
Setelah itu, kami bermain di pantai. Berlari, bercanda, dan tertawa hingga dini hari lalu kami melihat sunrise bersama untuk terakhir kalinya. Kami pun saling berhadapan.
"aku salah menambahimu ke dalam lembaran hidupku.Kau yang mengajariku apa itu cinta, Dan kau pula yang menghancurkan cinta itu.
Kau yang mewarnai lembaran kertas hidup ku, dan kau juga yang menghitamkan nya kembali. Terimakasih telah mau berbagi waktu denganku, dan aku... akan menghapus semua memori itu" ucap Karla.
"ku salah mengira mu orang baik, kau berhasil memperdaya ku dengan paras cantik mu dan apa yang ku dapat. Hanya penyesalan yang mendalam. Demi kekuasaan kau rela menempuh semua cara, baik atau buruk kau tempuh. Dan kau tidak segan merebut nyawa orang yang tidak berdosa" ungkap Mical.
"kau rebut harta paling berharga bagiku, dengan tipu daya seorang wanita. Kau menyusun rencana busuk mu, untuk membunuh keluarga ku, dan kau telah menghancurkan semua impian indahku" ucap Karla. Tidak lama Karla pun mendapat sebuah telpon dari Harry.Tanpa berfikir lama Karla mengangkat telpon itu, dan memalingkan hadapan dari Mical.
"halo, kenapa? " tanya Karla.
"kau di mana sekarang? " tanya Harry.
"kenapa? " tanya Karla dengan nada tegas.
__ADS_1
"sekarang kau kembali ke markas, cepat! " perintah Harry.
"kenapa? " tanya Karla yang masih bingung.
"cepat!!!, jika kau sampai pasti kau akan tau, dan ajak para member Munder's Girl's. " jelas Harry.
"baiklah, " jawab Karla mematikan telpon.
"ada apa? " tanya Mical. "aku harus pergi, ini terakhir kalinya kita bersama... sampai jumpa" ucap Karla dan mencium pipi Mical, lalu berjalan menjauh meninggal kan Mical yang masih terpaku diam...
Sesampainya di markas Karla langsung masuk dan menemui Harry.
"kenapa? " tanya Karla. "kau harus kuat karna Karl, dia..... sudah pergi" jawab Harry. "apa" ucap Karla yang terkejut mendengar jawaban dari Harry, dengan spontan tetes demi tetes air itu jatuh mengalir dengan deras membasahi pipi Karla.
"siapakan pemakamannya pagi ini" ucap Karla dengan bergelima air mata. "baiklah, akan ku persiapkan" jawab Harry dan pergi.
__ADS_1
Karla hanya memandangi jasad kakanya Karl, yang mulai membiru, air mata yang tiada henti mengalir tanpa henti membasahi pipinya. "ambillah tisu ini, kakakmu tidak akan senang melihat mu seperti ini" ucap Alex tiba-tiba datang dengan membawa tisu.
"Karla, para member Munder's Girl's telah tiba" ucap Ben "hmm... baiklah, aku akan menemui mereka" jawab Karla. "dan tolong masukkan jasad kakak ke dalam peti " tambah Karla. "ya baiklah" jawab Alex dan Ben. "terimakasih" ucap Karla, dan keluar menemui para member nya.
"sudahlah, jangan menangis kau wanita tangguh, kau seorang yang kuat, pasti kakakmu tidak senang melihat mu menangis" bujuk Selvy. "jangan biarkan air mata ini terus mengalir" tambah Yesi. "kau tidak selemah ini" ucap Aisy. "jangan biarkan matamu membengkak ataupun sembab" ucap Bilsa.
Lalu mereka semua berpelukan.
"aaa.... lepas!!! panas tau" gerutu Karla. semuanya pun tertawa. Lalu Karla memandangi semuanya satu persatu, "kalian ingin ikut ke pemakaman dengan baju yang full color seperti ini" tanya Karla. "tidak...!!!, kami membawa baju ganti warna kesukaan mu yaitu hitam" jelas nana.
Setelah itu kami menggantikan pakainya dan berangkat ke pemakaman. "hari ini hari yang sangat berat bagiku, karna di hari ini aku berpisah dengan Mical, dan hari ini pula kakak meninggal" keluh Karla dalam hatinya.
...........................................................................Thanks for reads
like&comen...
__ADS_1
vote 5 bintang ya⭐⭐⭐⭐⭐