanda di belakang sekolah. Dengan batang rokok yang masing-masing mereka hisap dan nikmati dan gak tanggung malah ada yang membawa bir kaleng katanya sih panas-panas gini enaknya minum bir. Entah membaca filosofi dari buku apa.
Mereka itu kumpulan murid-murid berandalan yang berkelas, iya kelas 3 SMA. Ngakunya sih berpendidikan tapi kelakuan sama aja seperti sekumpulan orang-orang yang masih awam dengan kata sopan santun.
Beberapa murid itu selalu saja bikin onar, entah itu di lingkungan sekolah maupun diluar sekolah. Kerjaannya bikin banyak guru menyerah buat nasehatin mereka malah sampai ada guru yang keluar karena stress harus berurusan sama mereka.
Tetapi anehnya, walaupun mereka di cap sebagai pembuat onar, ada banyak para siswi yang malah mengidolakan mereka. Lebih parahnya lagi sampai ada yang berani dengan gak tau malu nya menggoda salah satu dari mereka untuk tidur bersama.
Salah satu yang paling banyak fans nya ini siapa lagi kalau bukan ketua gengnya, Park Chanyeol. Anak dari salah satu pengusaha ternama di negeri Ginseng ini benar-benar membuat pro dan kontra. Ya alasannya sederhana kenapa walaupun dia adalah biang kerok di sekolah atau diluar sekolah, biang dari semua kekesalan dan masalah buat para guru tapi banyak para gadis yang rela ditiduri secara cuma-cuma ini juga, gak pernah bisa dikeluarkan oleh sekolah? Simpel. Menghormati status orang tuanya yang juga menyandang donatur terbesar di yayasan tempatnya sekolah. Kepala sekolah mana yang berani buat ngeluarin anak semata wayangnya seorang donatur yayasan? Gak ada.
Tetapi karena itu juga sifat sombong dan angkuh Chanyeol semakin menjadi-jadi. Karena dia tau kalau sekolah akan takut karena statusnya itu maka dia semakin berani buat nyari masalah. Seperti sekarang, berkumpul di belakang sekolah dengan asiknya bercanda, merokok dan menikmati setiap tegukan bir itu hanya sebagian kecil masalah yang Chanyeol bikin.
“Eh, kemarin gue nidurin si Rose! Gilak body nya menggiurkan tapi pas di bobol gak enak anjir!” celetuk Johnny, salah satu anak buahnya Chanyeol.
“Tai lo! Kemarin nyerobot duluan, padahal kan si Rose udah jadi inceran gue minggu kemarin. Eh emang gak enak kenapa?” tanya Kai.
__ADS_1
“Longgar koplok! Kebanyakan di pake sama om-om kali! Tau gitu gue hibahin ke lo aja deh.” sahut Johnny.
“Hahahaha makanya nyari cewe itu yang innocent dong, jadi masih rapet.” sambung Taehyun.
“Halah itu mah lo nyari anak innocent karena gak mau dia tau kalau lo masih cetek permainannya!” hina Kai.
“Eh lo gak nyari mangsa, Chan?” tanya Kai.
Chanyeol yang dari tadi hanya diam mendengarkan teman-temannya bergosip itu hanya ber-'hmm' ria tanpa mau menjawab pertanyaan dari Kai.
Gak berapa lama setelah itu bel sekolah berbunyi, menandakan jam pelajaran berganti dengan jam istirahat. Mereka masih enggan beranjak dari sana dan hanya membicarakan hal yang unfaedah sama sekali.
‘Itu siapa? Gak takut gitu ada disini. Dia buta gak liat geng gue disini?’ tanya Chanyeol dalam hati
Penasaran, kenapa ada orang yang berani datang hanya untuk duduk mencari tempat menyendiri. Dan pikiran Chanyeol lebih terkejut lagi setelah melihat apa yang anak lelaki itu keluarkan dari plastik hitam yang tadi dia bawa.
‘Seriusan? Lo kesini jauh-jauh ke tempat anak-anak berandalan nongkrong cuman buat makan bekel?? Otak anak ini kayaknya ada yang salah deh.’ Chanyeol masih aja penasaran cuman dia gak mau memperlihatkan ke teman-temannya.
__ADS_1
“Heh lo! Siapa yang ngebolehin lo disini, hah?!” teriak Kai marah setelah sadar ada orang lain selain mereka disana.
“Ah sorry, aku cuman numpang duduk aja disini. Abis itu aku bakal pergi ko kalau udah selesai makan.” jawab anak lelaki tadi.
“YANG NGEBOLEHIN NGEJAWAB SIAPA ANJ**” bentak Johnny.
“Ma-maaf ta-tadi kan d-dia nanya” jawab anak itu ketakutan.
“Eh si kamvret malah ngejawab lagi. Minta di tonjok hah?” Kai yang sudah siap buat mukulin anak itu karena berani ngelawan mereka. Tetapi..
“Cabut yuk! Gue bosen disini. Gue mau maen game atau jalan-jalan lah, kuy!” tiba-tiba Chanyeol nyeletuk mengalihkan pandangan kedua temannya itu dari anak laki-laki yang sepertinya ketakutan itu.
“Lah, ini udah dapet bahan samsak malah disuruh jalan-jalan. Gimana sih, Chan? Gue mau ngehajar tu anak dulu!” protes Kai.
“Iya sok aja, tapi inget lo, tanpa gue di TKP lo gak akan selamat dari teguran kepsek.” setelah itu Chanyeol berdiri dan pergi meninggalkan teman-temannya itu dan berjalan ke arah parkiran mobil.
Kai dan Johnny tau jelas, tanpa Chanyeol di TKP saat mereka bikin onar, mereka bakal langsung di keluarin sama sekolah. Mereka masih selamat dari ancaman DO karena Chanyeol yang selalu mencari masalah walaupun mereka juga ikut, tapi tanpa Chanyeol mereka gak bakal selamat. Akhirnya dengan pasrah mereka bertiga ngikutin jejak Chanyeol pergi, tetapi gak lupa juga buat melototin anak lelaki yang tadi sempat membuat mereka naik darah.
__ADS_1
Kai yang mendelik sambil memperlihatkan kepalan tangannya ke arah anak itu, sedangkan Jhonny membuat syarat dengan tangannya ke arah leher sambil bibirnya bergerak tanpa suara 'awas mampus lo nanti!'
Sedangkan anak itu hanya terdiam setelah kepergian Chanyeol dan tidak terlalu memperhatikan kedua orang itu mengancam dirinya.