
Dipagi yang cerah sinar mentari perlahan memunculkan pesonanya, terlihat seorang gadis yang sedang memegang pisau berlumuran darah, yang terlihat mulai mengering.
Drrrttt drrttt
📞" sudah selesai?"
📞" sudah queen, mereka sudah kita bereskan"
📞" bagus, tetap awasi tuannya "
Liana Angelia kerap dipanggil Lian,,, ia gadis yang sangat cantik , tetapi memiliki sifat yang sangat kejam, kekejamannya bahkan sudah terdengar di kalangan mafia penjuru negri. Ia tak segan - segan untuk menghabisi orang yang berniat bermain - main dengannya. Wajahnya yang cantik dan terlihat imut membuat orang tidak akan mungkin percaya, kalau gadis ini adalah ketua Mafia.
Lian merupakan yatim piatu, kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan saat ia berusia 9 tahun, dan mulai saat itu ia harus hidup bersama paman dan bibi nya di desa yang terpencil. Sejak saat itu juga pamannya percaya kalau kakaknya (ayah dari Lian) dan iparnya meninggal karena disengaja oleh pesaing bisnisnya dan mulai saat itu ia mulai mengatur dan mendidik Lian secara keras, ia mengajari Lian beladiri, berburu, hingga olahraga yang sangat sulit bagi anak seumur Lian.
Setiap hari Lian akan dipaksa untuk membawah air dengan berlari dari sungai menuju rumah paman dan bibinya yang agak jauh, itu semua pamannya lakukan biar Lian tumbuh jadi sosok wanita yang kuat, dan itu semua akhirnya terwujud setelah 10 tahun Lian tumbuh jadi wanita yang cantik dan memiliki perawakan bagus ,juga kuat dalam bertarung, tak lupa juga Lian dimasukan di dalam persatuan geng Mafia milik sahabat pamannya dan sekarang ia menduduki Queen Mafia karena cara bertarung dan kecerdasannya ia dipercaya oleh sahabat pamannya untuk menjadi ketua Mafia.
__ADS_1
"Lian,, bangun nak udah siang, kamu nggak
berangkat kuliah"
"iyaaa bik bentar lagi aku turun"
Semenjak Lian lulus sekolah menengah atas, paman dan bibiknya memutuskan membawa Lian untuk kuliah di kota sekaligus untuk membalaskan dendamnya pada orang yang ia anggap telah mengakibatkan kakak dan iparnya meninggal.
ia bergegas mandi setelah menerima telvon dari anak buahnya dan segera memakai pakaiannya , ia memakai celana jeans hitam dan kaos putih sangat sederhana tak lupa ia memakai make-up tipis dan langsung menggunakan sepatu kets putih.
"baru bangun Lian?" ucap Bram dengan suara yang tegas, ia tak suka melihat Lian tidak disiplin (paman).
"udah mas,, mungkin Lian capek jadi agak telat, kemaren kan baru ngurus - ngurus surat pendaftaran" ucap Ratna (bibik).
"maaf, tadi cuma ada urusan kecil sama Dia" ucap Lian sambil duduk di samping Ratna.
__ADS_1
"apa kamu sudah menghabisinya?" tanya Bram dengan sangat antusias berharap keponakannya sudah membunuh musuh yang telah membuat kakaknya meninggal.
"belum,, aku masih ingin bermain - main dengan Dia" jawab Lian sambil menyantap makanan di hadapannya.
"kenapa tidak sekarang !! kamu tahu Dia itu telah membunuh ayah dan ibu mu !!" bentak Bram kepada Lian, ia mengagap Lian terlalu lambat untuk menangani musuhnya itu.
"sudah mas tenang dulu" ucap Ratna sambil mengelus lengan sang suami agar penyakit suaminya tak kambuh.
Lian hanya diam bukannya ia takut, tapi dia hanya tidak mau bertengkar di pagi hari dan mengakibatkan mood nya rusak saat ia baru saja akan memasuki suasana dan lingkungan baru,, sebenarnya Lian masih mencari tahu kebenaran tentang meninggalnya kedua orang tua nya, ia tak mau salah menghabisi orang.
Setelah selesai sarapan Lian berpamitan dengan bibik dan pamannya.
"aku berangkat dulu" ucap Lian sambil mencium tangan sang paman dan bibik, ia sudah biasa bertengkar dengan sang paman tapi akan lama, paling lama sampai 20 menit karena Lian sudah menggap pamannya sebagai ayah nya.
Hayy semua ...jangan lupa vote dan like ya, komen juga, kasih masukan buat aku biar tambah bagus tulisannya.😉
__ADS_1