
Natsuha sedari tadi menunggu Sakurako dan Aile pulang hanya meminum teh yang disediakan oleh maid keluarga Enkærlighed. "tak skal du have". Ucap Natsuha sambil meminum tehnya.
"det var så lidt". Maid tersebut membalas ucapan terima kasih Natsuha kemudian dia pergi menjauh.
Natsuha sudah berteman semenjak mereka masih di paud. Mereka berdua sejak kecil selalu bermain bersama. Berawal dari Natsuha yang selalu menjadi target bully anak-anak SD. Yang kemudian dia diselamatkan oleh Sakurako. Kemudian, mereka berdua mulai mengenal Akina dan Touko pada saat SD.
"Sedang memikirkan apa?" Tanya Sakurako yang tiba-tiba muncul dari belakang Natsuha.
"Selamat datang". Kata Natsuha meletakkan tehnya kembali.
"I'm home". Ucap Sakurako tersenyum. Lalu duduk di kursi sebelah Sakurako. "Tapi serius. Kau tadi sedang mikirin apa?". Sakurako masih penasaran.
"Kau ini pingin tau saja". Balasan Natsuha tidak dapat memuaskan hati Sakurako. Dan itu membuat Sakurako cemberut.
"Tadi kau bertemu Aile dimana?." Tanya Natsuha kini mengganti topik.
"Di bawah jembatan dekat toko Okonomiyaki. Dia tadi mau beli es krim. Tapi tadi dijalan dia melihat Kasuga diikuti seseorang. Karena cemas, Aile memutuskan untuk mengikuti mereka. Ketika penguntit itu kehilangan jejak Kasuga. Aile menantang penguntit itu." Jawab Sakurako panjang lebar.
Mendengar nama Rei disebut Natsuha yang dari tadi tersenyum, tiba-tiba menjadi diam. Sakurako yang menyadari hal itu, berusaha mencari cara agar Natsuha kembali tersenyum.
" Tidak perlu berpikir yang aneh-aneh. Aile kan cuma ingin merasakan rasanya jadi pahlawan". Canda Sakurako berusaha mengubah suasana.
Walaupun, Natsuha tau usaha Sakurako tidak ada gunanya, dia berusaha untuk tersenyum pada Sakurako.
"Mungkin dia ingin mengikuti jejakmu sebagai superhero". Kini Natsuha ikut bercanda. Kemudian kedua gadis ini mulai tertawa terbahak-bahak. Kemudian Natsuha melihat bunga Gladious yang kemarin dia beli sekarang bertengger di vas besar di ruang keluarga.
"Rupanya benar apa yang diucapkan bocah ceroboh itu. Bunga itu cocok denganmu." Kata Natsuha melihat kearah bunga Gladious. Sakurako kemudian ikut menoleh kearah bunga tersebut.
"Terdapat kata sakura didalam namaku. Tapi ayah, ibu, serta kakakku bilang bunga sakura tidak melambangkan karakterku. Dan saat aku memberitahu mereka soal bunga yang kau beli. Mereka bilang kalau bunga Gladious cocok dengan karakterku." Sakurako berbicara panjang lebar dan tetap melihat bunga Gladious.
"Aku dinamai Sakurako karena aku lahir bertepatan dengan saat bunga sakura mekar dipekarangan rumah sakit tempat aku lahir". Lanjutnya tidak mengindahkan pandangannya dari bunga tersebut.
Setelah mereka lama berdiam diri, kini Natsuha mencoba kembali membuka pembicaraan.
"Hei, Sakurako". Panggil Natsuha yang membuka pembicaraan. Sakurako hanya menjawab dengan "hn".
Setelah mendapat balasan, Natsuha segera bertanya pada Sakurako. " Aku dari dulu penasaran, kenapa sekolah bisa menjadikan Bocah ceroboh seperti Kasuga Rei sebagai siswa teladan?" Tanya Natsuha penuh selidik.
"Entahlah. Tapi dia dikenal sebagai siswa yang ramah. Selalu diperingkat atas tidak hanya dikelasnya tapi juga di tingkatannya. Para guru juga sangat kagum akan berbagai prestasi akademik dan non-akademiknya. Dan juga, dedikasinya terhadap tugasnya sebagai siswa sekolah patut diacungi jempol." Sakurako menjawab pertanyaan Natsuha dengan tersenyum.
Namun, itu masih belum bisa memuaskan Natsuha. "Jika hanya itu saja, maka semua bisa saja disebut siswa teladan. Dia ceroboh, Kikuk, masih suka tidur saat pelajaran, dan lalai akan tugasnya. " Natsuha membalas ucapan Sakurako dengan nada meremehkan Rei. Lalu dia memutuskan untuk pergi pulang.
"Natsuha". Panggil Sakurako namun Natsuha tidak menoleh ke arah Sakurako sama sekali. "Walaupun Kasuga adalah siswa teladan, dia Masih seorang manusia. Jika kau hanya melihat sisi negatif seseorang, maka itu akan membutakan mata hatimu." Lanjut Sakurako.
Natsuha yang mendengar segera membuka pintu keluar dan pergi dari rumah Sakurako. Sakurako kemudian melihat foto saat dia dan Natsuha lulus dari Paud.
__ADS_1
'apakah trauma waktu itu masih membuat hatimu tertutup?'. batin Sakurako yang masih memandang foto masa kecilnya.
...****************...
Rei saat ini tengah mencoba bangku baru miliknya."apa ada sesuatu yang masih membuatmu kurang nyaman?." Tanya Itsuki yang duduk di samping Rei.
"Entah kenapa kursi ini masih sering bergoyang-goyang. Tapi apa boleh buat". Jawab Rei sambil mengeluarkan buku pelajaran jam pertama.
Tidak lama kemudian bel masuk berbunyi. Pelajaran pertama merupakan pelajaran fisika. Semua siswa mendengarkan seksama penjelasan guru. Saat ini guru sedang menjelaskan tentang Keseimbangan benda tegar.
"Kasuga-kun." Panggil guru pada Rei.
"Tolong jawab soal nomor 2." Perintah pak guru pada Rei. "Baik pak.
Dari soal nomor 2, Diketahui bahwa:
Massa kotak A \=10 kg
Massa kotak B \= 20 kg
Panjang Papan \= 10 meter
Lengan kotak B \= 2 meter dari titik tumpuh
gravitasi (g) \= 10 m/s2
4 meter." Jawab Rei. Menjelaskan jawaban soal nomor 2.
"Bagus". Puji pak guru mempersilakan Rei duduk kembali.
Sebenarnya Rei tidak begitu fokus pada pelajaran karena dia memikirkan hal yang lainnya.
Tidak terasa waktu pelajaran telah berlalu. Kini mereka sedang beristirahat. Rei mendengar salah seorang temannya yang sedang bercakap-cakap.
"Minami-san, Kitako-san. Kalian membicarakan apa?." Tanya Rei penasaran.
"Kasuga-kun tahu tidak, sekolah kita akan membangun planetarium dan mini dome." Seru teman perempuan Rei yang bermarga kitako.
Sontak membuat seluruh kelas langsung ikut bergabung dengan pembicaraan mereka bertiga.
"Serius???". Tanya salah satu anak laki-laki.
" Iya benar. Duh rasanya senang sekali. Kita jadi nggak perlu pergi ke planetarium diluar sekolah hanya untuk belajar. Dan kita tidak perlu lagi minta izin ke orang-orang luar sekolah hanya untuk latihan olahraga.
" Tambah gadis bernama Minami kegirangan. Semua siswa kelas 2-A juga ikut kegirangan dengan berita tersebut.
__ADS_1
"Setelah ini klub astronomi benar-benar akan memiliki ruangan mereka sendiri. Aku semakin senang." Ucap salah seorang siswa yang tergabung dalam klub astronomi.
Setahu Rei banyak anggota dari klub astronomi dan klub berbasis Ilmu Pengetahuan Alam selalu berseteru satu sama lain karena ruangan yang dipakai adalah lab IPA. Atau bahkan mereka sering mengeluarkan uang hanya untuk biaya masuk/keanggotaan planetarium.
Tak heran dengan dibuatkannya planetarium setidaknya membuat para anggota klub astronomi bisa memanfaatkan waktu mereka dengan baik.
"Selamat ya". Ucap Rei pada anggota klub astronomi tersebut.
"Itsuki, ayo kita pergi ke kantin." Kemudian Rei datang menemui Itsuki dan mengajak mereka makan yang di jawab anggukkan oleh Itsuki.
...****************...
"Kenapa kau bisa disini?". Natsuha bertanya pada seorang laki-laki yang menggangu dia membaca buku di atap sekolah.
"Aku hanya ingin bertemu denganmu, Natsuha." Jawab lelaki bernama Juutaro.
Natsuha tidak menyukai dia. Dulu dia berharap dengan berhubungan dengan juutaro maka trauma yang dirasakan Natsuha bisa hilang. Tetapi sayangnya, juutaro malah membuat dia sakit hati. Mengingat akan masa lalunya dulu. Natsuha menghampirinya dan langsung meninju wajah Juutaro.
"Dari dulu yang namanya laki-laki itu semuanya iblis dan pembawa sial. Pergi dari hadapanku kau brengsek." Usir Natsuha muak dengan Juutaro.
"Natsuha tenanglah. Aku hanya mau memberikan ini untukmu." Kata juutaro menyerahkan undangan pernikahan juutaro dan wanita yang akan menjadi istrinya. Natsuha yang sudah tidak peduli mengambil dan membakar undangan tersebut didepan Juutaro.
"Masa bodoh denganmu yang mau menikah atau tidak. Itu bukan urusanku. Sekarang cepat pergi dari sini. Sebelum aku seret kau keluar ke gerbang sekolah dengan berlumuran darah." Natsuha sekali lagi berusaha mengusir Juutaro namun dia kali ini juga mengancam Juutaro.
"Natsuha kumohon..." Natsuha yang sudah dibutakan oleh emosi, menghajar Juutaro hingga babak belur.
"Natsuha-chan." Natsuha menghentikan aksinya ketika Touko memanggilnya.
"Natsuha-chan. Sudah cukup. Jangan diteruskan." Lerai Touko berusaha menahan pukulan Natsuha.
"Jangan ikut campur, Touko. Aku benar-benar tidak bisa menahan emosiku lagi." Ucap Natsuha meronta-ronta berusaha memukul Juutaro.
"Natsuha-chan hentikan amarahmu ini atau kau bisa dikeluarkan dari sekolah. Dan kau, Juutaro-san. Jika anda tidak punya kepentingan terhadap Natsuha, tolong pergi atau aku panggilkan pihak keamanan sekolah untuk membawa anda pergi dari sekolah secara paksa." Kata Touko masih menahan pukulan Natsuha.
Menyadari bahwa dirinya hanya membawa masalah bagi Natsuha, Juutaro segera pergi dari sekolah. Setelah Juutaro pergi dari hadapan mereka Natsuha mulai menangis dan membenamkan wajahnya di pundak Touko.
"Sudah. Sudah. Tenangkan dirimu, Natsuha-chan." Ucap Touko menenangkan Natsuha.
...****************...
Disebuah tempat yang gelap dan hanya diterangi oleh cahaya lampu, seorang wanita mengeluarkankan foto seorang gadis SMA yang tidak lain adalah Sakurako.
"dnob siht othop htiw okarukas." Dia sebuah mengucapkan mantra yang membuat jiwa dan raga Sakurako terhubung dengan photo ini.
"nrub" ucap gadis itu .
__ADS_1
...****************...