
setelah kepergian Lian,,
"meranik" ucap Reno tersenyum.
"apanya yang menarik tuan"
"astaga kamu ngagetin aja sih" ucap Reno ketika melihat sang asisten sudah ada disampingnya.
"hehe maaf tuan" jawab Brian sambil memamerkan gigi putihnya.
"kamu urus itu mobil dan cari tau latar belakang wanita tadi" ucap Reno lalu meninggalkan Brian memasuki mall tersebut.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Reno berjalan didalam mall tersebut, semua mata tertuju kepada Reno, bagaimana tidak ada seorang Reno dwi anggoro pengusaha sukses yang terkenal dengan ketampan, berwibawa dan kecerdasannya . ia bahkan sangat terkenal dikalangan pembisnis dan entertainment.
"hay mom dad" sapa Reno ketika sampai di salah satu restauran bertema jepanis food.
"hay sayang, lama banget sampe jamuran ini kita nunggu" ucap Retno pura-pura ngambek.
"maaf mom, tadi ada masalah kecil" jawab Reno sambil melihat 2 wanita di depan mommy dan daddy nya.
"oh ya Ren, kenalin ini temen mommy dan ini anak nya" ucap mommy Retno.
__ADS_1
lalu Reno tersenyum kemereka berdua yang ia duga anak dan ibu.
"Reno " mengulurkan tangan.
"Tania" ucap sang gadis tersebut malu-malu.
lalu Reno mengulurkan tangannya ke ibu gadis itu.
"Reno tante" tersenyum.
"panggil tante windi ya, kamu tampan sekali Reno " ucap nya lalu tersenyum.
"langsung aja ya Ren, kita mau menjodoh kan mu dengan Tania" ucap sang mommy.
"maaf tante, mommy, daddy, Tania saya sudah punya calon" ucap nya lalu pergi meninggalkan mereka.
"Reno berhenti mommy belum selesai bicara" ucap Retno sambil berteriak.
"udah ma, biarin aja ia udah punya calon , jangan terlalu mengekang ia sudah cukup lelah dengan pekerjaan kantor" ucap sang suami yang memang sudah lelah menuruti istrinya untuk menjodohkan anak semata wayangnya.
"papah nihh kan nggak enak sma jeng Windi " ucap Retno yang tak enak dengan temannya.
"nggak papa jeng" ucap Windi yang tersenyum terpaksa, ia sangat tidak suka putri kesayangannya di tolak mentah-mentah dengan Reno .
__ADS_1
"maaf ya jeng, Tania ntar tante bakal bantu kamu biar sih Reno mau menikah sama kamu, tenang aja oke" ucap Retno menenangkan Tania yang mulai akan menangis (menangis buaya betina).
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,ditempat yang berbeda,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
"kamu udah cari tau siapa pria tadi" ucap Lian pada anak buah sekaligus tangan kanan nya.
"sudah queen, nama Reno Dwi Anggoro ia anak semata wayang dari seorang pengusaha terkemuka yang menepati kekayaan no 2 di Asia, memiliki segudang prestasi dan menjadi lulusan terbaik di USA University" panjang kali lebar Rangga menjelaskannya pada Lian.
yah nama anak buah sekaligus tangan kanan nya itu Rangga , ia sangat patuh terhadap Lian karena dulu ketika ia di buang oleh kakak kandungnya sendiri Lian merawat dan memberikan fasilitas untuknya, walaupun ia dan Lian terpaut 9 tahun ia sangat menghormati Lian. (umur Rangga 28).
"nama ayahnya siapa"
"maaf queen ayah dan keluarganya tidak ada informasi nya" ucapnya takut Lian akan marah.
Lian mendengus kesal pada Rangga lalu melambaikan tangannya untuk memberi Rangga isyarat diam, ia sudah lelah dengan masalahnya tadi.
beberapa jam kemudian
Lian dan anak buahnya yang bersamanya sampai di sebuah rumah besar di tengah hutan, memiliki 3 lantai, lapangan golf pribadi dan sebuah landasan helikopter di atas atap paling atas, iya ini markas perkumpulan para anak buah Lian .
"sudah sampai queen " ucap salah satu anak buahnya.
"hmm ,Rangga bawah barang-barang ku di apartemen yang kemarin kita kunjungi, sudah ku beli" perintah Lian pada Rangga lalu ia pergi memasuki rumah bak istana, disana terdapat anak buahnya bertubuh besar dan seram, ditempat ini juga hanya terdapat wanita 5 orang untuk mengurus rumah selebihnya laki-laki semua berjumlah ratusan.
__ADS_1
semua pelayan dan anak buahnya langsung menunduk ketika tau sang queen datang.