The Conqueror

The Conqueror
Episode 50 - Semuanya Butuh Pertolongan


__ADS_3

Di keesokan harinya. Jan absen dalam peperangan, ia kini sedang berada di markas utama pasukan kerajaan bersama pasukan pendukung yang lain.


"Sepertinya pasukan yang lain sudah mulai bergerak kembali. Kalau dipikir, karena orang itu (Hengki) kita berhasil memukul telak pasukan pemberontak." Jan saat ini sedang berbicara sendiri di depan pasukan medis yang sedang membalut tangannya dengan perban baru.


"Baik... Sudah selesai tuan." Tentara medis itu telah menyelesaikan tugasnya untuk mengobati Jan.


"Terima kasih. Aku akan langsung berangkat lagi ke medan tempur." Jan lantas pamit kepada tentara medis itu, ia tampak tak ingin berlama-lama di tenda yang penuh dengan orang sakit.


"Sama-sama tuan. Kalau begitu, kami juga akan segera untuk mengobati tentara yang lain." Orang itu kemudian mempersilakan Jan untuk kembali bertarung. Sebenarnya dokter itu ingin menghentikan Jan agar mau istirahat terlebih dahulu bukan malah langsung bertempur lagi, namun ia tidak punya keberanian untuk mencegahnya keluar.


Akan tetapi di samping si dokter itu tampak sosok gadis yang memiliki rambut di bun dua berusaha untuk mencegah Jan, si gadis itu berkata, "Kau pergi keluar dengan luka seperti itu?"


Si dokter yang ada di samping agak sedikit gugup karena gadis itu menegur Jan bahkan dengan panggilan 'Kau' bukan 'Tuan'.


Untungnya Jan adalah orang yang sangat ramah, apalagi kepada seorang wanita. Meski punya pangkat yang tinggi di usianya yang masih muda, Jan tetaplah orang yang sangat rendah hati.


"Tadinya juga kupikir akan lebih baik kalau aku istirahat terlebih dahulu di sini. Namun seperti yang kalian sadari, pasukan yang lain sudah berangkat sejak pagi hari, akan tetapi sampai saat ini ketika waktu sudah mau sore mereka belum juga memberikan kabar." Jan ternyata merasa sangat khawatir dengan kondisi yang sedang terjadi di medan perang. Ia bimbang karena belum mendapatkan sedikit pun kabar dari peperangan yang sedang berlangsung.

__ADS_1


Si gadis berambut bun dan juga dokter itu tak bisa menjawab perkataan Jan. Mereka juga sebenarnya sadar betul kalau ada yang aneh dari situasi yang sedang terjadi di hari ini. Apalagi pasukan medis sudah terbiasa berada di barisan paling belakang, sepanjang pengelaman mereka harusnya maksimal tiap 3 jam sekali ada kabar baru yang berasal dari garda depan. Namun yang terjadi kali ini sudah 8 jam lebih belum juga ada kabar yang menjelaskan situasi yang sedang terjadi.


\===


[Waktu Mundur]


Beberapa Jam ketika hari menjelang siang. Kubu kerajaan dan pemberontak tampak sedang bertempur dengan sangat sengit.


"Woy! Garis pertahanan kita yang ada di sebelah sini sedang kesulitan! Kita butuh bantuan segera! Jika tidak ada bala bantuan maka kita semua akan habis!" Bobs berteriak ke arah di mana Dominic dan pasukannya berada.


Setelah permintaan Bobs disampaikan kepada Dominic lewat pasukan pengantar surat, Dominic justru malah balik marah dengan mengatakan, "Bodoh! Tentaraku juga sedang kesulitan menjaga posisinya masing-masing!"


Saat ini situasi benar-benar kacau balau. Sebenarnya secara jumlah dan kualitas pihak kerajaan harusnya bisa mendominasi jalannya perang. Akan tetapi karena kecerdikan atau bahkan bisa dibilang kepicikan Hubert, ia bisa menahan pasukan kerajaan agar tidak masuk ke dalam kota.


Semua akses masuk sudah Hubert tutup dengan reruntuhan dari bangunan yang dari awal sudah bergeletakkan dimana-mana. Bukan cuma itu, ia juga menyandera rakyat jelata yang kebanyakannya adalah wanita dan anak kecil tepat di pintu gerbang masuk.


Karena itulah pasukan kerajaan jadi tertahan persis di depan tembok kota. Mereka menjadi saling berdesak-desakan satu sama lain.

__ADS_1


Unit Bobs adalah unit yang berada di sisi kiri. Dan pasukan Roderick mengekor di samping paling kanan barisan pasukan Chandax yang berarti posisi mereka berada tepat di tengah-tengah. Sementara pasukan Dominic yang sedang kesusahan sendiri berada di paling kiri dari perspektif kubu kerajaan.


"Sialan, kalian masih tetap berjuang ya?" Redjack yang memantau dari kejauhan tampak kesal karena kubu kerajaan masih berjuang dengan sekuat tenaga.


Slash! Cleb!


"Kanan dan kiri semuanya sedang kesusahan! Unit kita juga sedang bertarung mati-matian." Salah satu tentara bawahan Roderick merasa mulai frustrasi. Wajar jika mereka mulai stres, karena Unit Roderick saat ini berada tetap di depan gerbang utama jalan masuk menuju dalam kota. Otomatis tentara pemberontak yang menghadangnya juga berjumlah sangat banyak dan juga tangguh-tangguh.


"Bagian tengah kita hampir kehilangan bentuk formasinya! Jika kita terus seperti ini... Kita akan habis seluruhnya di tempat kita berdiri ini." Salah satu tentara yang lain akhirnya meluapkan rasa frustrasinya itu. Ia berharap para petingginya memberi perintah untuk mundur.


Namun sepertinya harapannya sirna, karena tiba-tiba Hengki untuk pertama kalinya berteriak ke semua tentara yang ada di depannya, "Kita tidak boleh mundur! Kalau kita mundur, mereka akan menutup gerbang rapat-rapat dan memindahkan semua tawanannya itu dengan cara tak manusiawi lagi. Jika itu terjadi maka yang habis memang bukan kita tapi yang habis adalah wanita dan anak kecil yang ada di dalam sana." Hengki menyadarkan tentara yang lain agar mereka selalu ingat kalau saat ini ada tawanan yang nyawanya bakal semakin terancam jika mereka semua menyerah begitu saja.


Para pemberontak yang menjaga gerbang agak sedikit kecewa karena pasukan kerajaan yang sedang mereka hadapi tidak jadi mundur. Kubu kerajaan masih terus berusaha untuk mendobrak gerbang kota meskipun nyawa dari rakyat jelata yang sedang ditawan menjadi semakin terancam.


Perang ini berjalan dengan sangat keji. Mereka semua menganggap wanita dan anak-anak yang sedang ditawan nyawanya sama sekali tidak berarti. Roderick yang mempunyai sifat bijak dan berhati nurani tinggi pun dipaksa untuk mengorbankan salah satu pihak, entah itu pasukannya atau para tawanan. Dan di sini Hengki sepertinya mendorong untuk mengorbankan tentara saja. Karena dari awal semisal mereka gugur juga akan ada kompensasi dari Doux Zeno. Maka dari itu tidak terlalu rugi kalau pihak tentara yang gugur lebih banyak.


!!!!!!!!**PENGUMUMAN PENTING!!!!!!!!**

__ADS_1


Novel The Conqueror akan lanjut di platform sebelah berwarna oren yang namanya 'Ozzif' (Kalian baca secara terbalik). dan judul novelnya berubah menjadi Hengki The Cunning RebeI. Untuk kalian yang ingin tahu kelanjutan dari cerita novel ini bisa tunggu sampai bulan Oktober karena kemungkinan butuh waktu satu bulan lebih untuk mengejar chapter/episode yang sudah ada di platform ini. Namun Author lebih merekomendasikan kalian agar baca dari awal lagi, karena walaupun tidak merubah cerita secara signifikan akan tetapi ada banyak hal yang Author revisi dan rubah, terutama di episode awal-awal.


(っ ͡~ ͜ʖ ͡°)っ à plus tard. :v


__ADS_2