
***pagi hari*
di kampus**
"fir gimana Lo udah tau siapa yang neror Lo" Nana bertanya pada Fira dengan berjalan menuju kelas mereka
"belum" jawab Fira sambil menggelengkan kepala
"Lo gak ada niatan buat cerita Ama Zikra gitu?"
"entahlah" mereka berhenti sejenak di depan pintu kelas
"udahlah gak usah dipikirinnnn yuk masuk aja" ucap Fira ketika Nana tak bertanya lagi
" yahhh fir Masih pagi iniiii , liat belum ada orangggg kelas kok kayak kuburan" kilah Nana yang membuat Fira tersenyum sambil menggelengkan kepala
"nanaaa nanaaa" ucapnya
mereka pun akhirnya duduk di kursi masing masing
"ehhh fir gue kebelet nihhhh gue ke toilet dulu yakkk" ucap Nana sambil terbirit-birit dan memegangi perutnya
"heeh dasar bocah"
dannnn BUGHHH suara itu berasal dari belakang karena kaget reflek Fira menoleh ke belakang
"hadehhh cuma jurnal jatuhhh" ucapnya sambil mengelus dadanya
dia pun menoleh ke depan lagi
"ASTAGAAAA" betapa terkejutnya Fira di mejanya terdapat peti berukuran kecil yang berbalur darah
dengan tangan yang bergetar dia perlahan membuka peti yang tak terkunci itu
"wlekkk bauuuu" peti itu mengeluarkan bau busuk ketika dibuka
cetarrr reflek Fira menjatuhkan peti tersebut dengan wajah yang sudah pucat pasi
dia begitu terkejut dengan apa yang dilihatnya
dengan segera dia mengambil peti tersebut dengan mengabaikan bau yang menyengat dari peti kecil tersebut
dengan terburu buru dia berlari sekencang mungkin tanpa dia sadari dia berlari menuju gudang dengan jalan buntu
bruukkk
"akhhhhh"
"ehhhh"
"Fira???"
__ADS_1
"Lo ngapain disini???"
"Abbas ta tadi kelas pe peti a adaaaa" ucap Fira acak dengan nafas yang tersengal-sengal
"Lo kenapa??? sekarang Lo tenang"
"tarik nafas buang pelan-pelan" instruksi Abbas yang diikuti Fira
"oke Lo udah tenang , sekarang Lo cerita kenapa Lo kesini??" tanya Abbas pelan
"taaaa
Fira menghentikan ucapannya
"ehhh tunggu dulu Lo juga , kenapa ada disini??? Lo sedang apa???" tanya heran Fira
"ehhhh tadi gueee gueee" Abbas menggaruk kepalanya yang tak gatal
"dannn kenapa bau Lo aneh gini sihh" tanya Fira sambil menutup kedua lubang hidungnya
"taaaa tadi gue belum mandi hehe" gugup Abbas
"hiiih jorok" Fira mencubit perut Fira
"akhhh kok di cubit??"
"biarin wlekkk" ujar Fira memeletkan lidah
"ohhh ya Lo belom jawab pertanyaan gue Lo ngapain kesini???" sambungnya
Fira menepuk jidatnya "hampir lupa" ujar Fira "ini" sambungnya sambil menyodorkan peti kecil yang tadi ia bawa
seketika Abbas terkejut " hah apa ini?"
"gueee
"sebaiknya kita jangan bicara disini"
"Kantin lebih baik" ujar Abbas yang di angguki oleh Fira
.
"mau makan apa??"
"nggak nafsu makan guee gara gara tuh peti" Fira ngedumel sedangkan Abbas terkekeh
"kok sama" ucapnya
"jadii kenapa Lo bisa dapetin peti itu??" tanya Abbas mengintrogasi
"basss sebenarnya gue di teror" seketika Abbas terkejut
__ADS_1
"di teror???? sama siapa??? kapan??? dimana??" tanya Abbas beruntun yang membuat Fira kesal
"ishhh satu satu kan bisa" Abbas hanya cengengesan
hufftt
Fira membuang nafas kasar
"dari kemarin bass gue gak tau siapa pengirim dannnn" ujar Fira menggantung yang membuat kening Abbas berkerut
"Dann???"
"isi teror ituuuu gue harusss gue harus jauhin Zikra" Abbas terkejut namun setelah itu dia menyunggingkan senyum sinis yang tipis
"Zikra???" Fira mengangguk
"di peti itu gue juga nemuin ini" Fira menyodorkan kertas lusuh yang sedikit berdarah
Abbas langsung mengambilnya
*Lo harus benar-benar jauhin Zikra atau Zikra Mati dan ingat Lo jangan bilang ke Zikra kalo Lo ingin Zikra masih bernafas*
"apa ini??? apa mungkin yang meneror Lo adalah pacarnya Zikra" tanya Abbas asal
"yaaa gak mungkin lahhh Zikra kan pacar gue"
jawab Fira sambil tertawa
"yaaa mungkin aja kan secara Zikra itu salah satu cowok populer di kampus kita jadi gak menutup kemungkinan dia memiliki lebih satu kekasih kann" ucap Abbas mengkompori
sejenak Fira Diam
"tapiii kalo itu selingkuhannya Zikra kenapa dia ngancem Zikra Mati kenapa gak gue??"
"bener juga sihhh Lo"
"tapi intinya Lo harus hati-hati mungkin ini juga pertanda bahwa Lo dan Zikra tak semestinya bersama" ucap Abbas dengan menatap sendu Fira
"maksud Lo apaan sihh" kesal Fira
Abbas terkekeh "becanda kalikk sensi amat"
"gak lucu"
"gue akan menggunakannya itu dilain waktu saja sekarang gue dapat dua jackpot... Zikra kita lihat saja nanti" batin Abbas sambil tersenyum miring
"Lo kenapa bass??" suara tak asing masuk ke pendengaran Abbas dan Fira
sontak mereka menoleh
degggg
__ADS_1
*******