
Di antara berisiknya kelas yang ditinggalkan gurunya tanpa ada tugas pengganti, suasana heboh oleh suara-suara yang sibuk bergosip entah itu tentang gebetannya, artis Kpop favoritnya atau tentang OTP humu yang sekarang digandrungi oleh para fujo/fudan. Ada satu orang yang duduk tenang di pojok belakang kelas, sambil terlihat tetap fokus membaca walaupun sekitarnya sibuk ber-toa ria dengan topik berbeda-beda.
Anak lelaki ini tetap bergelut pada buku pelajarannya, berusaha untuk mengenyahkan suara-suara berisik di sekitarnya. Anehnya, walaupun dia berjenis kelamin lelaki tulen, tetapi paras dan hati nya sangat cantik dan murni. Berkulit putih flawless, bermata sayu indah yang dihiasi wajah imutnya itu. Sejauh ini teman-teman sekelasnya hanya mendengarkan beberapa kali saja dia berbicara, saat menjawab pertanyaan guru atau sedang presentasi di kelas.
Anak laki-laki ini bernama Byun Baekhyun. Hanya itu yang teman-teman sekelasnya tau tentang dia selain dia adalah murid kesayangan para guru karena prestasi yang selalu didapatkannya. Dia pernah tinggal dan dibesarkan di panti asuhan, ya dia tidak mempunyai satu keluarga pun yang dia tau, hanya orang-orang di panti saja yang menjadi keluarganya. Nama Byun pun itu sebenarnya adalah nama ibu penjaga panti yang dulu menemukannya menangis di pintu gerbang panti saat masih bayi ditinggalkan oleh orangtuanya.
Sekarang dia mencoba mandiri dengan keluar dari panti karena umurnya yang sudah terbilang cukup dewasa untuk tinggal disana lagi dan juga karena panti setiap bulannya pasti akan ada anak lain yang terus berdatangan. Demi membiayai hidup, dia belajar keras untuk mendapatkan beasiswa pendidikan yang akhirnya membawanya ke salah satu sekolah elit ini. Pada sore harinya, dia akan bekerja part time di salah satu kafe 24 jam yang berada tidak jauh dari sekolahnya itu. Memang tidak mudah untuk menjalani hidup sendiri di usia muda tanpa bantuan keluarga, tetapi Baekhyun berhasil menjalankan kehidupannya itu sampai detik ini tanpa mengeluh sekalipun. Dia merasa bersyukur karena masih ada orang-orang yang jauh lebih susah kehidupannya dibandingkan dengan dirinya.
Setiap bulannya setelah gajian, dia akan menyisihkan sedikit uangnya untuk membantu panti. Dia tidak ingin menjadi 'kacang lupa kulitnya', dia masih merasa kalau dia berhutang budi seumur hidup pada panti asuhan itu karena di sana dia mengenal arti keluarga dan bagaimana peduli akan sesama orang yang kehilangan.
"Baekhyun, makan siang di kantin yuk." Tiba-tiba seorang anak laki-laki menghampiri mejanya.
"Duluan aja, aku udah bawa bekal dari rumah. Maaf ya." jawab Baekhyun pelan.
"Yah, kenapa sih kalau diajakin makan bareng selalu aja alasannya itu mulu. Lo kagak bosen gitu makan sendirian?" tanya anak lelaki itu.
"Bukannya gak mau, tapi kan lebih irit kalau makan bekal daripada beli di kantin yang mahal. Lumayan uangnya buat nabung." jawab Baekhyun.
Iya, tiap hari Baekhyun emang selalu nyempetin diri buat bikin bekal ke sekolah dengan alasan biar gak ngeluarin uang lagi selain ongkos naik bis ke sekolah.
"Ayolah Baek, kalau engga makan bekalnya di kantin gimana. Jadi kita tetep bisa makan bareng. Yah yah?" temennya itu masih saja merayu Baekhyun untuk mau bergabung bersamanya dan teman-teman yang lain, 'berinteraksi dengan makhluk hidup' begitu misi teman Baekhyun yang mempunyai tubuh lebih kecil darinya itu.
Di sekolah ini, Baekhyun hanya mempunyai satu teman dan itu pun karena anak laki-laki ini selalu saja mencoba untuk dekat dengannya. Baekhyun sebenarnya tidak masalah siapapun mencoba dekat dengannya, tetapi setiap orang yang mendekati Baekhyun pasti punya maksud terselubung. Bukan karena dia punya uang —dan itu jelas dia gak akan punya uang yang bisa menarik orang lain menjadi temannya, tetapi lebih tepatnya orang-orang mendekatinya hanya untuk memanfaatkan kecerdasaan Baekhyun. Makanya dia memilih untuk bersikap pasif dan menyendiri karena itu jalan satu-satunya untuk bertahan disekolah ini, menurutnya. Sampai satu anak pindahan datang di kelasnya yang selalu saja berusaha untuk dekat dengannya. Dan Baekhyun pun akhirnya dengan senang hati berteman dengannya karena menurutnya anak itu baik dan dia hanya ingin Baekhyun gak sendirian terus.
"Iyaudah oke," jawab Baekhyun sambil tersenyum dan langsung merapikan buku pelajaran yang ada di atas mejanya.
"Yeayyy, akhirnya Baekhyun mau ikut ke kantin!" seru anak itu.
"Ten, jangan lebay gitu." kata Baekhyun kepada temannya yang sedang asik menari-nari kegirangan karena akhirnya Baekhyun mengiyakan ajakannya.
"Haha.. habisnya udah beberapa bulan ini gue ajakin gak pernah sekalipun mau lo nya," kata Ten sambil tertawa
"Iyaudah hayu, sebelum kantin penuh dan kita gak dapat tempat." ajak Baekhyun.
★★★
Sebelum menuju ke kantin, Ten dan Baekhyun sengaja untuk menjemput teman mereka, Kyungsoo dari kelasnya. Ah iya, Kyungsoo adalah teman kedua yang Ten punya dan otomatis dia juga teman Baekhyun. Hanya saja Baekhyun tidak terlalu dekat dengannya, selain karena Baekhyun memang orangnya yang tertutup, dia juga sedikit malu. Malu karena Kyungsoo berasal dari keluarga yang terpandang, selain itu juga karena Kyungsoo adalah siswa cerdas yang bisa masuk ke kelas unggulan alias kelas A sedangkan Baekhyun di kelas C, kelas anak pintar tetapi dengan kemampuan masuk jalur beasiswa. Kelas D dan E jangan ditanya, itu adalah kelas kumpulan anak-anak berandalan yang masuk karena jalur uang dan status. Anak-anak yang miskin dan gak pintar? Mereka gak ada disini, sekolah ini cuman membutuhkan siswa kaya, siswa pintar ataupun keduanya.
"Kyung, ayok ke kantin! Jangan pacaran sama buku teros!" teriak Ten dari arah pintu kelas A. Jangan salah, walaupun dari keluarga yang terpandang, Ten itu jelas diragukan dan mungkin dia berasal dari hutan berteman dengan tarzan. Lihat saja badannya kecil tetapi punya pita suara seperti toa.
"Berisik, setan." balas Kyung dan mulai merapikan buku-buku yang ada di mejanya.
"Cepetan dong, gue laper nih. Si Baekhyun udah kelaparan katanya." kata Ten yang diikuti oleh Baekhyun yang melotot ke arahnya.
__ADS_1
'Seenaknya aja bikin alasan gak jelas' batin Baekhyun.
"Baekhyun yang kelaperan ato lo yang hampir mati?" tanya Kyungsoo sambil jalan ke arah dua orang yang berada di depan kelasnya itu.
"Cih, diem aja dan cepetan! Gue takut gak dapat tempat nih. Lo lebih tau dari gue gimana rame nya kantin kalau jam istirahat." balas Ten.
Akhirnya mereka berjalan ke arah kantin dan diselingi oleh obrolan konyol tanpa batas yang seorang jenius kaya Kyungsoo aja belum tentu tau jawabannya. Dan siapa lagi kalau bukan Ten yang ngasih pertanyaan-pertanyaan konyol itu.
"Eh coba jawab ini. Kalian kan pinter ya jadi pasti tau jawabannya. Dulu waktu sebelum ada pensil, gimana orang-orang pintar yang menciptakan pensil itu bisa ngegambarin rancangannya?"
"Dulu sistem tulis menulis pake arang atau kayu yang dibakar." jawab singkat Kyungsoo.
"Ah ****, terlalu mudah ya" kata Ten.
"Ikan hidupnya di air berarti itu juga menghirup air, apa mereka minum udara?" tanya Kyungsoo.
Ten yang sedang berjalan pun akhirnya berhenti dan mengerutkan dahinya seolah-olah sedang berpikir *memang lagi mikir*
"Hmm aa... itu.. Hmm apa ya?" sahut Ten.
"Apa ikan keluar dari air hanya untuk berenang?" tanya Baekhyun balik ke Kyungsoo.
Kyungsoo yang denger pertanyaan Baekhyun pun tersenyum dan menepuk kepala Baekhyun pelan seolah-olah bilang 'good job'. Dan Ten yang ngedengerin itu makin stress karena dia gak ngerti sama sekali apa yang membuat Kyungsoo tersenyum.
Kyungsoo menepuk kepala Ten pelan sambil bilang, "Lo ketinggalan 10 langkah dari kita, jangan coba-coba bikin pertanyaan kaya gitu lagi."
Ten yang ngedengerin omongan Kyungsoo pun cengo dan gak terima dikatain. Dia memukul pelan jidat Kyungsoo sambil berkata, "Lo ngatain gue bego hah? Sini lo, gue bikin botak biar samaan kaya professor! Sini lo!"
"Anj- sakit setan!!" teriak Kyungsoo kesakitan sambil membalas dengan memukul Ten dan menendangnya.
Baekhyun yang ngeliat scene mereka pun tertawa puas. Walaupun mereka suka berantem tetapi Ten dan Kyungsoo benar-benar dekat karena sahabat sejak kecil.
***
Sesampainya di kantin, ternyata penuh dengan siswa yang lebih dulu sampai. Trio beda sifat ini pun masih sibuk mencari tempat duduk dengan membawa nampan berisi makanan, minus Baekhyun karena dia udah bawa bekal dari kostan.
"Yah penuh. Gimana dong?" tanya Ten.
"Itu ada bangku kosong disana tuh." tunjuk Kyungsoo ke arah sudut kantin. Tetapi setelah mereka sampai kesana ternyata bangkunya hanya tinggal dua dan akhirnya Baekhyun mengalah dan bilang, "yaudah , itu buat kalian aja. Aku cari tempat lain aja"
"Baek, masa lo mau pergi sih? Ten, cepet cariin Baekhyun kursi lagi!" perintah Kyungsoo yang akhirnya membuat Ten mengedarkan pandangannya untuk mencari kursi kosong yang sayangnya ternyata tidak ada.
"Gapapa Kyung, kita ketemu lagi sesudah kelas aja ya. Istirahat kan cuman sebentar jadi kita harus cepet." kata Baekhyun.
__ADS_1
"Iyauda, maaf ya Baek. lo makan sendiri lagi hari ini." jawab Kyungsoo yang sebenarnya gak rela ngebiarin Baekhyun sendirian, tapi dia tau kalau Baekhyun memang lebih memilih sendiri dan gak mau teman-temannya ikut susah.
"Hemm, ketemu di kelas ya. Baibai Kyung, Ten."
"Hati-hati, Baek." sahut Ten.
★★★
Baekhyun berjalan mencari tempat yang sepi untuk menikmati makan siangnya itu, dia gak terlalu suka dengan tempat ramai. Akhirnya dia sampai di belakang bangunan sekolah yang jarang didatangi oleh siswa. Awalnya sih dia gak sadar kalau ternyata disana ada gerombolan anak-anak yang sedang nongkrong juga, tetapi karena dia pikir sudah terlanjur sampai dan gak mungkin dia balik lagi karena waktu istirahat akan habis. Akhirnya dia memberanikan diri untuk tetap memasuki area belakang sekolah dan memilih untuk duduk di pojokan yang agak jauh dari gerombolan itu.
Setelah menemukan spot yang enak untuk menikmati makan siangnya, Baekhyun akhirnya mengeluarkan bekal makanannya dari tas plastik yang tadi dia bawa. Memang sih untuk seumurannya, bawa bekal makanan ke sekolah itu hal yang memalukan tapi Baekhyun gak malu, dia sengaja membawa bekal agar uang jajannya gak habis dengan hal yang gak perlu.
'Ah gajih bulan ini aku akan belikan anak-anak hadiah apa yah? Mamah pasti kerepotan mengurus semua anak anak panti. Aku harus bisa bantuin mamah buat renovasi rumah panti, kasihan mereka kalau tiap hujan selalu bocor' pikir Baekhyun sambil mulai menikmati makan siangnya.
Selagi Baekhyun asik makan, dia gak nyadar ternyata anak-anak berandal yang nongkrong tidak jauh dari tempatnya itu sedang memperhatikannya. Sampai tiba-tiba, "Heh lo! Siapa yang ngebolehin lo disini hah?!" teriak anak yang tinggi dan wajah yang sangar. Baekhyun yang akhirnya sadar kalau dia yang diteriakin mau gak mau meminta maaf.
"Ah sorry, aku cuman numpang duduk aja disini. Abis itu aku bakal pergi ko kalau udah selesai makan." jawab Baekhyun.
"YANG NGEBOLEHIN NGEJAWAB SIAPA ANJ**" bentak seseorang yang lain tidak kalah sangarnya.
Mendengar bentakan itu, nyali Baekhyun menciut seketika dan dia takut. Bukan takut dibully atau diolok-olok,
'Aduuuh, gimana ini kalau sampe berantem keroyokan gitu bisa kalah dan memar-memar sampai gak bisa kerja terus kalau aku dikeluarkan dari tempat kerja dan gak bisa ngasih uang bulanan buat anak-anak panti gimana? Beam kudu ottoke?' pikir Baekhyun.
"Ma-maaf ta-tadi kan d-dia nanya" jawab Baekhyun ketakutan.
"Eh si kamvret malah ngejawab lagi. Minta di tonjok, hah?" anak laki-laki tadi membentak Baekhyun pun maju beberapa langkah ke arah Baekhyun, di pikiran Baekhyun cuman bagaimana caranya dia kabur dari mereka dan perkelahian bodoh itu. Tapi ketika Baekhyun sedang menyusun rencana kabur, tiba-tiba..
"Cabut yuk! Gue bosen disini. Gue mau maen game atau jalan-jalan lah, kuy!" tiba-tiba anak lelaki bertubuh tinggi yang sejak awal hanya diam memperhatikan teman-temannya memaki Baekhyun akhirnya nyeletuk mengalihkan pandangan kedua temannya itu dari Baekhyun yang dari awal sudah ketakutan plus memaksakan otaknya tetap bekerja mencari jalan pintas kabur.
"Lah, ini udah dapet bahan samsak malah disuruh jalan-jalan. Gimana sih, Chan? Gue mau ngehajar tu anak dulu!"
'Hah, Chan? Chanyeol si Evil Prince? Aku denger dia anak berandalan yang masih tetap dipertahankan dari sekolah cuman karena pengaruh orang tuanya. Aku pikir dia jelek sesuai nama julukannya, tetapi dia..' pikir Baekhyun.
"Iya sok aja, tapi inget lo, tanpa gue di TKP lo gak akan selamat dari teguran kepsek." setelah itu Chanyeol berdiri dan pergi meninggalkan teman-temannya itu dan berjalan ke arah parkiran mobil.
Akhirnya dengan pasrah mereka berdua ngikutin jejak Chanyeol pergi, tetapi tidak lupa juga buat melototin Baekhyun yang sejak tadi masih berdiri dan gak berani bergerak dari tempatnya.
Anak Seram 1 mendelik sambil memperlihatkan kepalan tangannya ke arah anak itu, sedangkan Anak Seram 2 membuat syarat dengan tangannya ke arah leher sambil bibirnya bergerak tanpa suara 'awas mampus lo nanti!'
Sedangkan Baekhyun yang masih terdiam setelah kepergian Chanyeol dan tidak terlalu memperhatikan kedua orang itu mengancam dirinya.
"SELAMAAAAT... huft" ucap Baekhyun setelah mereka semua pergi.
__ADS_1