
"jadi aku mohon tolong beritahu kepala sekolah dan guru yang lain, Akina." ucap Sakurako sambil memberikan berkas mengenai pembangunan Planetarium dan dan Mini sport dome di lingkungan sekolah.
"baiklah. akan aku sampaikan pada mereka." ucap akina sambil membawa berkas tersebut dan pergi kearah pintu.
sebelum akina membuka pintu, dia sudah dikejutkan oleh Futaba Natsuha yang telah membuka pintu terlebih dahulu. "apa yang dilakukan, Akina disini?." Tanya Natsuha.
"Ibu Touko merencanakan pembangunan Planetarium untuk pembelajaran sains dan klub astronomi sekolah. dan mini sport dome untuk persiapan siswa-siswi yang ingin ikut seleksi universitas jalur olahraga." ucap sakurako sambil membereskan berkas-berkas yang ada.
"masalah uang, sudah ditanggung oleh pihak yayasan, jadi siswa tidak perlu dipungut biaya lagi". imbuhnya. Natsuha hanya bisa meng"oh"kan saja.
"Ngomong-Ngomong. apa kau sudah mendengar tentang ular disekolah?". tanya Natsuha.
"sudah. pada saat Touko berbicara padaku tadi pagi. aku mendengar ada ular di kotak sepatu salah seorang siswa. aku meminta petugas keamanan untuk menangani ular tersebut dan segera memanggil pemadam kebakaran." ucap Sakurako.
"anak itu. mengalami kesialan berturut turut." kata Natsuha mengingat apa yang terjadi pada rei.
Sakurako yang tidak mengerti segera meminta klarifikasi dari Natsuha. "apa maksudmu,Natsuha?" tanya sakurako.
"bangku anak itu dibakar sampai hangus lalu sepatunya sudah tertancap paku." jawab Natsuha.
Sakurako yang mendengar hal tersebut langsung berusaha mencari tahu dari monitor cctv yang sudah terpasang disekolah namun, anehnya tidak ada kejanggalan atau apapun pada saat malam hari. "bagaimana bisa begini." ucap Sakurako tidak percaya.
"kalau tidak salah dia bilang dia kemarin berurusan dengan Onizuka." mendengar ucapan Natsuha tersebut membuat Sakurako terdiam.
'Onizuka. pasti dia'. batin Sakurako. Sakurako segera menghubungi kepala sekolah kepala yayasan, serta petugas keamanan mengenai rekaman CCTV pada saat malam. namun semua sama tidak ada apapun yang terjadi saat malam hari.
"kalau onizuka, pasti ini ulah dia. dia menghack jaringan sekolah dan merusak properti sekolah" ucap Sakurako sambil memastikan ulang.
"Siapa korbannya?" tanya Sakurako melihat kearah Natsuha.
"Kasuga Rei dari kelas 2-A". mendengar hal tersebut, sakurako segera keluar untuk menemuinya dengan Natsuha menyusul dibelakang.
"setelah ini kita segera pergi ke Onizuka untuk meminta pertanggung jawaban mereka." perintah Natsuha sambil berjalan cepat.
...****************...
"Bagaimana?apa masih sakit?" tanya Touko setelah dia mengobati luka Rei.
"sudah agak mendingan. terima kasih senpai." jawab Rei sedikit kesakitan. tak lama kemudian dari arah pintu sakurako masuk dan bergegas menanyai Touko dan Rei.
"Bagaimana kondisinya, touko?". Tanya Sakurako.
__ADS_1
"Dia. Sudah agak jauh lebih baik dari sebelumnya". Kata Touko.
Sakurako kemudian mengarahkan pandangannya ke arah Rei. "Jelaskan padaku apa yang terjadi?." Ucap Sakurako meminta kejelasan.
"Sebenarnya kemarin aku hanya ingin menolong siswa SMP dari anak SMA Onizuka". Ucap Rei pelan.
"Aku tahu kau sangat perhatian terhadap orang lain. Tapi usahakan kau menghindari perkelahian dengan mereka. Mereka tidak suka dikalahkan." Tutur Sakurako tegas.
"Maaf". Kata Rei.
"Touko, Natsuha, panggilkan Akina. Sepertinya kita perlu melakukan pembicaraan dengan mereka mengenai hal ini." Perintah Sakurako.
Kemudian Sakurako melihat kearah Rei. "Kalau kau sudah baikan. Segera ke kelas". Perintah Sakurako.
"S-senpai". Panggil Rei namun ia justru malah jatuh dari kasur ruang UKS.
"jangan paksakan dirimu". Sakurako memperingati Rei.
"Lihatlah dirimu. Kau sudah sakit seperti ini. Tidak usah memaksakan dirimu". Ucap Sakurako pergi meninggalkan ruang UKS.
****************
Di SMA Onizuka terdapat banyak sekali siswa dan siswi berandalan. Hal ini dikarenakan SMA ini merupakan SMA Yankee. Pentolan dari sekolah ini bernama Hazawa Makina. Dia seorang pemimpin yang sangat sadis dan kuat. Entah kenapa dia sangat ingin menghabisi Sakurako dan kawan-kawannya
"Ada apa?."tanya Makina.
"Seorang laki-laki datang dan menghajar siswa-siswi kita." Kata anak buah Makina ketakutan.
Namun sebelum Makina membalas. Seorang anak buah Makina dihajar habis-habisan oleh Rei.
"Buahg"
Rei menghajar siswa Onizuka. Kemudian, Rei Menarik salah seorang siswa SMA yang kemarin mengajaknya bertarung dan mengunci tangannya kebelakang.
"Kau bernama Hazawa Makina bukan?." Kata Rei masih mengunci tangan siswa SMA tersebut.
"Apakah kau pernah berpikir untuk tidak menggunakan cara licik untuk menantang seseorang?." Kata Rei dengan nada amarah di setiap kata-katanya.
"Apa maumu?." Makina berbalik menanyai Rei.
"Hanya karena aku dan Sakurako-senpai satu sekolah. Bukan berarti kau bisa memanfaatkan dendam anak buahmu untuk kepentinganmu sendiri". Ucap Rei sambil mendorong Siswa yang sedari tadi pergelangan tangannya terkunci hingga jatuh.
__ADS_1
"Oh. Kau tau rupanya." Kata Makina dengan nada sinis. "Kau tau. Kau hanya bocah kemarin sore. Kau tak perlu tau apa-apa". Tambahnya.
"Begitu ya. Kalau begitu kau orang yang sangat malang sekali.". Rei berkata hal tersebut kemudian dia melenggang pergi dari tempat itu.
"Haha..."
"Dia benar".
Sebelum Makina sempat tertawa. Suara Sakurako memotong tawa Makina dan melangkahkan kakinya masuk.
"Kau malang sekali, Makina. Kau tidak mau datang padaku secara langsung. Dan kau malah cari gara-gara dengan anak biasa." Ejek Sakurako pada Makina.
****************
Flashback
"Senpai tunggu". Rei berusaha memanggil Sakurako dan yang lainnya.
"Ada apalagi?." Tanya Sakurako dengan nada agak risih. "Senpai. Izinkan aku untuk ikut. Aku hanya ingin sekali saja memberitahu mereka apa yang aku ingin katakan." Rei meminta izin pada Sakurako.
"Kalau senpai punya urusan dengan mereka. Setidaknya aku hanya ingin bilang jangan libatkan aku atau anak buah mereka dalam urusan kalian." Rei akhirnya mengucapkan apa yang ada dalam benaknya.
"Saku-Chan. Sebaiknya kau izinkan dia." Kata Akina meminta Sakurako mengabulkan keinginan Rei.
"Sakurako-Chan. Biarkan dia mengatakan apa yang dia inginkan. Kasuga-kun juga merupakan siswa yang tidak bersalah. Dia perlu mengucapkannya". Kali ini Touko juga meminta Sakurako mengizinkannya.
Sakurako melihat kearah Natsuha. Dan Natsuha hanya mengangguk sebagai tanda setuju."baiklah. Lakukan sesukamu". Jawab Sakurako memberi izin.
End Flashback
"hvor ynkelig er du. Du er så stakkels person" ucap Sakurako kini menghina Makina.
Makina yang sudah sangat marah. Segera menyuruh anak buahnya untuk menghajar Sakurako dan kawan-kawannya.
"Habisi mereka". Perintah Makina. Namun rupanya mereka bukan tandingan bagi Sakurako, Natsuha, Akina, dan Touko. Mereka berempat menghajar anak buah Makina tanpa kelelahan sama sekali.
"Sekali lagi. Kau orang paling Malang di dunia ini". Kata Sakurako sambil melenggang pergi diikuti Natsuha, Akina, dan Touko.
Makina yang marah atas ucapan mereka semua. Menyuruh salah satu anak buahnya. "Kuro". Panggil Makina.
"Ya. Makina-Sama". Ucap Kuro setelah namanya dipanggil.
__ADS_1
"Habisi. Kasuga Rei." Perintah Makina.
To be continued