
Lian keluar dari mobil dengan anggunnya didampingi Rangga, lalu berjalan memasuki sebuah hotel berbintang yang megah.
ia tak sengaja melihat sosok laki-laki yang menggores mobilnya, tetapi ia hanya melihat sekilas lalu pergi, membuat sang laki-laki tersebut heran, ia merasa tak dihiraukan padahal diluar sana banya wanita rela merangkak ke ranjangnya secara suka rela, hanya untuk tidur dan bermanja-manja di pelukkan nya.
"heyy tunggu" teriak Reno menegur Lian.
yang dipanggil tak menggubris, tetap melangkahkan kaki nya dengan alegan lalu memasuki lift.
sebelum lift tertutup Reno dan Brian dengan langkah cepat sedikit lari memasuki lift yang terdapat Lian dan Rangga.
"hay, kau lupa denganku" ucap Reno sambil mendekati Lian.
tetapi sebelum Reno berhasil mendekati Lian sang tangan kanan sudah terlebih dahulu menghadang.
"mohon sopan santunnya tuan, berbicaralah dengan jarak yang sesuai, jangan terlalu mendekat" ucap Rangga sambil memasang badan didepan Lian.
Lian hanya tersenyum melihat Rangga melindunginya dari Reno, seketika mendapat ucapan dari Rangga ia langsung memundurkan tubuhnya agar tak terlalu dekat dengan Lian.
"apa dia pacarnya" batin Reno menatap Rangga heran.
"apakah anda gadis yang mobilnya saya gores?" ucap Reno memastikan, karena didepan nya sekarang Lian sangat berbeda, Lian terlihat alegan dan feminim tidak seperti pertama bertemu.
"iya, kenapa? apa sudah anda perbaiki?" ucap Lian cuek.
"hm sudah besok saya akan antar kerumah anda" jawab Reno tersenyum, ia sangat penasaran dengan gadis didepannya ini.
__ADS_1
tak terasa pintu lift pun terbuka menandakan sudah sampai di lantai yang mereka tuju, lalu Lian berjalan bersama Rangga dan Reno berjalan bersama Brian.
ketika mereka berempat memasuki sebuah aula besar yang di dekor dengan nuansa alegan, semua mata menuju mereka banya laki-laki melihat kearah Lian memuji kecantikannya.
Lian melihat semua orang mencari siapa yang menjadi tuan acara ini, ia berniat mengucapkan selamat lalu pergi.
"maaf queen, itu tuan Adam" ucap Rangga memberi tahu Lian bahwa tuan acara itu Adam Prasetya.
lalu Lian melihat dan berjalan ke arah yang ditunjuk Rangga, ia mendekati Adam lelaki tampan dan gagah yang ternyata direktur dari PT. Sanjaya .
"selamat malam tuan Adam, dan selamat ulang tahun semoga panjang umur" Lian berbicara lembut dan mengulurkan tangannya lalu tersenyum.
"hah, iya terimakasih nona" jawab Adam gugup, ia terpesona dengan senyum Lian yang sangat manis.
Lian pun tersenyum lagi, lalu meninggalkan tempat tersebut bersama Rangga.
"apakah anda akan pergi" tanya Reno tiba-tiba membuat Lian dan Rangga kaget dan menengok kebelakang.
"hmm" jawab Lian lalu pergi di ikuti Rangga dibelakangnya.
"bolehkah saya bertanya?" mengikuti Lian yang berjalan.
"apa"
"siapa nama kamu" ucap Reno, ia mulai mengubah kata anda menjadi kamu karena ia ingin sedikit lebih dekat dengan gadis yang membuat ia penasaran.
__ADS_1
"Lian Angelia" ucap Lian lalu pergi memasuki lift, ia tak bisa memungkiri jika Reno sangat tampan membuat hatinya goyang sedikit.
mendengar Lian menjawab pertanyaannya membuat Reno tersenyum.
"akan segera aku antar mobilnya" Reno setengah berteriak karena Lian sudah memasuki lift yang mulai tertutup pintunya.
lalu Reno kembali ke pesta dengan wajah yang gembira, membuat sang asisten merasa heran dengan tuannya.
🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️
"queen, apa kita akan pergi kerumah besar" tanya Rangga (rumah di tengah hutan, disebut rumah besar oleh semua anak buah Lian ).
"tidak perlu, aku akan pergi ke apartemen" jawab Lian lalu keluar dari lift dan berjalan ke arah pintu kaca yang besar, lalu keluar dari hotel tersebut.
lalu Rangga mengikuti dan membuka pintu mobil untuk Lian, dan segera melajukan mobilnya kearah apartemen Lian.
hampir 1 jam mereka meninggalkan pesta tersebut akhirnya ia melihat gedung yang cukup tinggi, Rangga membuka pintu mobil.
"kamu pulang aja, aku bakal 1 minggu sekali ke rumah besar tolong handel semuanya, aku percaya sama kamu" ucap Lian lalu pergi memasuki gedung tersebut.
Lian memiliki apartemen yang cukup besar dan mewah, Lian lalu menaiki lift dan menekan nomor 61 lantai paling atas dari gedung elit itu.
sesampainya didepan pintu, ia melihat pintu tetangganya yang hanya 2 pintu, yah memang di lantai paling atas hanya ditempati orang yang memiliki saham terbesar di gedung tersebut, hanya ada 3 keluarga.
__ADS_1
apartemen Lian.