The Red Fox: Separuh Jiwa

The Red Fox: Separuh Jiwa
Lab Red


__ADS_3

Red menaiki meja tulisnya dan bertanya "Henry? kau sudah berubah kembali menjadi manusia?" Henry baru saja pulang dari labolatorium barunya. "uuhh, iya. Tapi efeknya hanya beberapa bulan" Ekornya berkibas cepat seakan bahagia melihatnya berhasil "okay, sepertinya kamu senang melihatku kembali, hehe" Tentunya Henry memberinya elusan kepala "oh, apa yang kau bawa? daging rusa?" Red masih saja terobsesi soal makanan, seperti pada seekor rubah pada umumnya. Sudah dari nalurinya, dia tidak bisa di ubah sikapnya "uh, tidak... ini adalah tanaman kebangkitan"


"bentuknya seperti semak-semak kering"


"memang, tapi..."


Henry mengambil sebuah mangkuk berisi air dan menaruh tanaman di sana. Keduanya menunggu apa yang akan terjadi "huh, aneh... katanya bisa hidup kembali"


"mungkin tunggu saja"

__ADS_1


...


...


"okay, kayaknya ini palsu"


Dari sebuah pintu depannya Michael membanting pintunya "uh, maaf" Henry baru saja membetulkan pintu depan "ok tidak apa apa. ada apa?"


"huh?"

__ADS_1


Seketika dia mengangkat Thomas yang sedang bertengkar dengan seekor kucing di luar "Ini. Aku penasaran kenapa dia tidak bisa berbicara seperti punyamu itu". Thomas melirik kepadanya dengan perasaan kesal "ok ok aku lepaskan".


"ya.. begitulah.. beberapa hewan yang bisa berbicara tergantung tingkah laku sel pada otaknya"


Saking penasarannya Red menghampiri Thomas untuk menanyakan beberapa hal "Jadi kau Thomas ya kan?" dia mengangguk menujui bahwa itu adalah namanya "baiklah, ikut aku. tinggalkan saja mereka berdua" Red mengajaknya ke sebuah tempat dimana Henry melakukan eksperimentasinya. "Aku dengar kau pemilik perpustakaan itu" Thomas mengangguk lagi "heh, sudah ku duga... ada yang familiar dengan namamu itu"


Untuk masuk dalam labolatorium mereka harus masuk lewat jendela. Karena pintu di depannya khusus untuk manusia saja "maaf berantakan di sini. oh dan juga... jangan sentuh kaki orang itu. nanti dia bisa memakanmu hidup-hidup" Hampir saja dia menyentuhnya karena penasaran.


Red mengambil kristal bayangan yang baru saja muncul dari bebatuan di mejanya. Lalu memasukkan sebuah serpihan kristal bayangan ke dalam Mortar Stamper lalu di hancurkan menjadi kepingan-kepingan kecil "kau tau, banyak sekali orang yang tidak pernah menghargai diri mereka sendiri dan berusaha keras untuk membelah jiwa mereka agar mendapatkan kebahagiaan permanen. Mereka tau kalau itu membuat umur mereka pendek tapi mereka tetap keras kepala untuk melakukannya" kemudian bubuk kristal itu dia mencampurkan kedalam Potasium yang di panaskan "aku tau kau bertanya-tanya kenapa aku membawamu kemari. Beberapa seekor rubah meminta bantuanku untuk memulihkan mereka kembali. Tapi untuk ramuanku sendiri hanya sebagian saja. seperti kerusakan pita suara, kehilangan kemampuan untuk berbicara seperimu, atau kehilangan mata" dan yang terakhir Red mengaduk ramuan itu cukup lama hingga zat yang berada di Potasium di hisap oleh serbuk kristal yang larut di dalamnya

__ADS_1


"minumlah, jangan kawatir soal potasium nya. mereka sudah bersifat neutral pada organ tubuhmu. kalau kau kesulitan untuk minumnya aku ada sedotan di sana". Thomas meminumnya sebanyak lima tegukan. Dia langsung bersendawa mengeluarkan asap berwarna ungu "ah syukurlah... AAA!! apa yang terja-" Pita suaranya kembali berubah seperti apa yang dia inginkan "ha? haha.. aku-aku bisa kembali berbicara!"


"biasanya aku perlu 1kg koin emas untuk itu. tapi karena kau adalah penjaga perpustakaan yang sudah banyak membantuku, maka itu gratis.


__ADS_2