
Ditempat lain, Sakurako masih berkutat dengan data-data yang mengenai kegiatan klub sekolah dan juga merevisi jadwal klub agar tidak tumpang tindih antara satu dengan yang lain.
"Banyak sekali siswa yang ikut kegiatan klub secara ganda. mungkin seharusnya aku tanya dulu pada masing-masing ketua kelas mengenai siapa saja yang ikut klub lebih dari satu. Kalau begini kasihan mereka kalau jam pertemuannya sama." Ucap Sakurako melihat berbagai data setiap klub.
Tiba-tiba dia menghentikan aktivitasnya karena merasa tubuhnya kepanasan. 'kenapa tubuhku jadi panas seperti ini?'. Batin Sakurako yang merasa aneh pada dirinya.
"Sakurako". Panggil Natsuha lalu masuk kedalam ruangan kerja Sakurako.
"masuklah, Natsuha". Setelah diizinkan masuk Natsuha segera membuka pintu dan masuk ke ruangan.
Awalnya Natsuha ingin curhat mengenai kedatangan Juutaro. Namun melihat Sakurako yang sepertinya sedang sibuk dengan masalahnya sendiri membuat Natsuha cemas.
"kau baik-baik saja?" Tanya Natsuha.
"PANAS!! PANAS!!". teriak Sakurako yang merasa tidak tahan dengan panas ditubuhnya.
"nrub erom". Ucap seseorang membuat Sakurako semakin tersiksa. "PANAS!!". Teriak Sakurako keluar ruangan Setelah sudah tidak dapat memikirkan apapun selain berlari menuju kolam renang sekolah.
Natsuha yang melihat Sakurako semakin cemas dengan keadaannya. Para siswa dan siswi yang melihat Sakurako jadi ikut khawatir dan takut apabila terjadi apa-apa pada Sakurako.
Rei dan Itsuki yang selesai makan di kantin menyaksikan siswa dan siswi dengan wajah penuh kecemasan.
"Ada apa?". Tanya Rei pada salah seorang siswa.
"Ketua OSIS". Ucap siswa tersebut dengan nada yang cukup sedih dan khawatir.
Sementara itu, Sakurako yang sudah sampai kolam renang sekolah memutuskan untuk menceburkan dirinya ke kolam. Natsuha yang sudah sampai ikut menceburkan dirinya untuk membawa Sakurako keluar dari kolam.
"llihc nwod"
Perlahan demi perlahan, Sakurako sudah mulai merasa dingin dan tidak kepanasan lagi. Natsuha yang sudah menangkap Sakurako segera membawanya keluar dari air.
"Kau baik-baik saja?". Tanya Natsuha sambil menenangkan Sakurako. Sakurako yang masih shock hanya menjawab dengan anggukan.
"bats reh"
Kini Sakurako tiba-tiba merasa pusing dan menjatuhkan tubuhnya diperlukan Natsuha.
"Hei. Sakurako apa kau baik-baik saja?". Tanya Natsuha berusaha memastikan.
"Futaba-senpai". Kata Rei yang tiba-tiba muncul menunjuk kearah belakang tubuh Sakurako yang berlumuran darah. Natsuha yang melihat hal tersebut segera melihat kearah Rei.
"Kau panggil Touko dan Akina. sekarang!!. Yang lain segera kembali ke kelas masing-masing." Perintah Natsuha dengan tegas.
__ADS_1
"Baik". Ucap seluruh siswa disekolah.
Kemudian, Natsuha membopong tubuh Sakurako dengan cepat keruangan kesehatan agar Sakurako tidak kehabisan banyak darah.
"Natsuha-chan. Aku dan beberapa perawat akan menangani Sakurako-chan. Tunggulah didepan". Kata Touko lalu segera pergi mengobati Sakurako.
"Dasar sialan". Umpat Natsuha segera meninggalkan tempat tersebut. Dia menggunakan firasatnya untuk mencari sumber masalah ini.
...****************...
"Hahahaha". Tawa Sang gadis kini membahana di seluruh ruangan.
"Dengan begini. Nona Makina akan senang". Kata gadis tersebut dengan seringai di wajahnya.
Tidak lama kemudian sebuah pintu didobrak oleh gadis yang tidak lain adalah Natsuha.
"Ketemu kau, sang penyihir. Witch". Ucap Natsuha yang sudah menemukan pelaku penyerangan Sakurako.
"Oh. Halo nona manis. Apa ada yang bisa ku bantu?". Kata witch yang masih tersenyum mengejek kearah Natsuha.
Pertarungan tak terhindarkan diantara Natsuha dan witch. Natsuha tanpa ampun menghajar habis-habisan witch namun witch sepertinya tidak begitu susah menghindari serangan Natsuha. Hingga akhirnya Natsuha mengunci kedua tangan Witch.
"Lepaskan mantranya sekarang atau aku akan menghajarmu lebih dari ini." Perintah Natsuha yang mengeratkan kuncian pada tubuh witch. Namun witch masih tetap diam.
"d-dnobnu r-reh won." Kata witch yang melepaskan mantranya. Setelah itu, Natsuha mulai menghajar Witch tanpa ampun dan membuatnya tidak bisa berkutik lagi. Kemudian Natsuha membawa witch keluar dari rumah kosong itu lalu membakar rumah itu.
"Kau yang hanya selalu bergantung dengan sihir. Maka kau tidak akan mampu menang melawan kekuatan fisik. Dan katakan pada Makina. Jangan gunakan sihir untuk menyerang Sakurako". Ucap Natsuha lalu pergi dari tempat itu.
...****************...
Di lain tempat Sakurako membuka matanya dan merasakan tubuhnya sedikit kesakitan.
"Huh. Touko? Akina?." Kata Sakurako yang melihat kearah Touko yang dari tadi disamping tempat tidurnya.
"Sakurako-chan. Syukurlah kau sudah baik-baik saja."ucap Touko yang tersenyum melihat Sakurako.
"Saku-chan". Kata Akina memeluk tubuh Sakurako. Namun karena luka-lukanya masih belum kering. Sakurako masih merasa sakit.
"A-aduh. A-Akina. Sakit!!!" Ucap Sakurako merintih kesakitan. Akina yang menyadari hal itu melepaskan pelukannya.
"Maafkan aku. Apa ada yang sakit?. Yang mana?." Ucap Akina panik.
Namun Touko dan Sakurako hanya tertawa geli dengan tingkah Akina.
__ADS_1
"Touko, Kelas 3-D Sebentar lagi waktunya akutansi, bukan?. Dan Akina kelas 3-G juga waktunya antropologi, bukan?. Anak kelas ekonomi (3-D s/d 3F) Dan anak kelas sosial-budaya (3G s/d 3I) Harus segera masuk kembali ke kelas. Aku baik-baik saja." Kata Sakurako meminta Akina dan Touko pergi kembali ke kelas masing-masing.
"Tunggu sebentar". Kata Akina lalu dia pergi keluar dan kembali keruangan dengan menyeret Rei.
"Sampai Natsuha kembali. Dia akan menemanimu. Jangan membantah". Kata Akina yang disambut dengan anggukan oleh Sakurako.
"Sampai jumpa sepulang sekolah nanti Anak sains dan teknologi". Kata Akina membawa Touko pergi. Setelah itu hanya tersisa Sakurako dan Rei diruangan.
"Sebenarnya, kalau kau mau kembali ke kelas, tidak apa-apa, Kasuga". Ucap Sakurako dengan nada lembut.
"Aku akan kembali kalau Futaba-senpai sudah kembali. Aku sudah dimintai tolong oleh Sano-senpai." Balas Rei.
Sakurako melihat anak itu. Rei bisa dibilang anak yang tidak bisa mengingkari janjinya pada orang lain.
Tidak lama kemudian, pintu terbuka dan Natsuha segera berlari kearah Sakurako kemudian dia memeluk Sakurako dengan erat.
"N-natsuha?." Sakurako sedikit terkejut dengan perlakuan Natsuha. Sebenarnya Sakurako sendiri masih agak kesakitan karena lukanya belum kering namun, melihat Natsuha yang menangis, hanya membuat Sakurako mengelus kepalanya dan menenangkan Natsuha.
"Sudah-sudah. Aku baik-baik saja." Kata Sakurako masih berusaha menenangkan Natsuha. Melihat kedua seniornya tersebut, membuat Rei memutuskan untuk pergi dari sana.
"Kalau begitu senpai. Aku pergi dulu". Ucap Rei kemudian menuju pintu ruang kesehatan.
Tidak jauh setelah keluar dari ruangan, Rei kembali dipanggil oleh Natsuha. Ketika Rei menoleh ke arah Natsuha.
"Plak"
Natsuha menampar wajah Rei.
"Aku tidak begitu tau bagaimana cara berterimakasih padamu. Jadi aku hanya bisa memberikanmu tamparan ini." Ucap Natsuha kembali keruangan kesehatan.
...****************...
Makina yang mengetahui kekalahan Witch segera memutuskan untuk mencari cara baru untuk bisa mengalahkan Sakurako dan yang lainnya.
"Makina-sama". Panggil salah seorang anak laki-laki yang merupakan anak buahnya.
"Ada apa?. Gray?" Kata Makina kearah Gray.
"Kirim aku untuk menyerang mereka. Jika aku bisa menjadi spy maka aku bisa membuat mereka kalah". Kata Gray meminta izin.
"Kau mendapatkan izinku, Gray." Ucap Makina mengizinkan.
To be continued
__ADS_1