
bidadari tak bersayap datang padaku....
dikirim tuhan dalam....
itu suara ponsel Zikra menandakan bahwa ada yang menelponnya
dengan malas Zikra mengangkat telfon
tak lupa dia menepikan mobilnya terlebih dahulu
"halo" ucap datar Zikra
"......"
seketika wajah Zikra menjadi merah Dan terkejut
"KENAPA BISAAAA!!??" ucapnya garang
"......"
"BODOH!!!!! sekarang kalian ke markas sekarang juga"
dan tuut
Zikra mematikan ponselnya sepihak dan melaju kencang menuju lokasi yang ia tunjuk.
.
.
" iya na... benar aku serius ternyata wajah sedingin dia itu bisa nangis..."
"masak siihhh kok gue gak percaya ya"
Fira heran dengan Nana kenapa dia gak percaya kalo Zikra bisa nangis... hadehhh padahal tadi Fira menyaksikan sendiri
Yap tadi setelah kepulangan Zikra ternyata Nana mampir ke rumah Fira untuk menonton Drakor
"terserah Lo lah na kalo gak percaya"
"nahh kok ngambek. iya iya gue percayaaa".
"terserah"
.
.
BUGHHH
BUGHHH
BUGHHH
"DASAR BODOHHHH"
"KALIAN MENJAGA SATU ANAK AJA GAK PECUS"
kini Zikra tengah marah besar kepada semua anak buahnya
Leo sudah mencoba melerai tapi nihil sekarang singa dalam diri Zikra sudah bangun
"ziik lo harus tenang zikkk Lo bisa membunuh mereka" lerai leo
"gak peduli gueee mereka lalai le mereka lalai menjaga zafa" ucap Zikra dengan suara yang mulai melemah
__ADS_1
"kalo terjadi sesuatu sama zafa gimana leee Lo tau kan kalo zafa ituuu"
"iya gue tauu tapi dengan cara seperti ini gak akan menyelesaikan masalah"
"Lo harus tahan emosi Lo"
"kenapa ini bisa terjadi" ucap datar Zikra
hadehhh mulai lagi kulkasnya batin leo
"sepertinya ada mata-mata disini"
"maksudku ada penghianat" terang leo
"siapa"
"gue gak tau zikk tapi pasti ada salah satu anak buah musuh yang menyelinap dengan menjadi pengawal kita" terangnya
"kurang ajar"
"cek cctv-nya"
"itu dia zikk sepertinya dia sudah lebih dulu merusak kamera cctv"
"jadi kita gak bisa melacak kepergiannya"
hening
" gue tau siapa dia"
"jadi diaaa mau main licik ya" Zikra tersenyum licik"
"maksud Lo zikk" ujar leo tak paham
"siapa"
.
.
di sebuah apartemen yang cukup besar terlihat seorang gadis yang menangis
terdapat luka lebam di wajah dan tangannya
"heh jangan nangis"
"Lo tenang aja karena sebentar lagi Hero Lo pasti datang" ucap orang itu dengan tawa menyeringai
sedangkan gadis itu hanya bisa menangis menahan sakit
"hiks hiks hiks"
"diem" ucap orang itu bukanya berhenti tangis gadis itu malah semakin kencang
"huaaaa hiks hiks hiks huaaaa"
"diem *******...." orang itu sangat geram mendengar tangisan gadis itu membuat telinganya mati rasa
.
.
"yahhh mandi dulu dehh" kini Fira telah berada di kamarnya
setelah tadi kepergian Nana
__ADS_1
tiba-tiba
cetarrrr
kaca jendela kamar Fira pecah
terkena batu yang dilapisi sebuah kertas
"astaga.... siapa yang lakuin iniii' geram Fira sambil melihat ke bawah melalui jendela yang pecah
"tidak ada apa-apa"gumamnya
tapi perhatiannya teralihkan dengan kertas yang membalut batu tersebut
dengan rasa penasaran dia mengambil kertas itu yang ternyata ada tulisan
"jauhi Zikra kalo Lo gak mau Zikra mati"
"teror??? tapi siapa yang iseng kayak gini kurang kerjaan banget" Fira tak menggubris teror itu dan berlalu menuju kamar mandi
setelah 30 menit dia keluar dia membuka lemari dan memakannya baju
tapi ketika dia hendak sisiran
betapa terkejutnya dia melihat sesuatu di kacanya
"Lo jangan anggap remeh ucapan ku atauuu Zikra beneran matiii" tulisan itu seperti menggunakan darah
yang membuat bulu kuduk Fira berdiri seketika
'wooy siapa sih Lo"
"keluar kalo berani"
"jangan jadi pengecut loo" maki Fira dengan nafas menggebu dan Suara yang keras tapi gemetaran
braaakkk
.
.
"woooy buka pintunya bangsatt lepasin zafa"
kini Zikra sudah berada di sebuah apartemen seorang yang menculik bela
"gue tau Lo Dateng"
"jangan banyak omong Lo bangsaatt"
geram Zikra menarik kerah orang itu
"wo wo woooo santai brouu"
"Lo tau gak Lo sedang dikandang macan sekarang" ucap santai orang itu tapi terkesan meremehkan
"dimana zafa"
"wiiihh kepo Lo" ucap Orang itu mencoba memancing emosi Zikra
"DASAR LOOO ABBAS *******"
BUGHHH
*********
__ADS_1