The Lord Night

The Lord Night
bab 19


__ADS_3

Ayo kita lanjut………


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa hari kemudian……


Setelah pemakaman ibu nya kevin di negara ke lahiran nya, lion dkk berkumpul untuk membahas soal apa yang baru saja terjadi.


"menurut kalian, apa maksud dari surat ini?" tanya lion.


Saat ini lion berada di rumah dika, bersama teman teman nya.


"memang apa isi nya?" tanya dika penasaran.


Lion pun memberikan nya kepada dika, dika pun langsung membuka kertas itu dan membaca nya.


..."Ini belum berakhir...


...*M*asih ada kematian tragis yang menunggumu"...


...…………...


*baca dika


"hah...? Maksud nya bagaimana?" heran dika.


"mungkin maksud nya, akan ada kematian tragis lain nya dalam keluarga mu, dalam arti akan ada kematian selanjut nya yang berkaitan dengan kau dan keluarga mu" jelas aziel sambil menatap lion.


"Tapi…… Siapa dan apa tujuan nya?" tanya rion.


"di sini juga tidak ada tanda si pelaku" ujar dika sambil membulak balikkan kertas di tangan nya.

__ADS_1


"lupa kan dulu pelaku nya" ucap lion sambil menompang dagu nya dengan tangan kiri nya.


"siapa yang mereka incar? Itu lebih penting" lanjut lion.


"hem… Benar, ini soal nyawa" setuju aziel.


"ke mungkinan besar nya adalah keluarga mu yang tersisa" raphael berkata sambil melihat lion.


"sekarang ini, yang tersisa dari keluarga lion, ya… Hanya dia, ayah nya, dan kak kevin" ujar dika dan di anggukki semua orang.


"jika ancaman ini di tujukkan pada ayah mu, ada ke mungkinan besar incaran mereka berikut nya adalah antara kau dan kak kevin" ujar ziko yang membuat lion, dion, dan rion, termenung.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara di rumah....


Ting……tong……


Tiba tiba suara bel berbunyi, leskara yang mendengar nya lekas ke pintu depan, untuk mencari tau siapa tamu itu.


"Siapa……?" tanya nya sambil membuka pintu.


Saat membuka pintu, ia tak menemukan siapa pun, ia berpikir mungkin ia hanya salah dengar, jadi ia hendak menutup nya kembali.


Namun, mata nya secara tak sengaja melihat sebuah kotak berukuran sedang tergeletak di depan pintu nya.


Ia pun melirik sekitar, namun, nihil tak ada siapa pun, akhir nya ia pun memutuskan untuk mengambil nya dan membawa nya masuk.


"siapa yang mengirim nya?" heran leskara.


Ia langsung membuka nya, ia sangat terkejut saat tau isi nya adalah foto anak anak nya dari istri pertama, serta foto rion, dion yang akhir akhir ini selalu memenuhi pikiran nya.

__ADS_1


Selain foto, di dalam kotak itu ada selembar surat dan pistol, leskara pun mengambil nya, betapa terkejut nya ia setelah membaca isi surat itu.


"Ayah…… Apa itu?" tanya kevin dari tangga.


Namun, sebelum kevin mendapat jawaban atas pertanyaannya, leskara sudah lebih dulu menelepon lion.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di tempat lion berada pula……


Lion bingung saat mendapat telepon dari ayah nya, ia dan yang lain pun penasaran ada apa sampai lion menghubunginya, akhirnya ia pun mengangkat nya dan meng-loudspeaker nya.


"H-Halo…… Pah… Apa ada masalah?" tanya lion gugup sebab ini pertama kali nya ia bebicara dengan ayah nya melalui ponsel.


"lion… Cepat pulang" ucap leskara dengan nada senang.


"jangan lupa, agar ajak rion dan dion juga, papah tunggu…" lanjut leskara semangat.


Belum sempat lion menjawab, telepon sudah di tutup begitu saja.


"Ada apa ya kira kira?" heran dika.


"benar, kenapa juga harus ajak rion dan dion?" sahut kauri


"mungkin ada hal penting yang ingin om leskara bicarakan dengan kalian" yakin aziel.


Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya lion pun memutuskan untuk mengajak rion dan dion ke rumah nya, dalam perjalanan mereka hanya diam memikirkan apa yang ingin di bicaraka leskara pada mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Bersambung……


__ADS_2