The Red Fox: Separuh Jiwa

The Red Fox: Separuh Jiwa
Aku tidak bisa bicara, Michael


__ADS_3

"Ha! akhirnya-oohh rubah" Michael yang wajahnya bahagia berubah cemberut drastis. Dia menghampiri Thomas untuk melepaskan jebakan jaringnya dengan pisau dapur "sial... aku kehabisan jaring yang bagus" Setelah jaring itu terbuka Thomas langsung berlari terbirit-birit "woah... pelan pelan, kawan kecilku". Michael tidak tertarik berburu seekor rubah, dia hanya memburu seekor serigala.


Seketika geraman serigala di dengar olehnya "oh tidak". Dirinya sudah berangan-angan kalau yang satu ini adalah seekor serigala yang lumayan besar. Dia terdiam siaga, lalu perlahan-lahan bergerak berputar balik "uuhh, aku... tidak... bermaksud-" Serigala itu terlihat di semak belukar. Michael menjadi makin panik "membunuhmu-"

__ADS_1


"AAAAAAAAAAAA!!!!!"


begitu juga dengan Michael yang yang berhasil menyingkirkan dan lari secepat mungkin. Dia tidak menyangka bahwa jebakannya benar benar gagal. Padahal dia sudah merencanakannya dari jauh-jauh hari "Ini tidak mungkin terjadi- oh, hi kawan" Dan tentunya masih saja mengigau saat melihat Thomas yang juga ikut berlari bersamanya "Oh lupakan saja. Kita lari dulu!"

__ADS_1


Pas di saat jebakan itu terlihat di depannya, dia mengambil Thomas agar serigala itu tidak terkecoh kepadanya "kemari kau!" Dia melompati jebakan itu di saat serigalanya hampir mengigit bajunya. Jebakan japit nya berhasil mengenai kaki serigala itu hingga membuatnya tergelincir dan terjatuh. Luka di kakinya juga lumayan parah "Ha! Rasakan itu pecundang!". Thomas sendiri terkejut melihat serigala itu terjatuh. Mengingatkan dirinya kepada Norman yang pernah terkena jebakan yang seperti itu. Dia menggeliat agar terlepas dari gendongan Michael. Tapi Michael sendiri menolaknya "hey, hey tunggu dulu sebentar" Thomas jadi pasrah saja, entah apa yang ingin dia lakukan padanya "Kau tidak seperti seekor rubah pada umumnya. Dan juga Tatapanmu seperti orang yang mengerti apa yang aku katakan. Hmm.... kau mengingatku pada kakakku" Tatapannya begitu datar, malas mendengar apa yang di katakan oleh Michael


"hehehe, ok ok baiklah" Michael akhirnya menurunkannya. Bukannya kabur, Thomas duduk lalu membersihkan bulunya "jarang sekali rubah sepertimu muncul di sini. oh ya ngomong-ngomong aku Michael Foxtail. Aku berburu di sini karena aku mencari kulit serigala untuk di jual. Kalau kamu siapa?" Thomas terdiam, dia tidak tau bagaimana cara dia menjelaskan namanya "oh, kau bisa bicara? tidak? ah yah, sayang sekali..." Dia di berikan selembar kertas oleh Michael agar dia memberi tahu namanya "baiklah ini". Dan lagi, dia terdiam bingung bagaimana dia bisa menuliskan namanya "oh ya, aku lupa" lalu pensil di berikan padanya "Gimana? kau bisa memakai pensil?" Thomas mencoba untuk menggunakan pensilnya. Pertama dia mencoba untuk memegang gagang pensil tapi tidak bisa. Karena kedua cakarnya yang kecil sulit untuk menggenggam, jadi dia mencoba pakai mulutnya. tentunya dia bisa menulis, tapi tidak sebagus tulisan lainnya "Thomas, huh. Nama yang bagus. Senang bertemu denganmu Thomas"

__ADS_1


Anehnya serigala yang terkena perangkap menghilang tanpa alasan. Tidak ada suara apapun yang membuatnya menghilang. Padahal beberapa menit yang tadi serigala itu masih ada di samping mereka "huh, untung dia bukan serigala temanmu kan?" Thomas menggelengkan kepalanya. Serigala itu tidak seperti biasanya. Thomas mengendus darah dari serigala yang berada di jebakannya "Hey, mungkin kita harus berpindah tempat. uhh... kau mau ikut denganku membantuku atau berpisah?"


__ADS_2