The Count of Monte Cristo

The Count of Monte Cristo
Episode 53


__ADS_3

YANG pertama-tama dilakukan Albert ketika dia kembali ke rumahnya, menanggalkan potret ibunya dari piguranya. Setelah itu ia mengumpulkan semua koleksi senjata-senjatanya dari Turki dan Inggris, porselen Jepang, piala-piala dan patung-patung perunggu Uang yang ada di sakunya dilemparkan ke dalam laci meja yang terbuka. Disatukannya juga kepada uang itu semua permata miliknya, lalu mencatat semua kekayaannya itu dengan cermat. Setelah selesai, catatan itu diletakkan di atas meja.



Suara kuda di pekarangan menarik perhatiannya. Dia berjalan ke jendela dan melihat ayahnya menaiki keretanya dan berangkat.



Albert pergi ke kamar ibunya. Dia terhenti di ambang pintu, terpaku oleh apa yang dilihatnya. Bagaikan dua raga dikuasai satu jiwa, Mercedes pun sedang melakukan apa yang baru saja selesai dikerjakan oleh anaknya. Albert memahami maksud ibunya, sebab itu dia merasa terkejut.



"Ibu!" katanya sambil memeluk ibunya. "Apa yang Ibu lakukan?"



"Dan apa pula yang engkau lakukan?"



"Ibu," Albert terharu hampir-hampir tidak dapat berkata. "Bagi Ibu lain."



" Aku mau pergi," kata Mercedes pasti. "Dan aku memperkirakan anakku akan berangkat bersamaku. Atau aku salah?"



'Ibu saya tidak tega Ibu menjalani hidup seperti yang akan saya jalani. Mulai hari ini saya harus hidup tanpa kekayaan. Untuk bekal belajar hidup secara itu, saya hams meminjam dahulu roti kawan untuk makan sampai saya dapat menghasilkannya sendiri.

__ADS_1



Saya bermaksud menemui Franz hari ini juga untuk meminta dia meminjami' saya sejumlah uang yang saya pikir akan mencukupi"



"Anakku yang malang!" Mercedes menangis. "Apakah engkau bermaksud hidup dalam kemiskinan dan kelaparan? Jangan begitu, aku takut terpaksa menabah lagi keputusan-ku!"



'Tetapi keputusan saya sendiri tak akan berubah," jawab Albert. "Saya masih muda, masih kuat dan saya kira bukan pula pengecut. Sejak kemarin saya mengetahui apa yang dapat dihasilkan oleh kekuatan dan kemauan yang keras. Banyak orang yang pernah mengalami penderitaan. Bukan saja mereka tetap dapat hidup, tetapi lebih dari itu mereka berhasil mengumpulkan kekayaan di atas puing-puing kebahagiaan lamanya yang hancur.



Dari kedalaman tempat dia dibenamkan oleh musuh- musuhnya dia berhasil bangkit kembali dengan gagah dan penuh kejayaan sehingga dia dapat menguasai musuh-musuhnya dan akhirnya berhasil menghancurkannya. Mulai hari ini saya hendak memutuskan pertalian saya dengan masa lalu saya. Saya tidak mau menerima apa pun dari masa lalu, bahkan nama pun tidak, karena, Ibu tentu f ah am, putra Ibu tak mungkin menyandang nama ayahnya yang sudah cemar."




"Saya akan mentaati apa yang Ibu minta," jawab anak muda itu. "Dan karena putusan telah bulat, baiklah kita



melaksanakannya sekarang juga. Ayah baru saja meninggalkan rumah, berarti kita mempunyai kesempatan yang cukup banyak untuk menghindarkan kegaduhan."



"Aku menunggu," kata Mercedes. Albert berlari ke jalan mencari kereta sewaan. Ketika kembali ke rumahnya seorang laki-laki menghampirinya dan menyerahkan sepucuh surat. Albert mengenalinya sebagai pengurus rumah tangga Count of Monte Cristo, Bertuccio. Dia membuka surat itu dan membacanya. Setelah selesai dia melihat kepada Bertuccio, tetapi dia sudah tidak ada. Albert segera kembali kepada ibunya dan dengan emosi yang meluap-luap dia menyerahkan surat itu kepada ibunya, tanpa mampu berkata sepatah pun. Mercedes menerimanya dan membacanya: Albert, engkau akan segera meninggalkan rumah ayahmu dengan membawa serta ibumu. Pikirlah baik-baik sebelum engkau berangkat: Engkau berhutang budi kepada ibumu tanpa engkau mungkin membalasnya. Hadapilah perjuangan itu seorang diri dan tahankan penderitaan itu seorang diri pula dan cegahlah jangan sampai ibumu mengalami kemiskinan pada hari-hari pertama engkau memasuki perjuangan itu oleh karena beliau sebenarnya tidak sepatutnya turut menanggung akibat musibah yang menimpanya hari ini Aku tahu bahwa kalian akan berangkat meninggalkan rumah ayahmu tanpa membawa apa-apa. Tidak perlu engkau menyelidiki bagaimana aku mengetahuinya. Aku tahu dan itu sudah cukup.

__ADS_1



Dengarkanlah baik-baik, Albert. Dua puluh empat tahun yang lalu aku kembali ke negriku dengan rasa bangga dan bahagia. Aku punya tunangan; seorang gadis berhati suci yang sangat aku puja dan aku memiliki tiga ribu frank yang aku kumpulkan dengan susah pay alu Uang itu untuk kekasihku, dan karena aku mengenal sekali sifat-sifat lautan aku mengubur kekayaan itu di sebuah kebun kecil di rumah yang pernah ditinggali ayahku di Marseilles. Ibumu mengetahui letak rumah itu.



Baru-baru ini, dalam perjalanan ke Paris aku lewat di



Marseilles. Aku singgah ke rumah itu dengan penuh kenangan pedih dan pahit. Aku menggali tanah tempat aku menguburkan uang kami. Peti besi itu masih ada. Tak seorang pun pernah menyentuhnya.



Tempatnya di sudut kebun di bawah pohon ara yang ditanam ayahku pada hari lahirku.



Uang itu dimaksudkan untuk membahagiakan wanita yang sangat aku cintai. Engkau tentu dapat memahami mengapa aku lebih suka mengembalikan uang itu kepadanya daripada menawarkan jutaan frank yang sekarang aku mampu memberikannya. Aku hanya ingin mengembalikan jumlah yang sangat kecil itu yang telah lama terlupakan sejak aku dipisahkan daripadanya. Engkau berhati mulia, Albert, tetapi mungkin saja engkau dibutakan oleh kebanggaan diri atau rasa sakit hati. Kalau engkau menolak tawaran ku ini, kalau engkau meminta bantuan kepada orang lain untuk sesuatu yang sebenarnya aku mempunyai hak untuk memberikan itu kepadamu, aku akan mengatakan bahwa hatimu tidak mulia, karena berarti tidak memberikan kesempatan kepada ibumu untuk memasuki kehidupan yang baru yang ditawarkan oleh seorang laki-laki yang ayahnya mati karena kelaparan dan kepedihan yang disebabkan oleh ayahmu." Ketika Mercedes tamat membacanya, Albert berdiri tanpa bergerak, menunggu keputusan ibunya.



"Aku menerimanya, Albert. Dia berhak membayar mas kawin yang sepatutnya kubawa ke biara."



Dengan menekankan surat itu ke dadanya, dia memegang tangan anaknya lalu dengan langkah-langkah yang pasti berjalan menuju tangga.


__ADS_1



__ADS_2