The Answer Is You

The Answer Is You
BAB 09


__ADS_3

Hari kelulusan sekolah semakin dekat, dan itu membuat Baekhyun semakin cemas akan nasibnya. Bukan hanya nasibnya, tetapi juga nasib seseorang yang juga menjadi tanggung jawabnya.


Sudah beberapa bulan ini Baekhyun tinggal di kediaman keluarga Park sebagai teman sekaligus sebagai guru private Chanyeol. Memang tidak mudah, mengingat bagaimana sikap Chanyeol yang kadang-kadang harus dipaksa dulu baru menurut untuk belajar bersamanya. Kadang Chanyeol hanya akan duduk diam memandangnya saat menjelaskan suatu rumusan masalah dari soal. Bukannya Baekhyun tidak tau, dia sadar jika Chanyeol selalu memperhatikan wajahnya jika sedang belajar bersama tetapi ia memilih untuk tidak tau dan berpura-pura sikap Chanyeol itu tidak berefek apa-apa pada kesehatan jantungnya.


“Chan, kalau kamu gak lulus di SNU, kamu mau kemana?” tanya Baekhyun saat mereka berdua sedang asik menikmati udara sore dan ditemani secangkir teh di halaman belakang mansion Park.


“Gak tau. Tapi kata papih, jika aku gak lulus kemungkinan aku akan kuliah diluar negeri.” jawab Chanyeol santai sambil sesekali meresapi secangkir kopi hitamnya.


Mendengar jawaban itu Baekhyun seketika terdiam. Ah dia lupa, jika Chanyeol adalah anak dari orang yang terpandang. Jelas jika Chanyeol tidak masuk kuliah di SNU, maka kemungkinan ia akan kuliah di luar. Tidak seperti dirinya, mengikuti tes masuk universitas karena desakan dari Chanyeol yang mengatakan jika Baekhyun tidak kuliah makan Chanyeol juga tidak akan kuliah.


Target awalnya adalah membuat Chanyeol masuk ke universitas itu lebih tepatnya ke Fak. Bisnis sedangkan ia mendaftar di Fak. Kedokteran. Ia tau jika fakultas itu pasti akan lebih selektif dalam menyaring siswa baru untuk masuk. Kalaupun Chanyeol lulus dan dia tidak, itu tidak jadi masalah karena targetnya berhasil membuat Chanyeol masuk. Dan itu juga menjadi akhir dari perjanjiannya dengan orangtua Chanyeol. Dan mungkin setelah ini Chanyeol juga akan pelan-pelan melupakannya karena kehidupan perkuliahan yang baru, dengan teman-teman yang baru dan juga mungkin kekasih.


Memikirkan itu membuat Baekhyun merasa sedikit sedih. Mungkin ia memang harus lebih bekerja keras lagi agar posisinya bisa lebih sejajar dengan Chanyeol. Dengan sahabat barunya itu.


“Tapi kita kan belum tau apa hasilnya. Semoga saja kita berdua lulus. Tapi kenapa sih kamu lebih memilih kedokteran? Kita jadi gak bisa bareng terus sama kamu kalau kita beda fakultas.” rajuk Chanyeol sambil memanyunkan bibirnya.


Melihat tingkah kekanak-kanakan Chanyeol, Baekhyun hanya menanggapinya dengan senyuman. Sangat aneh jika melihat pria yang bertubuh atletis itu bertingkah manja. Sangat tidak cocok.

__ADS_1


Mungkin Baekhyun harus sedikit menikmati waktunya bersama Chanyeol. Mungkin sebelum akhirnya hasil itu menentukan bagaimana masa depan mereka nantinya.


★★★


Resah, khawatir, takut, excited dan penasaran. Itu yang dirasakan Baekhyun saat berdiri di depan papan pengumuman sekolahnya.


Sejak tadi pagi, ia merasa gelisah karena hari ini adalah hari penentuan dimana kelulusan sekolah diumumkan. Beda dengan Chanyeol yang santai dan tersenyum senang seolah-olah ia yakin 100% kalau ia akan lulus.


“Tenang aja Bee, selama guru private-ku adalah kamu, aku percaya sesusah apapun soalnya aku pasti bisa.” kata Chanyeol percaya diri.


“Tapi beneran kan kamu isi dengan teliti jawabannya? Gak kamu kosongin lembar jawabannya kan?” tanya Baekhyun untuk kesekian kalinya. Bahkan pertanyaan itu yang terlebih dahulu ditanyakan saat melihat Chanyeol keluar dari kelas saat ujian sebulan yang lalu.


Semakin jarinya bergerak semakin ke bawah tetapi nama Chanyeol juga belum ditemukan.


‘Bagaimana ini? Apa dia gak lulus?’ pikir Baekhyun yang sudah panik. ‘Tidak, tidak. Chanyeol harus lulus. Demi masa depannya dan juga masa depanku.’ ucap Baekhyun dalam hati menyakinkan dirinya sendiri.


Jarinya sudah bergerak diujung daftar nama siswa tetapi tidak ditemukan juga nama Chanyeol. Ia ingin menangis, ia merasa gagal jika Chanyeol benar-benar tidak lulus. Baekhyun menenangkan diri dan menarik nafas pelan. Jarinya mulai menyusuri dari awal daftar teratas lagi. Siapa tau ada yang terlewat oleh netranya, karena memang tadi Baekhyun hanya mencari di daftar 50 terbawah.

__ADS_1


Setelah melewati 10 besar nilai tertinggi, tiba-tiba mata Baekhyun berair, pipinya sudah basah akibat air mata yang mengalir deras. Baekhyun tidak percaya dan terus menangis hingga ia harus menutup mulutnya dengan tangan agar tidak ada yang menyadari bahwa dirinya menangis. Matanya mencari-cari sosok yang tengah dipikirkannya itu. Chanyeol.


Setelah netranya berhasil menangkap sosok itu, Baekhyun langsung berlari menujunya. Ia tidak peduli bagaimana reaksi sekelilingnya ketika melihatnya menangis sambil berlari itu. Ia terus berlari dan memeluk sosok Chanyeol. Ia menangis di pelukan sahabatnya itu. Chanyeol membalas dekapannya itu dengan erat dan mengelus kepala belakangnya dan sekilas ia juga mencuri cium pada ujung telinga Baekhyun sambil tersenyum kecil.


“Ch-Chanyeol.. Selamat..” kata Baekhyun dengan terputus-putus akibat cegukan sehabis menangis tadi.


“Kamu nangis karna aku lulus, hmm? Manisnya.” kata Chanyeol tersenyum senang. Ia lega, satu janjinya pada Baekhyun bisa ditepati. Tinggal beberapa janji lagi.


“Aku senang kamu bisa lulus sekolah dengan usaha sendiri tanpa bantuan orangtua kamu. Selamat ya..” Baekhyun mendongak ke atas, menatap wajah Chanyeol sambil tersenyum tulus.


“Terimakasih.” balas Chanyeol dengan mata yang sedikit berair. “Selamat juga sudah menjadi peringkat kedua, Bee. Kamu yang terhebat.” sambung Chanyeol sambil tersenyum dan mengelus pipi Baekhyun dengan lembut.


“Peringkat 2? Siapa?” wajah merah Baekhyun sehabis menangis itu terganti dengan wajah bingungnya yang terlihat menggemaskan di mata Chanyeol.


“Iya. Kyungsoo peringkat pertama dan kamu ―Byun Baekhyun, kamu peringkat kedua. Selamat ya.” kata Chanyeol dengan wajah bangga.


Memang Baekhyun tadi hanya fokus mencari nama Chanyeol saja tanpa susah payah mencari namanya sendiri. Tetapi bukannya tadi ia melihat peringkat 10 besar? Kenapa ia tidak melihat namanya sendiri?

__ADS_1


Baekhyun tersenyum dan merasa lega. Satu janji telah ditepati yaitu Chanyeol lulus dari sekolah tanpa bantuan dari kedua orangtua Chanyeol. Satu janji lagi, yaitu Chanyeol harus masuk ke SNU. Apa dia bisa membawa Chanyeol sukses masuk bersamanya kesana? Mungkin. Itu harapannya.


__ADS_2