
1 jam kemudian ..........
"ka buna, bangun" ucap rahel mengguncang pelan tubuh buna
"apaan si hel, ganggu aja" ucap kesal buna, buna bangun dan membuka pintu mobil
"eeeh, ka buna mau kemana" tanya rahel
"ka buna mau ke rumah lh" ketus buna
" santai ka buna yang cantik,memang ka buna bisa jalan "ucap rahel menaik naikan alisnya ke atas.
" hehe, adiknya ka buna yang cantik tolong dong "ucap buna cengengesan
" dasar"
mereka berdua berjalan menuju rumah mereka dengan buna yang duduk di kursi roda yang didorong rahel
"hel, ini rumah kita yh" tanya buna yang takjub melihat rumah yang sederhana degan desain yang cantik dan banyak pepohonan yang menambah kesan mewah
"iya ka,ini rumah kita dan ini adalah aset berharga peninggalan ayah dan ibu.
" ahhh, sudah lah hel, kita masuk yuk"ucap buna yang tidak mau berlarut larut sedih
rahel mendorong kursi roda kakaknya ke dalam rumah
.setelah mereka masuk lagi lagi membuat buna takjub akan desain yang tidak kalah bagus.rahel mendorong sampai masuk kedalam kamar buna
"ka buna sekarang istirahat yah" ucap rahel setelah sampai di dalam kamar buna.
"iya hel, kamu juga istirahat yah, kamu kan pasti capek jaga ka buna dari tadi, oke" balas buna menyuruh rahel istirahat dan mendapat anggukan dari rahel. rahel menutup pintu kamar buna dan melangkah pergi ke kamarnya
"fiuhhhh" membuang nafas dengan pelan setelah rahel keluar
"apakah aku harus menjalani hidup yang baru ini tanpa lautan" ucap buna memandangi kakinya
"ayah aku harap ayah tenang disana, aku akan baik baik disini "
"Oh ya, akukan punya kekuatan, apakah masih ada yah" ucap buna mengerakkan tangannya
"hah, yang benar saja kekuatan ku juga harus hilang " ucapnya kesal
__ADS_1
buna mendorong kursi rodanya degan tangannya mendekati cermin dan memandagi wajah nya
"lumayan juga wajah mu buna, tapi wajah ku (aurel) lebih cantik "
"aaaahkh, yang benar saja seorang putri lautan kini harus jadi manusia " kesal buna dan mendorong kursi roda menuju tempat tidur "baik lah, akau akan istirahat semoga ini hanya mimpi saja " membaringkan tubuhnya pelan pelan keatas kasur yang empuk dan menutup matanya
************
"rend hari ini kosongkan jadual ku " titah vinzo pada sekretarisnya.
"baik lah tuan muda " balas rendie melangkah pergi dari ruangan
"tuan, apakah tuan akan pulang ke rumah ibu Vika " tanya rendie mengingatkan vinzo , sudah empat hari vinzo tidak pulang ke rumah ibunya.
"ren sekali lagi kau ucap nama ibu tua itu akan ku pecat dirimu sekarang juga " ucap dingin vinzo menatap tajam rendie.
"ma.. maaf tuan" ucap lemas rendie
vinzo wiliam jeksen usia 24 tahun seorang CEO muda yang sangat mapan terkenal pembisnis yang handal dan terbesar di negara dengan ketampanannya yang membuat vinzo terkenal di kota xiuz
*********
Ternyata pintu nya gak di kunci,sia sia dog ketuk pintu sampai merah tangan ku.batin rahel
"ka buna, bangun "teriak rahel mengguncang tubuh buna
" aapaan si hel, ka buna ngantuk nih "ucap buna dengan suara khas bangun tidur
" apah masi ngantuk, ini sudah jam 12 ka"geram rahel
"jam 12 , memang kenapa hel" tanya buna menutup matanya lagi
rahel yang melihat kakaknya mau tidur lagi langsung cepat cepat bertindak sebelum buna tidur lagi "kalau ka buna tidak bangun, rahel bunuh diri aja"
"eeh, rahel ko gitu, okedeh ka buna bagun "
"ka buna,nagk laper yh"tanya rahel karena lahir sudah lapar sejak tadi pagi blm 1 pun makan masuk ke perut rahel
" laper sih, kamu laper yh "tanya buna melihat rahel heran " yah, rahel lapar ka"
rahel menarik buna turun dari tempat tidur
__ADS_1
buna yang ditarik hanya pasrah dan buna terjatuh karena dia belum pandai berjalan buna bisa berdiri tapi belum bisa berjalan
*buna yang terjatuh karena dia belum terbiasa berjalan selama ini jiwa aurel selalu berenang menggunakan ekor jadi aurel harus benar benar mengendalikan tubuh buna , ingatan sang pemilik pelan pelan berdatangan masuk ke memori jiwa aurel walau hanya sebagian yang tidak ia ingat *
" ka maafkan rahel, rahel lupa kalau ka buna belum bisa jalan "ucapnya menyesal
" ahh, tidak apa hel, kamu kan ngak segaja,yuk kita ke dapur hel " ajak buna berdiri dan duduk di kursi roda
...........
"ka buna mau masak apa " tanya rahel binggung
"masak apa, ka buna lupa soalnya "
"hemm gak tau ka, rahel coba liat di kulkas siap tau ada yg bisa dimasak " rahel beranjak menuju kulkas
"ka di sini adanya cuman telur aja" rahel memperlihatkan telur yang hanya tersisa 1 biji ke buna.
"yaudah,kita masak telur ceplok aja kita bagi dua oke " ucap buna mendapat agungkan rahel.
************
hari hari pun berlalu dengan begitu cepat
degan buna bisa berjalan dengan lancar
"hel kamu mau kemana " tanya buna melihat rahel yang sudah rapi mengunakan seragam sekolah
"eh ka buna, rahel mau sekolah ka " balas rahel
"sekolah yah, kamu sudah makan "
"sudah ka, pagi pagi sekali rahel makan"
"oiya hel, ka buna juga mau pergi belaja bahan makan biar ada stok di rumah "ucap buna menatap rahel
"ooo oke,tapi ka buna hati yh,yaudah rahel Berangkat dulu " ucap rahel mencium pipi buna dan melangkah pergi
"hati hati hel " teriak buna
so, ikutin terus kisah buna dan vinzo
__ADS_1