
Di tempat yang berbeda,,,
"Brian kemari !!,,, kau bacakan jadwalku hari ini". terlihat lelaki yang tampan dan gagah (tapi tengil) sedang duduk bersandar di tempat kebesarannya.
"baik tuan,,, hari ini jadwal anda jam 13.00 meeting, dan jam 19.00 anda diminta hadir dalam acara ulang tahun direktur PT. Sanjaya, hanya itu saja tuan". ucap sang asisten sekaligus sekretarisnya.
"hmm, oke kamu boleh keluar"
Reno dwi anggoro sering di panggil Reno, ia tampan, cerdas, memiliki kekayaan yang berlimpah bahkan diusianya yang masih terbilang mudah ia sudah memegang perusahaan terbesar di Asia no 2, yang ia dapatkan dari sang kakek.
(usia Reno 30 tahun dan usia Lian 19 tahun)
University
"Liannnn," ucap seorang gadis berlari mendekati Lian.
"sindy,," batin Lian.
"kamu kuliah disini Li" sindy gadis yang cerewetnya tujuh keliling, mendekati sahabatnya yang sudah lama tak bertemu, ia sangat senang sekali akhirnya ia bertemu dengan Lian tetangga sekaligus sahabatnya dulu ketika Lian masih tinggal bersama orang tuanya.
"iya sin, aku kuliah disini, kamu juga ya"
__ADS_1
"iya, kamu tambah cantik aja hehe, ohya kamu ambil jurusan apa" ucap sindy
"management bisnis sin, kalo kamu apa"
"waahhh sama dong,,, berarti kita bakal jadi sahabatan lagi dong, sering ketemu lagi" ucap sindy yang sudah senang menemukan sahabatnya dulu.
Lian pun mengangguk dan tersenyum, dan mengajak sindy untuk masuk kelas, mereka berdua satu kelas.
sesampainya di kelas Lian dan sindy memilih duduk di bangku no 4 dekat jendela, sindy sengaja ingin duduk berdekatan alasannya agar bisa ngerumpi dan bisa liat cogan-cogan di lapangan, kebetulan kelas sindy dan Lian di lantai 3.
"Li kamu sekarang tinggal dimana" ucap sindy
"aku tinggal di apartemen deket sini" jawab Lian sambil memainkan hp nya.
"eehh bukan gitu sinn,, aku tuh tinggal di apartemen karena pingin mandiri nggak mau nyusahin mereka lagi" ucap Lian.
"oohh kirain Li hhehe" jawab sindy ber O ria sambil tertawa.
sebenarnya Lian belum pindah di apartemen yang ia beli kemarin,,tetapi ia bingung harus menjawab apa kepada sahabatnya , ia tidak mungkin memberi tahu alamat rumah paman dan bibiknya yang sekarang, karena itu akan membuat tempat pamannya diketahui banya orang dan ia takut kalau musuhnya menyerang satu-satu nya keluarga yang ia sayangi.
jam pulang,,,,
__ADS_1
"Li boleh nggak aku maen tempat kamu, orang tua ku masih di luar kota" bujuk sindy pada Lian.
"maaf sin aku nggak bisa ngajak kamu sekarang,,soalnya aku mau ada acara yang harus aku datangin" ucap Lian merasa bersalah ketika ia tak bisa mengiyakan ajakan sahabatnya.
"hmm ya udah deh gpp,,, tapi janji besok yaa"
"iya janji, yuk pulang udah lama kita berdiri disini,,, kamu mau bikin kakiku patah hah!" ucap Lian sambil memegang lututnya, pura-pura sakit.
"iyaaaa yuk pulang kamu mau aku antar"
"nggak usah sin, aku bawah mobil kok"
Lian dan sindy pun menuju mobil mereka masing-masing, tetapi ketika Lian mendekati mobilnya sindy tidak percaya apa yang ia lihat , mobil yang di gunakan Lian sangat mewah.
Lamborghini warna merah, alegan yang di gunakan Lian mampu membuat mata para siswa di tempat melongo, walaupun banya siswa disini dari kalangan terpandang tetapi mereka masih menggunakan supir.
Lian pun memasuki mobilnya, ia tak ambil pusing atas tatapan para siswa melihatnya.
"aku pulang dulu ya sin bayyy" Lian melihat sahabatnya itu masih terdiam, ia pun hanya
__ADS_1
tersenyum.
Happy reading