The Answer Is You

The Answer Is You
BAB 10


__ADS_3

Akhirnya setelah perasaan bahagia karena keduanya lulus dengan nilai yang memuaskan, orangtua Chanyeol membuat sebuah pesta kecil-kecilan untuk meluapkan rasa syukur dan terimakasih pada Baekhyun yang bisa membuat anak bandel mereka bisa lulus sekolah dengan usahanya sendiri. Memang sedikit tidak percaya pada awalnya. Seorang Park Chanyeol, anak bandel yang menjadi daftar siswa teratas di guru BK karena selalu membuat onar itu bisa dengan tiba-tiba berusaha keras untuk belajar dan lulus. Banyak dari murid lain merasa aneh saat menemukan Chanyeol sedang membaca buku di perpustakaan.


“Apa hari ini April Mop?” tanya salah satu murid waktu itu di perpustakaan pada teman semejanya.


“Tidak, kenapa?”


“Aku pikir ini cuma lelucon. Tapi bagaimana mungkin mataku melihat Chanyeol Sunbae ada disini?” setengah tidak percaya dengan matanya sendiri membuat si Winwin kutu buku mengusap kedua matanya karena melihat senior yang terkenal akan sikap bully dan pembuat onar ini berada di tempat sakral para siswa teladan alias kutu buku.


Mendengar ucapan temannya itu, XiaoJun hanya tertawa dan menepuk bahu Winwin seraya bilang, “Kau lihat siapa yang di samping Chanyeol Sunbae?”


Winwin mengangguk tanpa melepaskan pandangannya pada kedua orang seniornya yang berada tidak jauh dari meja mereka.


“Katanya tidak ada yang bisa membuat Chanyeol Sunbae melakukan sesuatu atau berani memerintahnya, tetapi ternyata rumor itu salah. Baekhyun Sunbae ternyata bisa melakukannya, yang bahkan kedua orangtua ataupun para guru sendiri tidak bisa.” jawab XiaoJun sambil membenarkan letak kacamata yang merosot di antara tulang hidungnya.


“Iya kau benar, Jun.” jawab Winwin sambil tersenyum. Ia merasa akhir-akhir ini ketakutannya terhadap para murid yang suka membully juga sudah tidak ada lagi. Apa ini juga karena Baekhyun Sunbae yang selalu bersama Chanyeol Sunbae? Tetapi ada hubungan apa mereka berdua?


Mungkin itu adalah pertanyaan semua murid, bahkan para guru di sekolah.


Setelah kelulusan sekolah, mereka mempunyai waktu 2 minggu untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian masuk kuliah lagi. Sebagian para siswa mungkin menghabiskan waktu senggangnya untuk berlibur setelah kelulusan, tetapi tidak untuk Baekhyun. Ia masih saja berkutat dengan buku-bukunya. Hingga itu juga membuat Chanyeol kesal karena Baekhyun selalu menolak jika diajak keluar rumah walaupun hanya untuk jalan-jalan saja.


“Ayolah Bee, hanya sebentar saja. Lagipula dari kemarin kan kamu selalu belajar.” rengek Chanyeol saat melihat Baekhyun tetap berkutat pada bukunya.


“Chan, sebentar lagi kan tes masuk perguruan tinggi. Harusnya daripada bermain lebih baik kita manfaatkan dengan belajar agar nanti kamu siap dengan soal yang ada.” jawab Baekhyun tanpa melirik ke arah Chanyeol yang sudah memasang tampang merengek seperti bayi kecil.


“Tapi kan kita baru aja lulus sekolah. Kalau sekarang aku belajar lagi bisa-bisa rambut atas bawah rontok dan berubah menjadi Einstein. Kamu setega itu melihatku botak depan?”

__ADS_1


Sumpah, mendengar rengekan Chanyeol yang tidak sesuai dengan ukuran badannya itu kadang membuat Baekhyun jengah tetapi juga lucu. Dia selalu heran, bagaimana mungkin Chanyeol yang menggemaskan ini menjadi leader dari sekumpulan murid nakal yang hobi berkelahi dan membuat masalah?


Akhirnya dengan satu hembusan nafas kasar, Baekhyun berhenti dengan aktivitas membacanya dan membalikkan tubuhnya menghadap Chanyeol. “Memang kamu tidak mau kuliah bareng aku?”.


“Aku mau, sangat mau malah. Tetapi otakku juga perlu refreshing, Bee. Otakmu juga memerlukan itu. Begini saja, bagaimana jika hari ini kita jalan-jalan ke mall saja dan besok aku janji kita akan belajar bersama hingga senja. Deal?” Chanyeol berusaha untuk tawar-menawar dengan Baekhyun layaknya seorang CEO yang menawarkan kerjasama saham di perusahaan. Tangannya sudah menjulurkan dengan harapan agar Baekhyun mau menerima ajakannya itu.


“Baiklah. Hanya hari ini saja dan besok kamu harus belajar dan kita akan sama-sama diterima di kampus itu.” Baekhyun meraih tangan Chanyeol dan menggerakkannya ke atas-bawah sambil tersenyum manis dan dibalas oleh Chanyeol.


Setelah itu, seharian penuh mereka berkeliling dan bermain layaknya anak kecil saat berada di arcade. Bahkan saat di stand permainan Dancing on Floor, mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang berkumpul hanya untuk memperhatikan tingkah mereka yang menggemaskan. Sosok Chanyeol yang berandalan seperti preman bisa menari dengan lincah dan tertawa lepas, sedangkan sosok cantik Baekhyun yang kikuk saat mencoba mengikuti irama dari lagu serta gerakan dari Chanyeol. Sungguh, pemandangan yang jarang didapatkan oleh orang-orang yang gemar bermain kesana.


Seharian itu mereka bermain dengan lepas, tanpa ada beban apapun. Hanya menikmati waktu berdua, melakukan apapun yang mereka suka tanpa ada seorangpun yang mengatur. Tanpa mereka sadari jika keduanya sama-sama mempertanyakan kesehatan dari jantungnya yang berdetak sangat tidak beraturan saat jemari mereka saling terkait satu sama lain. Mungkin, mungkin hari itu adalah hari dimana pancaran dari mata mereka penuh dengan cinta dan kasih sayang. Sebagai sahabat, mungkin. Mungkin lebih dari itu.


★★★


“Bee, berhenti nge-refresh halaman website-nya. Hasilnya gak akan keluar sebelum jam 5 nanti.” celetuk Chanyeol jengah karena dari tadi melihat tingkah Baekhyun yang terus menerus berkutat pada laptop untuk melihat hasil seleksi masuk mereka berdua.


“Ini jam berapa, Chan? Ah kenapa lama banget sih?” Baekhyun yang tidak sabaran dan juga gugup tidak menutupi cemasnya saat tau hari ini adalah penentuan dari janjinya yang kedua. Membuat Chanyeol bisa masuk dan kuliah di universitas ternama itu. Sejak tadi pagi bahkan dirinya tidak berhenti bertanya pada Chanyeol bagaimana jika hasilnya tidak memuaskan, atau ia akan mondar-mandir sambil membawa Ipad Chanyeol untuk terus memantau hasilnya.


Chanyeol melirik ke jam tangannya dan tersenyum saat melihat wajah merenggut Baekhyun yang dibarengi juga bibir manyunnya itu. Pemandangan itu otomatis membuat senyum Chanyeol terukir jelas. Entahlah, melihat wajah Baekhyun yang menurutnya manis itu selalu membuatnya merasa hangat hingga ke dalam hatinya. Lucu.


“Sebentar lagi jam 5, lebih baik kamu mandi dulu setelah itu kita lihat hasilnya sama-sama hmm, bagaimana?” kata Chanyeol sambil mengusap rambut Baekhyun yang akhirnya dibalas dengan anggukkan pasrah dan meletakkan laptop diatas meja sebelum beranjak ke dalam kamar untuk mandi dan melepaskan stresnya dengan guyuran air hangat.


Selama tinggal di mansion Chanyeol, mereka memang tidur satu kamar. Itu ide mereka berdua sebenarnya. Baekhyun yang tidak ingin merepotkan keluarga Chanyeol dengan menempati kamar lain yang menurutnya sangat tidak perlu dan di lain pihak, Chanyeol hanya tidak ingin tidur terpisah dari Baekhyun. Alasannya sih agar punya teman bicara saat menjelang tidur.


Atau itu hanyalah alasan saja? Entahlah.

__ADS_1


★★★


Setelah Baekhyun selesai mandi, ia langsung menyusul Chanyeol yang masih berada di ruang tengah untuk sama-sama menunggu hasil keluar. Masih dengan rambut basah, ia memposisikan duduknya di samping Chanyeol tepat di dekat meja yang menghadap laptop. Mereka tidak memperdulikan sofa besar yang berada di belakangnya malah duduk diatas permadani lembut yang menyambut pantat mereka dengan empuk.


“Hey, rambut kamu masih basah. Jangan sampai masuk angin dan sakit.” kata Chanyeol yang jengkel karena bukannya ia langsung mengeringkan rambutnya sesudah keramas malah Baekhyun biarkan basah hanya agar tidak tertinggal berita penting itu.


“Nanti, setelah aku tau hasilnya, Chan. Sekarang aku cuman pengen lihat ini.” kata Baekhyun tanpa melepaskan matanya dari layar.


Chanyeol berdecak kesal tetapi melakukan apa-apa selain beranjak pergi dan mengambil handuk kering dari lemari kecil di kamar mandi mereka di lantai dua dan kembali ke ruang tamu. Chanyeol duduk di belakang tubuhnya dan mengeringkan rambutnya tanpa banyak bicara. Perlakuan Chanyeol itu membuat Baekhyun nyaman dan bergumam pelan mengatakan ‘terimakasih’. Entah itu hanya perasaan saja atau bagaimana, tetapi selama pertemanan mereka yang terbilang singkat dan aneh itu tidak membuat Baekhyun merasa risih. Ia malah sangat nyaman dengan semua perlakuan yang diberikan oleh Chanyeol padanya, begitu pula dengan Chanyeol yang tidak pernah keberatan melakukan apapun untuk Baekhyun. sangat berbeda dengan Chanyeol beberapa bulan yang lalu, saat ia masih dicap sebagai berandalan sekolah dan pembuat onar. Chanyeol yang sekarang adalah sosok penyayang dan perhatian. Itu mungkin hanya Baekhyun saja yang merasakan, orang lain pasti tidak akan pernah melihat sikap manis Chanyeol seperti ini.


“CHAN! CHAN, LIHAT!!” Baekhyun tiba-tiba teriak seperti kesetanan. Ah, ia sepertinya melupakan jika ini mansion Chanyeol bukan kontrakan sempit miliknya.


“Why?” tanya Chanyeol sambil menghentikan aktifitas mengeringkan rambut milik Baekhyun dan memajukan tubuhnya untuk melihat sesuatu yang Baekhyun tunjukkan di layar laptopnya.


“Lihat, Chanyeol! Itu- itu nama kamu!! KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAA CHANYEOOOLL! KAMU LULUS DAN KULIAH!!!” teriak Baekhyun senang. Oke, mungkin habis ini Chanyeol akan memeriksakan gendang telinganya kalau-kalau nanti terjadi masalah karena Baekhyun teriak persis di telinganya karena posisi mereka sangat dekat tanpa jarak.


Jari Chanyeol langsung aktif meng-scroll touch screen laptopnya dan mencari satu nama yang ada di pikirannya di daftar fakultas lainnya. Jika namanya muncul di daftar, berarti nama orang itu juga pasti -


“BAEKK!! KAMU LULUS JUGA!!!!! ANJIRRRRRRRR KITA BISA SATU UNIVERSITAS!!! BIARPUN BEDA GEDUNG TAPI KITA TETEP BARENG!” kini giliran Baekhyun yang harus memesan janji temu dengan dokter telinga sepertinya.


Mereka berdua tertawa senang dan saling berpelukan karena akhirnya mereka berdua di terima di SNU. Bahagia, lega dan bersyukur, itu yang saat ini mereka rasakan. Chanyeol yang dulu mungkin tidak akan se-excited ini untuk masuk kuliah, diam-diam sebenarnya ia takut. Takut jika ia tidak lolos dan membuat Baekhyun kecewa. Jadi selama itu, ia berusaha untuk menyaring penjelasan yang setiap malam Baekhyun berikan padanya dan juga jika si mungil sudah tidur, ia akan diam-diam bangun dan belajar lagi hingga pagi menjelang. Hasilnya ia selalu tidur jam 4 pagi dan terbangun lagi jam 7 pagi karena Baekhyun pasti akan bangun pagi setiap hari. Tubuhnya entah kenapa selalu mengikuti kebiasaan Baekhyun yang menyusahkan itu. Dulu, sewaktu mereka masih di kontrakan, Chanyeol selalu protes jika Baekhyun membangunkannya pagi-pagi. Tetapi sekarang tanpa dibangunkan lagi, hanya dengan gerakan kecil si mungil saat bangun tidur, tubuhnya akan langsung merespon dan ikut bangun.


Tanpa mereka sadari, selama mereka berpelukan dan tertawa, di ruangan lain ada dua orang yang tengah memperhatikan mereka. “Mungkin ini waktu yang tepat untuk ngomong sama Chanyeol, Mih.” kata Tuan Park pada istrinya yang hanya dibalas anggukan pelan tanpa melepas pandangannya pada dua orang di ruang tengah. “Baekhyun sudah kuanggap anak sendiri, pih. Jangan keras pada mereka.” kata nyonya Park pelan.


Iya, mungkin ini saatnya untuk mereka menghadapi kenyataan.

__ADS_1


__ADS_2