The Red Fox: Separuh Jiwa

The Red Fox: Separuh Jiwa
Thomas dan Tuan Bakery


__ADS_3

"Baiklah, aku minta maaf soal ini. Aku tau kalian tidak mengizinkan seekor rubah masuk. tapi aku pemilik ruangan nomer 556. Jadi aku mohon. boleh tidak aku masuk kedalam sana?" Thomas berdiri di atas meja revisi untuk memohon masuk kedalam ruangannya. Beberapa orang tidak mempercayainya seekor rubah sama sekali jadi dia ditolak "tidak, pergilah dari mejaku"


"oh ayolah aku manusia juga dulunya-" dia di angkat dan di lempar keluar dari lobby apartemen. Tepat mendarat di sebuah tong sampah yang kosong "hey, berdiri dengan dua kaki susah tau!"


...****************...


Perlahan-lahan dia belajar berdiri tegak dengan dua kaki seperti yang di lakukan Red agar dia bisa masuk kedalam sana. Memang seekor rubah yang asli tidak akan bisa berdiri seperti tipe Upright karena tulang kakinya yang tidak cukup kuat menahan beban tubuh "sial". Berkali kali juga dia jatuh.


Lalu dia ingat kalau karyawan-karyawan di sana juga mudah terpengaruh dengan kasus suap menyuap "ah, aku baru saja ingat. Tapi, bagaimana caranya aku mendapatkan nya?" tentunya dia harus mencari sebuah uang dulu untuk mereka. Bahkan harus lebih banyak nilainya agar aturan masuk ke apartemen itu tidak berarti untuk dirinya.


Thomas melupakan latihannya. Dia akan berkeliling kota mencari cara agar bisa masuk ke ruangan apartemen miliknya sendiri.


Berjalan jalan di pinggir trotoar dia melirik ke kiri dan kekanan mencari seseorang yang bisa membayarnya dengan uang, bukan sebuah makanan. Tapi Thomas tetap terima saja imbalannya meskipun itu bukan uang.

__ADS_1


"aku pikir hidupku sudah lenyap karena seekor rubah. Tapi ada sebuah jalan dimana aku bisa mengembalikan hidupku yang sudah lama hilang"


Beberapa menit kemudian Thomas melihat seorang koki membagikan sebuah poster. Sepertinya dia hanya memberikan posternya ke manusia saja. Thomas sudah menyangka dia tidak akan mendapatkannya. Lalu...



dia memberikan posternya kepadanya. Bahkan dia menawarkan roti gratis untuk nya. Padahal rubah-rubah liar lainnya banyak yang dia lewati, kecuali Thomas itu sendiri


Mungkin ini adalah kesempatannya untuk datang untuk mencicipi rotinya. Lalu bertanya padanya jika dia menginginkan batuannya.Sebuah alamat yang berada di belakang poster itu di tunjukkan bahwa lokasinya tidak jauh dari rumah Henry Hastin.


...****************...


Red memanjat toko roti itu lalu duduk di kusen jendelanya "baiklah, bagaimana soal rotinya, tuan". Sayangnya dia tidak ada di tokonya. kemudian dia masuk kedalam dapurnya "halo?". dan ya, tentunya dia terpicu oleh seekor tikus yang hendak menyeret satu bungkus berisi keju mini special "Hey!". Langsung tikus itu lari terbirit-birit masuk kedalam lubangnya.

__ADS_1


Thomas naik ke atas meja untuk melihat apa yang di buat oleh tuan pemilik toko itu. Beberapa adonan itu hidup. Mereka bergerak dengan sendirinya "apa yang-" Lalu pemilik toko langsung datang dan memperingatinya "woah-wow tunggu dulu kawan, jangan di sentuh dulu" lamgsung dia mengangkat Thomas lalu menurunkannya di lantai "Mereka bisa melahapmu langsung. Ambilah yang di depan saja"


"kau membuat roti hidup?"


"yah, iya... mereka lebih mengenyangkan daripada gandum biasa bagi manusia. tapi kalau seekor rubah aku tidak yakin" keju mini special di buka olehnya lalu mencampurkannya dalam adonan. secara langsung aroma dan rasa keju menyatu dengan adonannya.


"ngomong-ngomong namaku Buck dan kau pasti Thomas. ya kan?"


"yeah, itu aku"


"aku juga turut berduka atas meninggalnya jiwa manusiamu"


Buck memberikan Thomas satu potong roti tawar. Dia membawanya ke lantai untuk memakannya. Roti itu lumayan lezat baginya. Bahkan lebih lezat daripada sebuah donat yang dulunya dia beli. Tentunya dia harus menghindari cokelat karena perutnya tidak akan kuat menahannya.

__ADS_1


__ADS_2