The Boy And The Students Council President

The Boy And The Students Council President
Sakurako devotion


__ADS_3

"Kasuga". Panggil Sakurako setelah dia meminum minumannya.


Yang dipanggil kemudian menoleh dan membalas panggilan tersebut. "Iya senpai". Balas Rei.


"Bagaimana kondisi kakimu?. Apa masih sakit?." Tanya Sakurako.


Kejadian yang menimpa Rei waktu itu membuat Sakurako benar-benar merasa sedikit sedih. Karena sebagai ketua OSIS. Melihat salah seorang siswanya dilukai oleh siswa dari sekolah lain membuat dia terus berusaha untuk mengintrospeksi diri apakah dia sudah layak untuk disebut sebagai ketua OSIS yang bertanggung jawab.


"Walaupun agak sakit tapi ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Terima kasih sudah mengkhawatirkanku senpai". Kata Rei sambil melihat kakinya.


"Syukurlah. Sebagai ketua OSIS. Keselamatan dan kenyamananmu pada saat kau bersekolah menjadi tanggung jawab bagiku. Dengan adanya kejadian kemarin, membuatku terus berusaha untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan disekolah agar tidak terjadi hal yang sama lagi." Kata Sakurako sambil mengambil piringnya yang kotor untuk dia bersihkan.


"Ngomong-ngomong. Aku sedikit penasaran denganmu. Apa yang kau lakukan malam-malam diluar". Kini Sakurako mengganti topik.


"Ah. Tadi aku habis pulang dari kerja sambilan". Balas Rei seadanya. Setelah memberikan piringnya, kini Sakurako duduk kembali.


"Kalau tidak salah keluarga kasuga merupakan keluarga yang cukupan. Ayahmu adalah staff perusahaan besar, ibumu adalah guru sebuah sekolah bertaraf internasional, dan kakakmu juga wirausaha dari restoran Okonomiyaki yang cukup besar, bukan?. Kenapa tidak bantu-bantu kakakmu saja?". Tanya Sakurako mengintrogasi Rei.


"Aku bekerja sambilan di toko bunga karena aku sangat menyukai bunga, senpai". Jawab Rei dengan senyum lebar diwajahnya.


"Ayah, ibu, dan kakakku memintaku untuk membantu di restoran Okonomiyaki. Tapi aku menolak. Karena aku sangat sayang pada bunga. Sejak kecil aku selalu merasa bahagia saat aku dikelilingi oleh bunga. Makanya aku memutuskan untuk bekerja sambilan sebagai penjual bunga.


"Dengan kata lain kau tidak mau merepotkan mereka benar begitu?". Tanya Sakurako lagi.


"mungkin itu juga bisa menjadi alasan, senpai". Jawab Rei.


"Kalau senpai sendiri?." Kali ini giliran Rei yang bertanya.


"Soal apa?" Sakurako tidak begitu paham apa yang ingin Rei tanyakan padanya.


" Ah. Mengenai keluarga senpai" kata Rei berusaha meluruskan.


"Oh. Ibuku merupakan seorang guru dan atlet bela diri. Dia memiliki darah Prancis didalam tubuhnya. Ayahku adalah guru dan atlet anggar. Dia merupakan seorang Denmark-Prancis. Aku punya seorang kakak laki-laki yang memiliki usaha di bidang pendidikan dan kesehatan. Dia sekarang memiliki seorang istri komposer dan mereka tinggal di Prancis. Saat ini hanya aku dan adikku, Aile yang berada di rumah ini karena kedua orang tuaku ada di Denmark." Jawab Sakurako panjang lebar.


Rei yang mendengar hanya mengangguk-angguk mengerti. Saat dia akan membersihkan piringnya, Sakurako mencegahnya.


" Tidurlah. Akan kubersihkan." Perintah Sakurako. Sebelum Rei menolak Sakurako memberikan tatapan yang menegaskan kalau Rei harus tidur. Akhirnya Rei pun kembali ke kamarnya membiarkan Sakurako membersihkan piringnya.


...****************...


Pagi harinya Rei memutuskan untuk pulang sendiri.


"Kau yakin tidak mau diantar sampai rumah?." Tanya Sakurako.


"Tidak perlu, senpai aku tidak mau merepotkan kalian semua". Jawab Rei. Dia masih merasa tidak enak terus merepotkan Sakurako dan orang-orang dirumahnya.


"Aku tidak merasa direpotkan. Aku hanya berterimakasih karena kau sudah menyelamatkan Aile kemarin." Kata Sakurako membalas Rei.


Tidak jauh dari arah mereka Natsuha muncul dan mendekati mereka. "Ada apa ini?." Tanya Natsuha meminta kejelasan.


"Kasuga, kemarin dia sudah menyelamatkan Aile dari anak-anak Onizuka." Jelas Sakurako. Dan Rei pun mengangguk.


"Kalau begitu aku pamit dulu senpai." Pamit Rei. Baru tiga langkah Rei berjalan, Sakurako kembali memanggilnya.


" Ini ada sisa pancake. Bawa pulang ini untuk dimakan bersama dengan keluargamu". Ucap Sakurako kemudian memberikan pancake tersebut pada Rei.

__ADS_1


"Terima kasih, senpai". Kata Rei setelah menerima pancake tersebut.


"Ayo, Natsuha". Kini Sakurako mengajar Natsuha untuk masuk kedalam. Rei yang melihat mereka tersenyum kemudian meninggalkan rumah Sakurako.


...****************...


"Aku pulang". Ucap Rei setelah dia sampai dirumah.


"Selamat datang". Kata kakak dan ibunya.


"Ibu, kakak. Ini ada sedikit oleh-oleh untuk kalian. Dari temanku". Kata Rei sambil menyodorkan kotak berisi pancake. Kemudian dia segera masuk ke kamarnya dan mengganti bajunya. Kemudian dia ikut bergabung dengan keluarganya.


"Ayah." Ucap Rei melihat ayahnya.


"Bagaimana sekolahmu?." Tanya ayah Rei.


"Menyenangkan. Aku senang sekali bisa menjalankan tugasku sebagai komite kedisiplinan". Jawab Rei penuh semangat. Ayahnya hanya bisa tertawa mendengar ucapan Rei.


"Jadilah anak yang yang selalu disiplin oke". Perintah sang ayah pada Rei.


"Siap". Balas Rei singkat.


"Rei". Panggil sang Hazuki kakak pada Rei.


"Ada apa kak?" Tanya Rei pada Hazuki.


"Kakak tau kamu kelelahan, tapi Katsuobushinya sudah mau habis. Tolong nanti pergi beli ke supermarket, ya". Pinta Hazuki.


Walaupun sebenarnya Rei agak malas pergi ke sana. Namun dia selalu menuruti keinginan kakaknya. Karena Rei sayang pada kakaknya. "Baiklah". Ucap Rei sambil berdiri kearah Hazuki. Dan Hazuki segera memberikan uangnya pada Rei.


...****************...


'mungkin hanya perasaanku'. Batin Rei.


Rei berusaha berpikir positif. Namun tetap saja Rei merasa ada yang mengikuti dia. Rei berusaha mempercepat gerak langkahnya sampai-sampai dia tidak sadar kalau Katsuobushi jatuh dari tangannya. Rei yang panik berusaha mencari-cari Katsuobushi yang ia jatuhkan. Dia keasyikan mencari sampai tidak sadar ada yang menepuk bahunya.


"S-senpai?". Rei kaget melihat Sakurako yang ada didepannya.


"Sedang apa?". Tanya Sakurako menatap heran Rei.


"Sepertinya aku sudah menghilangkan Katsuobushiku". Jawab Rei sedikit murung.


"Senpai sendiri?". Tanya Rei yang masih penasaran mengapa Sakurako ada disini.


"Aile masih belum pulang dari tempat latihannya. Dan dilihat dari gps dari yang aku pasang pada baju serta tasnya, dia mengarah kesini." Jawab Sakurako sambil melihat gps ponselnya.


" Pulanglah. Nanti aku akan bawakan Katsuobushimu kalau ketemu". Pinta Sakurako meninggalkan Rei. Rei pun tidak bisa mencegah Sakurako karena Sakurako sudah pergi jauh.


...****************...


"AILE!!!"


Sakurako yang melihat Aile terkapar di tanah segera menghampirinya.


"Kau tidak apa-apa?." Tanya Sakurako berusaha mendudukkan Aile.

__ADS_1


"Aku nggak apa-apa kak". Ucap Aile yang sudah dalam kondisi babak belur.


"Oooh. Jadi inikah kekuatan adik dari Enkærlighed Sakurako. Lemah sekali.". Ejek salah seorang pria bernama Kuro.


Sakurako hanya memandang pria tersebut namun dia memutuskan untuk bersikap masa bodoh pada Kuro.


"Aku tidak ada urusan dengan bocah SMP kelas tiga sepertimu. Aku hanya punya urusan dengan pria bernama Kasuga Rei. Tapi kau malah bersikap sok jagoan dan menantangku." Imbuh Kuro masih dengan nada ejekan didalamnya.


Sakurako masih tidak peduli pada Kuro dan memutuskan untuk membawa Aile pergi pulang. "Aile. Kamu duluan, ya. Kakak masih ada urusan". Ucap Sakurako kemudian dia pergi kearah Kuro.


Alih-alih dia pergi kearah Kuro rupanya Sakurako hanya mau mengambil Katsuobushi yang dijatuhkan oleh Rei. Ketika Sakurako akan mengambil Katsuobushi tersebut Kuro menginjak tangan Sakurako bersama dengan Katsuobushinya.


"Kau sepertinya juga termasuk wanita lemah. Kau tidak bisa melindungi apapun". Kata Kuro dan kini dia tertawa terbahak-bahak.


'Cukup.' Kini Sakurako sudah kehilangan kesabarannya. Dianggap lemah dan tidak bisa melindungi siapapun bahkan benda mati sekalipun. Sakurako benar-benar sudah lelah dengan ini semua.


"Uwaaahh" Sakurako yang sudah mulai marah menghempaskan kaki Kuro dengan menggunakan tangan yang terinjak tadi. Kemudian Sakurako menghajar Kuro tanpa ampun. Dan memberikan Kuro headbutt sebagai finishing.


"Kau tau aku sangat benci pada orang yang banyak bicara seperti kau. Dan asal kau tau. Aku adalah ketua OSIS SMA Kisakigaoka. Aku tidak akan membiarkan murid sekolah lain melukai murid dari sekolahku. Dan apabila itu terjadi maka aku akan bertindak dengan caraku sendiri". Ucap Sakurako. Kemudian dia membawa Aile menjauh dari sana.


...****************...


"Maaf. Katsuobushimu sudah hancur. Jadi kuberikan yang baru". Kata Sakurako menyerahkan Katsuobushi yang baru pada Rei.


"Terima kasih. Maaf merepotkanmu senpai". Kata Rei meminta maaf pada Sakurako.


"Tidak perlu. Meminta maaf". Kata Sakurako menepuk pundak Rei.


"Kau sudah menyelamatkan adikku. Membuat adikku bertaruh nyawa demi kau merupakan sebuah kebanggaan". Imbuhnya.


Rei kemudian menyamakan tingginya dengan Aile. "Aile-san. Maafkan aku yang sudah membuatmu seperti ini". Kali ini Rei meminta maaf kepada Aile.


"Tidak apa-apa. Kak Rei. Ini balas budiku pada kakak". Balas Aile pada Rei. Tak lama kemudian sebuah mobil datang untuk menjemput Sakurako dan Aile. Keduanya pun masuk ke mobil.


"Kasuga". Panggil Sakurako membuat Rei menoleh.


"Lain kali jangan ceroboh". Kata Sakurako lalu masuk kedalam meninggalkan Rei sendiri.


'iya'. Jawab Rei dalam hati kemudian segera pulang kerumah.


...****************...


"KURANG AJAR". Makina marah setelah mendengar kabar kalau Kuro dikalahkan.


"Tidak bisa dibiarkan. Wanita sialan itu". Gerutu Makina.


"Witch". Panggil Makina pada salah seorang anak buahnya yang bernama witch.


"ya. Nona Makina". Ucap Witch setelah hadir.


"Gunakan kekuatanmu. Lalu habisi Enkærlighed. Secepat mungkin". Perintah Makina menyerahkan foto Sakurako pada witch.


"Baiklah nona Makina" ucap witch mengambil foto Sakurako.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2