
Hari ini, Rei sedang bekerja di toko bunga. Walaupun keluarga Rei juga memiliki bisnis Restoran Okonomiyaki, namun kecintaan Rei terhadap bunga membuat Rei lebih memilih untuk bekerja sambilan di toko bunga ketimbang membantu kakaknya berjualan Okonomiyaki.
"Selamat Datang di Toko bunga Freya." Salam Rei saat dia mendengar suara bel pintu berbunyi. Rupanya dia adalah sang wakil ketua OSIS, Futaba Natsuha.
"Ah, senpai. Selamat datang. Apa ada yang bisa aku bantu?." Tanya Rei pada Natsuha.
"Tolong bungkusan bunga yang cocok untuk Temanku satu ikat!." Perintah Natsuha sedikit ambigu.
"Eh?." Rei masih belum bisa memahami apa yang di ucapkan oleh Natsuha hanya bisa berdiam diri saja.
"Apa aku perlu menyebutkan namanya?. Kau pasti harusnya paham, bukan?." Jelas Natsuha sedikit meninggikan nadanya.
"Ah. Iya untuk, Sakurako-senpai, ya. Sebentar". Rei menjawab dengan nada tersentak dan segera mencarikan bunga untuk Sakurako. Kemudian Rei datang dan memberikan seikat bunga Gladious pada Natsuha.
"Ini bunganya senpai. Bunga ini bernama Gladious. Bunga ini mungkin merepresentasikan duka. Tetapi bunga ini juga melambangkan ketulusan, kemurahan hati, kenangan, serta pendirian teguh. Bunga ini juga menyimbolkan keberanian, kekuatan dan kemenangan. Bunga ini adalah yang berada dalam pikiranku ketika Sakurako-senpai disebutkan." Ucap Rei sambil menyerahkan bunga tersebut pada Natsuha.
"Walaupun senpai memiliki nama bunga 'sakura' didalamnya. Tapi dia lebih cocok jika disandingkan dengan bunga Gladious." Tambah Rei.
"Berapa harga bunga ini?. Tanya Natsuha tanpa mengalihkan pandangan dari bunga Gladious yang sekarang di tangannya. "¥94,81(10.000,00)." ucap Rei.
Kemudian Natsuha memberikan uang kepada Rei dan segera pergi dari toko.
"Itu tadi siapa?." Tanya Mitsuki setelah Siluet Natsuha sudah tidak terlihat lagi.
"dia wakil ketua OSIS di sekolahku namanya Futaba Natsuha-senpai". Jawab Rei yang kemudian segera memfokuskan dirinya pada bunga-bunga yang lain.
"Aku dengar dari Rumor menyatakan kalau Natsuha sangat overprotektif terhadap temannya yang bernama Sakurako. Seolah-olah mereka adalah kekasih." Kata kakak Mutsumi yang bernama Juugo.
"Juugo-san. Jangan membicarakan orang lain. Nanti kena karma loh". Nasihat Rei yang masih berkutat dengan bunga yang ada di depannya.
"Hahahaha. Tuh. Dengerin." Mutsumi ikut menimpali omongan Rei dengan sedikit mengejek kakaknya. Kemudian kakak beradik Kaki ini segera fokus pada kerjaan mereka masing-masing. Tidak disangka waktu sudah menunjukkan pukul 20.30. ini sudah waktunya Rei untuk pulang.
...****************...
"Tidak biasanya kamu minta pulang dengan jalan kaki". Kata Sakurako sambil menggandeng tangan adik perempuannya yang bernama Aile.
"Hehe. Gapapa dong sekali-kali" jawab Aile sambil tersenyum. Melihat adiknya yang sangat senang membuat Sakurako ikut senang.
"Drrt". Mendengar ada pesan masuk di ponselnya, Sakurako segera mengambil untuk melihat pengirim pesan. Rupanya itu dari Natsuha.
__ADS_1
Pesannya berbunyi. "Sepertinya kau belum Pulang dari menjemput Aile dari latihan Kyuudonya. Tidak apa-apa. Aku hanya memberi tahu kau kalau aku membelikanmu bunga. Karena kau belum pulang, aku berikan bunganya pada salah satu maid dirumahmu. Semoga kau suka." Sakurako yang senang segera membalas pesan Natsuha dengan ucapan terima kasih.
"Dari siapa kak?." Tanya Aile ke Sakurako.
"Dari Natsuha." Ucapnya sambil memasukkan ponselnya ke sakunya. Melihat mereka berada di dekat minimarket, Sakurako memutuskan untuk masuk dan membeli bahan makanan.
" Kakak mau beli bahan untuk membuat Pancake dulu". Ucapnya sambil membuka pintu Minimarket. namun Aile malah duduk di kursi depan minimarket, "kau nggak mau ikut?". Tanya Sakurako.
"Ndak. Kakak duluan saja aku mau duduk sambil melihat pemandangan malam.". Ucapnya sambil melihat jalanan.
"oke. Tunggu disini." Setelah Berkata begitu, Sakurako masuk ke dalam minimarket. Disaat Aile duduk di kursi tersebut, ia melihat seekor kucing manis dan berniat untuk memegangnya."Storesøster!!! Hjælp mig!!!!"
Setelah selesai membayar belanjaan Sakurako segera keluar mencari Aile. Dan dia menemukan Aile yang dilindungi oleh Rei dari anak-anak SMA Onizuka.
"Aile!!. er du okay?." Tanya Sakurako memastikan kalau adiknya baik-baik saja.
"jeg har det fint." Jawab Aile memeluk kakaknya.
"kau Kasuga, bukan? Terima kasih sudah menolong adikku." Ucap Sakurako berterimakasih kepada Rei.
"Sama-sama. Kalau begitu aku...."
"Tunggu maukah kau ikut makan bersama kami dulu. Anggaplah ini ucapan terima kasih sudah menolong adikku". Sakurako memotong ucapan Rei dan meminta Rei ikut Dengannya.
...****************...
Mereka yang awalnya ingin pulang jalan kaki pada akhirnya memutuskan untuk naik mobil karena Sakurako khawatir dengan kondisi Aile.
"Maaf". Kata Aile sedikit murung.
" Sebenarnya apa yang terjadi?." Tanya Sakurako pada adiknya.
"Tadi aku melihat Aile-san sedang bermain-main dengan seekor kucing tetapi tidak lama kemudian siswa SMA Onizuka datang dan sepertinya berusaha untuk berbuat hal buruk pada Aile-san." Jelas Rei pada Sakurako.
"Begitu rupanya." Sakurako mengangguk paham akan ucapan Rei.
"Aile. Kakak sudah peringatkan kamu untuk tetap di tempat bukan. Lain kali jangan diulangi lagi oke?." Kali ini Sakurako menasehati Aile dengan nada tegas.
"Baiklah kak. Aku minta maaf." Ucap Aile meminta maaf.
__ADS_1
Tidak lama kemudian mereka sampai di rumah keluarga Enkærlighed. Rumah tersebut sangat besar dan luas. Rei menduga luas rumah keluarga Enkærlighed sekitar 1/5 dari luas Sekolah mereka.
"Velkommen tilbage. Miss Sakurako, Miss Aile" salam para maid pada Sakurako dan Aile.
"jeg er tilbage" jawab Sakurako dan Aile membalas salam para maid.
"Denne dreng er min junior i skolen. Han hedder Rei." Sakurako kali ini memperkenalkan Rei.
"rart at møde dig hr. Rei". Kali ini para Maid menyapa Rei.
"Senang bertemu kalian juga" salam Rei namun tidak dengan bahasa Denmark.
"Nu går I alle tilbage til jeres rutiner. og lad tre af os få vores fritid." Ucap Sakurako dan meminta para maid untuk pergi ke aktivitas masing-masing.
"ja. Miss Sakurako." Setelah mengatakan hal tersebut para maid segera pergi.
"Aile. gå nu ind på dit værelse og skift tøj". Sakurako meminta adiknya untuk berganti pakaian dan Aile segera masuk ke kamarnya.
"Kalau kau mau berganti pakaian silahkan pakai baju kakak laki-lakiku." Ucap Sakurako pada Rei.
"Tidak perlu, senpai. Aku akan pakai baju ini saja." Ucap Rei canggung.
"Baiklah kalau begitu, kau mandilah di kamar mandi yang tersedia kamar tamu. Untuk malam ini kau menginap dan besok biarkan supir keluargaku mengantarkanmu pulang." Perintah Sakurako yang hanya dijawab anggukkan oleh Rei.
"elif. tag ham venligst til hans værelse." Perintah Sakurako pada salah satu pelayanannya.
"Ja frøken!".
"Brug ikke dansk til at tale med ham." Imbuh Sakurako.
Butuh tiga menit untuk sampai ke kamar khusus untuk tamu di keluarga ini. "Here is your room, sir". Ucap sang pelayan setelah mengantar Rei ke kamarnya. Setelah masuk ke kamar, Rei segera mengabari kakaknya kalau dia menginap di rumah temannya. Kemudian mandi.
...****************...
Malam itu, hanya ada Rei, Sakurako dan Aile yang berada diruang makan. "Aile. Kakak minta maaf kakak sepertinya harus menunda membuat pancakenya malam ini." Sakurako meminta maaf pada Aile.
"Tidak apa-apa kak. Aku senang kok." Ucap Aile sambil memakan Frikadeller.
"Setelah makan segera tidur oke. Besok kamu mau latihan lagi bukan". Sakurako meminta adiknya untuk makan dan segera tidur setelah dia makan.
__ADS_1
Setelah Aile selesai makan kini hanya tinggal Rei dan Sakurako yang berada di ruang makan.
TBC