
Di perjalanan Lian sempat melihat musuh nya yang sering menjadi bahan debatanya dengan sang paman, ia bersama anak buahnya sekitar 5 orang dan seorang wanita parubaya,, kemungkinan istinya, sedang beriringan ingin memasuki sebuah mall terbesar di kota itu.
ia tersenyum sinis dan mulai menginjak gas mobilnya dan mengarahkan keparkiran mall tersebut, ia berencana bermain - main dengan musuh yang sudah mengakibatkan kedua orang tuanya meninggal.
ditempat lain,,,,
Reno sedang membuka semua berkas yang diberikan asistennya,, ia sangat teliti membuka dan memeriksa satu persatu laporan yang harus ia tanda tangani, tiba - tiba beda pipih yang ia sering bawah bergetar.
drttt drttt drttt drttt
tertulis "mommy"
📞"hallo mom"
📞 "hallo sayang kamu dimana?, mommy sama daddy sudah pulang" ucap Retno ketika ia sudah pulang dari Prancis bersama sang suami untuk mengurus bisnisnya.
📞 "benarkah,, sekarang mommy dimana?"
📞 "mommy di mall sayang kamu bisa kesini nggak"
📞 "kenapa tidak pulang saja,,kita ketemu di rumah aja ya" ucap Reno yang menolak ajakan mommynya untuk menghampiri nya di mall.
📞 "sekarang Reno!!,mommy dan daddy sudah kangen ini, jugaan bentar lagi mommy sama daddy udah mau ke Belanda lagi" ucap sang Retno membohongi anak semata wayangnya itu.
📞 "oke deh mom, akan ku usaha kan" ucap Reno dengan nada dibuat semalas mungkin.
📞 "mommy tunggu sayang"
setelah bergulat cukup lama dengan perkerjaan nya Reno pun bergegas mengambil kunci mobil nya , ia sudah bersiap dengan mobil kesayangannya untuk menjemput sang mommy dan daddy nya di mall.
__ADS_1
Reno pun sampai di parkiran yang terdapat di dalam mall itu,, tak sengaja ia menyerempet sebuah mobil salah satu pengunjung mall tersebut, ia pun keluar dan melihat ada goresan.
tak disangka yang empunya ada di dalam sambil melihat ke arah luar dengan tatapan tajam bagai menusuk mata Reno.
"cantik".ucap Reno tanpa sadar ia mengagumi Lian .
"nggak ada mata tah, apa baru belajar bawah mobil" ketus Lian, ia sangat marah saat mobil kesayangannya tergores, bahkan ia sudah merawat si macan merah nya sebagus dan sebaik mungkin tapi hari ini seorang pria dengan bodohnya menggoresnya.
"ehh maaf mba tadi, saya nggak sengaja ntar biar asisten saya yang urus" ucap Reno meminta maaf.
"mba?? sejak kapan saya nikah sama kakak anda hah!" bentak Lian yang tak terima dipanggil mba.
"yah salah bilang lagi ,gimana ini mana Brian lama amat ya" batin Reno yang mulai bingung menghadapi Lian.
"dek?? dikira saya masih kecil apa ,,saya ini udah kuliah nggak usah ngomong lagi deh pusing dengernya" Lian mulai emosi, karena gara-gara orang didepannya ini ia juga tak bisa menjalankan rencana busuknya terhadap musuh yang sudah didepan mata.
"maunya apa coba dipanggil mba nggak mau panggil dek tambah marah, apa mau dipanggil sayang" celetuk Reno asal.
membuat Lian tambah geram dan langsung memasuki mobilnya sambil menunggu asisten orang yang sudah membuat moodnya berantakan.
tak lama seorang pemuda yang masih muda dan tampan berlari menuju mereka,,siapa lagi kalo bukan Brian.
"lama banget ngapain aja hah??" ucap Reno dengan nada tinggi karena kesal dengan asistennya.
"maaf tuan tadi di jalan macet" alasan yang dibuat Brian mampu membuat Reno memaklumi karena saat ini memang jam waktu makan siang, pasti banya pekerja yang mencari makan.
" kamu bawah mobil ini ke bekel kita, tadi nggak sengaja saya menyerempet"
__ADS_1
"baik tuan" Brian pun segera mengetuk kaca yang empunya mobil, terlihat gadis cantik yang sedang memejamkan mata sambil mendengarkan musik.
"permisi nona ,saya akan membawa mobil anda untuk di perbaiki"
"oh ya, bentar" ucap Lian sambil membereskan barang nya dan keluar.
"ini kuncinya, bawah dengan baik saya selalu mengawasi kalian" ucap Lian sambil jalan kearah Reno .
Reno hanya melongo melihat gadis cantik nan galak didepannya membawah sebuah pistol panjang, ia tak takut hanya saja otaknya mulai berlarian knapa ada seorang gadis membawah senjata tajam seperti itu.
"kamu denger tadi nggak hah!" ucap Lian di depan wajah Reno yang masih memikirkan Lian yang membawah pistol.
"ehh iya iya saya denger" sedikit terkaget Reno pun menjawabnya.
setelah itu Lian berjalan akan menjauh dari Reno, tapi Reno dengan sigap langsung menarik pergelangan tangan Lian, yang membuat Lian menengok kebelakang.
"kenapa ??" ucap Lian
"siapa nama mu, saya Reno " ucap Reno sambil mengulurkan tangannya.
namun sayang seribu sayang Lian mengabaikannya lalu pergi menjauh.
tepat Lian menjauh dari Reno sebuah mobil BMW hitam datang dan keluar lah 4 laki-laki berpostur besar kekar menghampiri Lian dan membungkukkan badan seraya hormat lalu membukakan pintu mobil.
Lian pun tersenyum dan melihat Reno sekilas lalu ia bicara.
"kalo anda ingin tahu nama saya, perbaiki dulu si macam merahku" lalu Lian masuk ke mobil anak buahnya, sebelumnya ia sudah menelvon anak buahnya untuk menjemput ketika masih menunggu asisten Brian.
Happy reading
__ADS_1