
Rei Pov*
Ini merupakan hari pertama aku kembali ke sekolah setelah libur kenaikan kelas.
"Pagi Kasuga." sapa salah seorang temanku.
"Pagi." aku membalas sapaan mereka. aku lupa belum memperkenalkan diriku.
Namaku Kasuga Rei. Aku bersekolah di Kisakigaoka. kelas 2-A. Sekolah ini adalah sekolah yang aku impi-impikan sejak masih SD. Sekolah merupakan sekolah Elit. Tidak hanya berisi murid-murid kaya, tetapi murid berotak pandai. Alasan utama kenapa aku ingin masuk ke sekolah ini adalah kualitas pendidikan yang sangat lengkap.
"Rei." panggil sahabatku bernama Nagisa Itsuki. Itsuki merupakan temanku sejak SMP. Dia awalnya tidak memliki keberanian untuk masuk ke sekolah ini dikarenakan berisi siswa-siswa yang berotak encer. namun. aku berusaha menyemangatinya untuk bisa masuk. dan akhirnya kami bisa satu kelas.
"Ada apa Itsuki?" aku bertanya kepada Itsuki apa ada yang bisa aku lakukan untuk membantunya.
"Boleh aku minta tolong untuk menyebarkan flyier ini. kami mau melakukan pendaftaran untuk anggota baru." mohon Itsuki. Itsuki merupakan anggota klub paduan suara.
"Baiklah." ucapku sambil mengambil sebagian dari tumpukan flyier yang ada. aku membantu Itsuki memberikan Flyier kepada siswa baru. karena terlalu bersemangat Flyier yang kubawa tertiup angin kencang hingga berserakan. Pada saat aku akan mengambilnya. salah seorang siswi datang dan mengambilkan flyier yang tadi tertiup.
"Klub paduan suara?." ucapnya sambil membaca flyier tersebut.
"Ini milikmu bukan?" dia bertanya sambil menyerahkan tumpukan flyier tersebut.
"Terima kasih, Enkærlighed-Senpai". kataku sambil mengabil flyier kembali.
"Panggil aku Sakurako saja." ucapnya lalu pergi meninggalkan kami.
"Terima kasih, Sakurako-Senpai." sebelum dia jauh dari kami dia menoleh dan menghadap kearahku.
"Kalau tidak salah, kau Kasuga dari kelas 2-A bukan?" tanyanya memastikan.
"I-iya." aku menjawab sedikit gugup.
"Kau kemarin ditunjuk sebagai ketua komite kedisiplinan bukan?" ah aku lupa hal itu. "i-itu benar. tapi sebelum itu saya mau membantu teman saya dulu. mengingat saya voluntary member klub paduan suara." aku sedikit berbohong agar tidak kena marah. tapi dia tetap tersenyum saja.
"Kalau begitu. segera selesaikan dan pergi ke aula untuk membantu yang lain." ucapnya lalu pergi dari hadapan kami. aku hanya menjawabnya dengan anggukan.
...****************...
Enkærlighed Sakurako-Senpai merupakan Ketua Osis di SMA ini. Dia merupakan gadis keturunan setengah Denmark. Dia sangat disiplin dan benar-benar tegas. ketika aku pertama kali telat pada saat masuk sekolah, dia memarahiku habis-habisan. tidak hanya itu saja, setiap dia melihat anak yang melanggar tata tertib sekolah dia tidak hanya minta orang tua siswa saja yang dipanggil tetapi juga wali, kepala sekolah dan guru bk juga harus hadir untuk membimbing pelanggar. dan apabila murid tersebut masih melanggar, dia tidak segan-segan turun tangan untuk membuat siswa tersebut takut. walaupun begitu, sesungguhnya dia sangat baik dan dia alasan kenapa dia bersikap seperti itu adalah agar sekolah ini menjadi sekolah yang baik. tidak heran dia memiliki banyak penggemar dari kelas satu sampai kelas tiga baik dari kalangan siswa maupun siswi. dia memiliki teman bernama Futaba Natsuha (Wakil Ketua Osis), Sano Akina (Putri Kepala sekolah), Dan Shinomiya Touko (Putri Yayasan pendiri sekolah).
Setelah selesai membantu Itsuki aku segera pamit ke Aula membantu yang lain. Banyak sekali siswa-siswi yang mendaftar di sekolah ini. aku sangat bangga.
End Rei POV*
__ADS_1
...****************...
Bel menunjukan pukul 16.00 ini merupakan saat dimana Rei dan yang lainnya pulang. "Rei kau tidak memberitahuku kalau kau sudah ditunjuk jadi ketua komite kedisiplinan." eluh Itsuki pada Rei.
"Aku minta maaf. aku sendiri lupa. " ucap Rei meminta maaf pada temannya.
"Kalau aku tau dari awal. aku nggak mau minta tolong. soalnya takut kena marah". Itsuki masih mengeluh.
"Hei. sudah-sudah. tidak usah dipikirkan. senpai juga tidak marah kok." rei berusaha menenangkan sahabatnya.
"AKU MINTA MAAF. TOLONG LEPASKAN AKU."terdengar teriakan seorang siswa SMP yang merintih kesakitan.
"DIAM KAU BOCAH. BERANI SEKALI KAU MERUSAK BARANG ORANG LAIN." marah seorang Siswa SMA sambil menendang anak smp tersebut.
"T-tapi a-aku tidak punya uang cukup untuk menggantinya." anak itu hanya bisa menahan rasa sakit.
Merasa kasihan dengan anak itu, Rei datang kearah mereka bermaksud menengahi mereka. "hei. tidakkah kau merasa kasihan dengan anak ini. dia hanya tidak sengaja merusak ponselmu bukan. terimalah maaf dia. dan jika kau ingin ganti rugi setidaknya bicaralah baik-baik tidak usah pakai kekerasan." nasihat Rei.
"DIAM KAU. INI BUKAN URUSANMU. DASAR SISWA SMA KISAKIGAOKA SIALAN." bukannya merenungkan ucapan Rei. Siswa tersebut malah memaki-maki Rei.
"Apa kau pernah berpikir bagaimana seandainya kau ada diposisinya?." Rei masih belum menyerah.
"KUBILANG DIAM KAU!!!!." siswa tersebut berusaha menghajar wajah Rei. namun mampu ditahannya.
"Itsuki. tolong bawa anak itu jauh dari sini." setelah siswa smp tersebut dibawah pergi oleh itsuki. Rei mulai bersiap menghajar siswa-siswa tersebut hingga babak belur. serangan demi serangan dilancarkan oleh mereka namun. Rei selalu berhasil menahannya dan menghajar balik mereka semua. kemudian mereka memutukan untuk mundur. tidak lama kemudian, Rei segera pergi ke tempat Itsuki dan anak SMP itu bersembunyi.
"Kau tidak apa-apa?" tanya rei pada anak tersebut. tetapi anak itu hanya mengangguk ketakutan. tidak tega melihat anak tersebut seperti ini. Rei meminta Itsuki untuk membawa anak tersebut pulang dan memesankan mereka taxi.
...****************...
Setelah kejadian tersebut Rei memutuskan untuk tidak ke tempat kerja sambilannya. dan hanya beristirahat sambil. membaca bukunya.
"Rei" panggil kakak rei bernama Hazuki.
"Mutsumi bertanya kenapa kau tidak masuk ke tempat kerja hari ini?" tanya Rei.
"Aku merasa kurang enak badan." ucap Rei. Rei tidak sepenuhnya berbohong. entah kenapa sejak kejadian tadi. dia merasakan firasat buruk terjadi padanya. tetapi dia berusaha menepisnya.
"baiklah. aku akan memberi tahu dia." ucap Hazuki.
"Oh iya ayah dan ibu masih ada urusan. sampai besok. aku sudah menyiapkan makanan untukmu. kalau kau lapar kau bisa ambil di meja makan." imbuhnya.
...****************...
__ADS_1
Keesokan paginya. Rei berangkat kesekolah seperti biasa. walaupun dia masih memikirkan hal kemarin tapi dia berusaha agar tidak membuat temannya yang lain cemas.
"Pagi Kasuga" sapa teman-temannya yang lain.
"Pagi" Rei membalas salam teman-temannya.
"Kasuga-Kun. pagi" sapa salah seorang teman Rei ketika Rei sampai di Rak sepatu.
"Pagi juga." ucap Rei.
"Kasuga-kun entah kenapa aku mendengar suara aneh di rak sepatumu." kata teman sekelas rei sambil menunjuk kotak sepatu rei. Rei juga mendengarnya. suara itu seperti sebuah suara mendesis.
Ketika Rei membuka pintu kotak sepatunya
"WAAAAAAAAAHHHHH"
Alangkah terkejutnya Rei melihat seekor ular di rak sepatunya. rei segera menutup kembali tempat sepatunya. seluruh siswa yang melihat kaget dan panik. tidak sedikit dari mereka yang meminta Rei untuk tetap tenang.
"Laporkan ini pada ketua osis." "siapa saja panggil petugas keamanan untuk mengambil ular itu." rei berusaha untuk tenang.
"Rei" panggil itsuki yang datang ke arah Rei. "ayo kita ke kelas dulu." ucapnya sambil membawa rei ke kelas.
Namun alangkah kagetnya mereka berdua melihat kursi rei dalam keadaan hangus terbakar. "ke-kenapa bisa seperti ini?" ucap rei yang sudah merasa sedih dengan hal ini. dia memutuskan keluar untuk mencari kursi pengganti. namun dia merasa ada yang sakit pada kakinya. membuat siswa-siswa yang lain melihat hal tersebut.
"kau kenapa?" tanya salah seorang siswa pada Rei.
"A-aku tidak tahu aku merasa sakit sekali." jawab rei sambil memegang kakinya.
"Ada apa ini?" dari arah belakang terdengar suara dari seorang gadis berambut pendek.
"Futaba-Senpai." ucap siswa sambil melihat kearah belakang. "kaki, Kasuga-kun tiba-tiba merasa sakit." ucap salah seorang siswi menjawab pertanyaan futaba.
Futaba tanpa basa-basi menarik sepatu khusus sekolah Rei kemudian membuka bagian bawah sepatu rei. membuat siswa dan siswi merasa kaget melihat banyaknya paku kecil di sepatu rei. setelah itu, Futaba meminta penjelasan apa yang dilakukan oleh Rei.
"Apa ada sesuatu yang menganggumu kemarin?" tanya futaba.
"eh." hanya itu yang bisa diucapkan oleh rei. futaba yang melihat hanya bisa jengkel pada rei.
"Maksudku apa kau berurusan dengan seseorang kemarin. karena bisa saja mereka balas dendam padamu dengan cara ini." kata futaba dengan nada agak tinggi.
"SMA Onizuka." jawab Rei.
Mengetahui siapa yang melakukan hal ini terhadap Rei. Futaba segera meminta para siswa yang lain untuk membawa rei ke UKS. "Salah seorang dari kalian. bawa dia ke UKS, lalu jangan lupa bawahkan dia bangku yang baru lalu sisanya kembali ke kelas. urusan ini. biar aku dan ketua osis yang bertanggung jawab." Ucap Futaba sambil membawa plastik berisi paku.
__ADS_1
TBC