
"makasih udah anterin" ucapan buna pada vinzzo yang berada di dalam mobil
"hmm" mentari langsung melangkah masuk kedalam rumah yang sederhana .dan vin melajukan mobil dengan kecepatan sedang
.....
"ka buna dari mana saja " ucap rahel melipatkan kedua tangan di dadanya yang sendari tadi menunggu buna pulang
"kepo "
"Aaaaa ka buna kasi tau rahel dong" rengek rahel
"nggak mau "
"okeh rahel kabur aja dari rumah !!" ancam rahel agar buna memberi tahunya
"isss, kepo banget sih!!, ka buna tadi dari kantor polisi ,puas"celetuk buna dan berlalu pergi menuju dapur.
" terus ka, orang itu udah ganti rugi? "
buna menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap rahel
"sudah, tapi ka buna tolak"
"kenapa di tolak "
"hm, harga diri ka buna mau di taro dimana, coba kau tadi disana, kamu pasti malu hel "
"udah nggak usah bahas itu lagi, biar kk aja yang urus "
"baiklah kalau itu menyangkut harga diri ka buna, rahel akan lupakan, tapi ngomong ngomong baju ka buna kenpa basa gitu ? " tanya rahel yang baru menyadari baju buna basah sedikit
__ADS_1
"emmm, itu emmm tadi tuh hujan jadi bajunya ka buna basah deh"
"ehhh hujan, orang tadi cerah cerah aja tuh ka"
"aihsss nggak usah di bahas hel, udah ka buna mau mandi dulu, beyy" buna berlalu pergi meninggalkan rahel yang masih binggung menuju kamar mandi yang terletak di dekat dapur
nah jadi buna ini kan bukan orang kaya yah, jadi dia itu nggak punya kamar mandi di dalam kamar , semoga paham yah.
"vinzzo" suara teriakan merin yang nyaring hingga membuat telinga vin berdengung saat melihat vinzzo yang baru saja masuk kedalam rumah
"mamah apa apaan sih "
"sakit telinga vin"
"kamu yang apa apaan hah!!, bukannya mamah tadi suruh beli 2 kenapa 10 hah?? "
"itu, itu vin lupa mah" vin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
vin hanya menampakan deretan gigi rapinya pada merin
"dasar kamu yah, sudah lh nggak usah di bahas lagi, mau diapa lagi percuma mamah marah marah toh kamu sudah beli "merin hanya pasrah dengan kelakuan anak satu satunya
"maafin vin mah"
"hm" ketus merin lalu berlalu pergi menuju kamarnya
"mah mahhh mamah marah yah " teriak vin megema
"sayang "panggil feng
sebenarnya feng sudah mempunyai kekasih bernama fenga, saat ini mereka tengah menjalin kasih usai feng dari kantor polisi
__ADS_1
" sayang lagi "bisik fenga di telinga feng dengan mesra yang inggin bercumbu sekali lagi dengan feng padahal mereka baru saja selesai. mereka berdua benar benar saling mencintai satu sama lain bahkan bulan depan mereka akan menikah
" baiklah kalau kamu yang minta, aku bisa apa "feng mendekat kan wajahnya ke fenga hingga bibir meraka bersentuhan satu sama lain
" yakin mau lagi "ucap feng yang membuat fenga malu malu dan mendapat anggukan fenga
....
"" hallo "terdegar suara di sebarang sana yang menghubungi buna
" yah hallo, ini siapa? "tanya buna yang memang ia tidak kenal tapi tertera nama disana resaz
" kamu nggak kenal ? "ucapnya penuh penekanan
terdengar suara kesal dari sebrang sana
" maaf nggak"
"ihhh aku ini sahabat kamu tau, resaz, aku dengar kamu sudah pulang dari rumah sakit yah? "
"i iya ko kamu bisa tau"
"ihhh aku kan sahabat kamu, maaf kemaren aku nggak bisa ngantar kamu pulang soalnya ada urusan di kantor "
"oooo"
"o doang, aku ke rumah mu sekarang " lalu ia menutup sambungan telponnya
"ihh nih orang kenapa yah, sahabt sejak kapan ada ? "
" woyyy lah sejak kapan aku jadi jorok begini, astaghfirullah banyak banyak istighfar lh aku ini
__ADS_1
so kalian ada mau kasi saran nggak atau keritikan gituh "