
Setelah ada salah satu pemberontak yang tampak ketakutan sambil menyebut orang yang dilawannya itu bukan manusia.
Hengki dan tentara lain yang berada di situ menjadi penasaran dengan apa yang dimaksud olehnya.
Setelah menyusuri jalan yang tak jauh dari tempat tadi, Hengki dan yang lainnya menjadi agak ngeri karena semakin mereka berjalan, semakin banyak tumpukan mayat yang ada tergeletak dimana-mana.
Pada akhirnya tumpukan mayat yang menyerupai bukit itu sampai di puncaknya, dan ternyata ditengah-tengah tumpukan yang menyerupai bukit bangkai manusia itu terlihat satu sosok yang sedang berdiri tegap.
Di depan orang itu juga terlihat salah seorang yang sedang tertunduk sambil memohon-mohon kepadanya.
"Tolong biarkan aku hidup. Aku tidak akan lagi mengusik pasukan kerajaan. Kumohon..."
Pinta orang itu sambil menggoyang-goyangkan tangannya yang sedang memohon ampun. Ia tampak sudah babak belur akan tetapi lukanya sepertinya tidak terlalu fatal.
Jika dilihat secara jelas, orang yang sedang memohon itu adalah salah satu ajudannya Elliot si kapten muda yang berasal dari kubu pemberontak. (orang ini pernah di singgung di Episode 44 - Elliot Lascaris)
Dan orang yang ditakuti oleh para pemberontak sampai disebut iblis dan juga bukan manusia itu ternyata adalah Bobs Pintarr, sang panglima itu sendiri.
Mendengar musuhnya terus memohon kepadanya, Bobs hanya diam tidak menggubris.
Bobs terlihat seperti sudah kelelahan, Hengki kaget ketika ia melihat Bobs yang ternyata sudah membantai para pemberontak ini.
Sial... Ada berapa orang yang sudah dibunuh olehnya? pikir Hengki.
Meskipun selalu menganggapnya bodoh dan sembrono, tapi untuk pertama kalinya Hengki merasa agak gentar kepada Bobs.
Pakaian dan tubuh Bobs penuh berlumuran darah, tapi itu bukan darahnya melainkan cipratan dari darah orang yang sudah ia bantai. Bobs hanya menderita luka yang sangat minim dan juga tidak membahayakan nyawanya.
Walaupun tidak terluka fatal secara fisik, tapi mental Bobs sepertinya sudah terluka parah. Ini bisa dilihat dari tatapannya yang kosong dan mulutnya juga tampak pucat dan berkerut.
"Kumohon... Ampuni aku..." Si pemberontak itu masih juga memohon ampun.
Sreet!
Dengan tatapan kosongnya, Bobs lantas membalikkan badan sambil menyeret mayat yang menghalangi kakinya.
__ADS_1
Orang yang memohon ampun itu merasa nyawanya sudah di bebaskan oleh musuhnya, karena Bobs membalikkan badannya.
Dan ternyata benar, Bobs mengamini permohonannya itu.
Akan tetapi, bukannya kabur, si pemberontak yang baru saja dibebaskan itu malah mengambil kesempatan untuk menebas leher Bobs dari belakang.
Bobs berhasil menyadari serangan pengecut itu, namun ia tampak sedikit telat. Ketika Bobs membalikkan badannya, pedang yang di layangkan oleh musuh sudah setengah sampai ke lehernya.
Kini sebentar lagi mereka akan menyerang secara bersamaan, yang otomatis berarti keduanya akan tewas berbarengan.
Clang! Brak!
Namun takdir berkata lain, si pemberontak itu berhasil dibunuh oleh Bobs hanya dengan sekali pukulan di kepalanya.
Sedangkan serangan tadi yang harusnya berhasil untuk menebas Bobs, seketika di tangkis. Bukan oleh Bobs melainkan oleh anak panah yang tepat mengenai pedang tersebut.
Dan anak panah itu tadi ditembakkan oleh Hengki dengan sangat tepat mengarah kepada pedang musuh.
Bobs yang terkejut karena ternyata dirinya tidak jadi mati lantas melirik ke sebelah kanan, di mana anak panah tadi berasal.
Ketika dirinya melirik ke kanan, ia sudah tidak bisa lagi menghitung berapa kali dirinya diselamatkan olehnya...
Badan Bobs sudah sempoyongan ke depan dan belakang.
Bruk!
Pada akhirnya Bobs tergeletak ke belakang.
Ketika sudah tergeletak, Bobs masih bisa menjaga kesadarannya sebentar.
Pada saat dirinya masih tersadar itu, Hengki datang menghampiri.
"Bodoh, apa kau tidak pernah menggunakan otak kecilmu itu?!" walaupun nadanya pelan, tapi cara pengucapan Hengki menandakan dirinya benar-benar jengkel kepada Bobs.
"Berisik! Kenapa kau selalu muncul dimana-mana?!" Kekesalan Hengki itu dibalas dengan geram juga oleh Bobs.
__ADS_1
Bobs bilang kalau Hengki selalu ada saat dirinya sedang kesusahan. Walaupun dalam benaknya merasa bersyukur tapi Bobs juga merasa kesal karena terus-terusan diselamatkan oleh Hengki.
Setelah saling mengutarakan kekesalannya masing-masing, Bobs kemudian pingsan tak sadarkan diri.
Tap! Tap! Tap!
Para tentara yang bersama dengan Hengki, memberitahukan ke semua pasukan yang sedang mengintai kalau mereka telah menemukan lokasi Bobs.
Roderick, Ajax dan yang lainnya kemudian berlari ke tempat yang diinformasikan itu.
"Apa tuan Bobs benar-benar baik-baik saja?!" khawatir salah satu tentaranya Bobs yang masih hidup.
"Ya, Beliau di sini," Tentara yang melaporkan tadi itu memberitahu bahwa Bobs benar baik-baik saja.
"Apa panglima kalian itu benar-benar mengalahkan semua orang kuat ini sendiri?" salah satu tentaranya Ajax berpikir, tidak mungkin mayat yang bergeletakkan di tanah itu dibunuh oleh Bobs seorang.
"Ini adalah dampak ketika tuan sedang mengamuk," William yang sedang dibopong oleh Ajax itu menjawab kalau ini semua memang hasil dari perbuatan Bobs.
"Gila! Apa dia manusia super...?" heran Ajax.
Mereka semua bergerak ke arah di mana Bobs berada sambil melihat mayat-mayat yang menumpuk di segala penjuru itu.
"Itu mereka!" teriak tentara Ajax yang di awal tadi tidak percaya kalau Chandax memiliki panglima yang sangat kuat.
"Hah? Di sana juga ada tuan Hengki!" sadar Ajax setelah melihat Hengki.
Mendengar Hengki dipanggil 'tuan' oleh Ajax, William pun heran dan bertanya, "Kenapa kau memanggilnya tuan?"
Karena sedang fokus ke arah Bobs, pertanyaan William itu tidak digubris oleh semua orang terutama Ajax.
{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}
(っ^▿^) Terima Kasih sudah membaca episode 49 yang berjudul 'Percikan Awal' ini.
Untuk kalian yang suka dengan ceritanya boleh Like, Share dan jangan lupa tambahkan ke favorit supaya kalian tidak ketinggalan dengan update cerita selanjutnya. Atau kalian juga boleh menyisihkan beberapa poin yang kalian miliki untuk hadiah.
__ADS_1
Dan untuk kalian yang ingin memberikan saran, kritik, promosi, apresiasi dan yang lainnya, bisa sampaikan saja langsung pada kolom komentar yang ada di bawah yah.
(っ ͡~ ͜ʖ ͡°)っ à plus tard. :v