
Sudah hampir empat hari Chanyeol tinggal bersama Baekhyun, dan hampir setiap malam juga Chanyeol menggunakan berbagai macam alasan agar dia bisa tidur di kasur empuk milik Baekhyun. Sedangkan Baekhyun, ya anak itu memang gampang sekali luluh dengan hanya kebohongan kecil dari mulut Chanyeol dan akhirnya berakhirlah setiap malam dia tidur beralaskan tikar dan segumpal boneka yang dipakaikan baju untuk menjadi bantal.
Seperti malam ini juga, Chanyeol sedang memutar otaknya agar Baekhyun bersedia merelakan kasur miliknya dijajah oleh dirinya lagi. Apa yah alasan malam ini?
Tapi belum sempat Chanyeol mencari alasan, dia melihat Baekhyun sudah mengambil boneka teddy bearnya beserta selimut dan membawanya ke atas tikar yang biasa menjadi tempat dia tidur.
Sebagian hati Chanyeol merasa menang karena tanpa membuang-buang pikiran mencari alasan ternyata Baekhyun sudah lebih dulu mengalah. Tetapi di satu sisi, ada yang mengganjal dan membuatnya tidak nyaman melihat Baekhyun harus mengalah padanya.
“Baek, malam ini biarkan aku tidur di bawah. Kamu bisa tidur di kasurmu.” tanpa berpikir panjang, Chanyeol mengucapkan sesuatu yang dirinya pun tidak siap mendengarkan perkataannya itu.
‘Kenapa gue yang menawarkan diri untuk tidur dibawah?’ kata Chanyeol dalam hati.
Baekhyun menoleh saat mendengar Chanyeol berinisiatif untuk menggantikannya tidur di alas tipis yang sudah tiga hari ini dia jadikan tempat tidur. “Gak perlu, kamu kalau masih sakit bisa tidur dulu di kasur. Jangan sampai luka bahu yang bekas kecelakaan itu jadi sakit lagi.” dengan suara lembut Baekhyun mengalah pada Chanyeol. Dia tidak ingin Chanyeol tersiksa dan malah membuat lukanya tambah parah.
__ADS_1
Ya, beberapa hari yang lalu Chanyeol berbohong pada Baekhyun dengan berkata kalau dia sebelum bertemunya malam itu sempat mengalami tabrakan dan berakhir dengan bahu yang terluka. Ia tidak bisa tidur di alas yang keras dan juga dingin. Hanya demi tidur di kasur yang nyaman, Chanyeol berbohong pada Baekhyun dan sekarang rasanya Chanyeol menyesal karena membuat pria mungil percaya padanya dan menyiksa diri untuk tidur di alas tipis itu. Tapi melihat Baekhyun yang tetap ingin tidur di bawah akhirnya Chanyeol beranjak dari kasur dan menggendong tubuh kecilnya dengan gaya bridestyle dan menempatkannya di atas kasur.
“Malam ini kita berdua tidur di atas kasur.” sebelum Baekhyun ingin protes, Chanyeol sudah membungkam mulutnya dengan bilang, “Gak ada penolakan. Aku gak suka ditolak!” jawab Chanyeol sambil merebahkan tubuhnya di samping tubuh Baekhyun dan membagi selimutnya dengannya.
“Makasih, Chan. Good nite..” ucap Baekhyun pelan dan dijawab Chanyeol dengan ber-’hmm’ saja tanpa melihat ke arahnya.
★★★
Selain itu juga Chanyeol selalu membantu Baekhyun mengurusi kontrakannya. Dulu, sewaktu awal dia tinggal bersamanya, kerjaannya hanya membuat berantakan kamar saja tanpa mau ikut membantu Baekhyun bersih-bersih, tetapi sekarang dia bangga bisa menyapu dan berhasil mencuci piring tanpa ada satu piring yang pecah seperti pertama kali dia mencoba mencuci piring.
Bahkan setiap malam sesudah Baekhyun pulang dari kerja paruh waktunya, Chanyeol sudah menyediakan teh hangat untuknya dan entah kenapa itu membuat keduanya sangat nyaman dengan satu sama lain. Mereka semakin akrab, bukan hanya di rumah tetapi juga di sekolah. Teman-teman Chanyeol yang biasanya akan berada di sekitarnya, sekarang satu persatu mulai menjauhkan diri setelah tau Chanyeol tidak sekaya seperti dulu saat dia belum diusir dari rumah, kecuali Kai dan Johnny saja yang masih sering bersama Chanyeol. Mereka masih tetap dekat dengan Chanyeol dan menemaninya walaupun teman-temannya yang lain akhirnya juga ikut menjauh darinya tetapi itu bukan masalah untuknya.
“Bee, kamu yakin kita bisa bertahan dengan uang gajih kamu sebulan buat keperluan kita sehari-hari?” tanya Chanyeol tiba-tiba saat mereka berdua sedang fokus mengerjakan tugas sekolah. Baekhyun menoleh kepada Chanyeol dengan wajah yang bingung. Pasalnya ini pertama kalinya Chanyeol bertanya seperti itu.
__ADS_1
“Memangnya kenapa, Chan? Kamu takut kita gak bisa makan ya? Haha..” jawab Baekhyun dengan sedikit bercanda.
“Bukan gitu, aku cuman gak enak kalau terus-terusan kamu yang ngasih uang sedangkan kamu udah lelah kerja.” kata Chanyeol sambil merapikan poni Baekhyun yang jatuh menutupi wajahnya. “Apa aku harus ikut kerja paruh waktu juga ya?” sambung Chanyeol.
“Gak usah kalau kamu ngerasa terbebani. Kamu harus ngelakuin yang kamu mau dan menurut kamu benar, jangan karena perkataan orang.” kata Baekhyun dengan suara pelan sambil tersenyum.
“Di kafe kamu, aku ingin bekerja di kafe kamu biar kita bisa tiap hari ketemu dan aku juga bisa jagain kamu kalau pulang.” kata Chanyeol, dia memang beberapa hari ini selalu khawatir setiap kali Baekhyun pulang malam. Dia hanya tidak ingin berpikir yang aneh-aneh saat menunggu Baekhyun pulang dengan selamat. “Bisakah kamu meminta manager buat masukin aku menjadi karyawan disana?” sambung Chanyeol lagi.
“iya sudah, besok akan aku tanyakan kepada manager ya.” Baekhyun menguap ngantuk, tidak terasa sudah hampir jam 12 malam mereka asik mengerjakan tugas dan mengobrol.
Ah iya, semenjak malam mereka tidur berdua di satu kasur, sekarang mereka tidak lagi memusingkan siapa yang tidur di bawah karena sekarang mereka tidur berdua setiap malam di kasur yang sama.
Tidak adanya merasakan sakit badan pagi harinya dan tidak ada yang merasa tidak nyaman akibat berbohong. Keduanya sekarang merasa nyaman berdekatan dan tidak berpikir akan bersikap canggung lagi seperti pertama kali bertemu.
__ADS_1