
"nggak semua orang bisa ngerti perasaan lo walaupun itu sahabat lo atau orang tua lo jadi yang bisa ngerti lo itu cuman diri lo sendiri " salam buna
buna duduk d kursi kayu panjang menghembus nafas pelan dan menatap danau dalam diam buna jadi kepikiran ayahnya dan ia merindukan laut
"buna merindukan mu ayah, buna masih hidup ayah Tuhan masih memberikan kesempatan buna untuk memperbaiki sikap buna dulu "
buna menatap danau luas itu "boleh kah aku berenang di sini , tapi apakah ini dalam "
"eeh tapi sepertinya tidak dalam, walupun dalam aku kan ahli berenang bukan " buna memperhatikan sekeliling ternyata tidak ada orang
ternyata ada satu orang di sana yang terlindung pohon besar sehingga tidak terlihat buna ia sendari tadi memperhatikan buna yang melirik lirik sekitar hingga ia berbalik membelakangi buna
"waahh apa gadis itu gila " ucapnya pelan
"apa yang di lekukannya di sana"
buna membuka pakaiannya menyisakan pakaian dalam dan celana pendek lalu ia menceburkan dirinya ke dalam danau dan ternyata danau itu sangat lah dalam dan buna juga tidak bisa berenang
"Aaaaa,lemah sekali pemilik tubuh ini "
__ADS_1
"tolong"
"tolong siapa pun disana"buna berteriak sekencang mungkin agar di dengar orang
"tolong siapa pun itu tolong aku " buna hanya pasrah karena tempat ini tidak mungkin ada orang
mendengar suara teriakan meminta bantuan ia tanpak berfikir dua kali karena di lain sisi ia masih kesal degan buna seorang pria itu adalah vinzzo .
vinzzo sendari tadi ia di sana sebelum buna datang setelah dari kantor polisi ia menuju tempat ini ,sebenarnya ia inggin ke kantor tapi ia urungkan niatnya dan tempat ini adalah tempat favorit untuk mengeluarkan isi dan keluh kesannya dan mengeluarkan amarahnya .
saat suara teriakan itu hilang vinzzo berlari cepat menceburkan diri berenang dan menangkap tubuh buna lalu membawa ke tepian danau dan meletakan buna di rerumputan lalu ia melakukan pertolongan pertama dan lalu buna terbatuk-batuk mengeluarkan seteguk air dari mulutnya
"bagun juga " ucap dingin vin
buna hanya diam saja karena ia masih kesal dengan vinzzo lalu ia hendak bangun tapi vin menahannya
"mau kemana gunakan pakaian mu terlebih dahulu lalu vin melemparkan baju buna di dekatnya ke hadapan buna
buna lagi lagi hanya bisa menahan malu lalu ia memakai pakaiannya setelah itu ia bangkit berjalan menuju kursi panjang untuk menenangkan dirinya yang barusan sadar dari pingsannya
__ADS_1
"terimakasih sudah menyelamatkan ku "buna menepis egonya karena ia rasa vin sudah berbaik hati menyelamatkan nyawanya
"yah " jawab vin yang juga ikut duduk di samping buna .
"apa yang barusan kau lakukan itu gila, kalau mau mandi di rumah mu saja ,dasar bodoh"
"maaf, aku kira itu nggak dalam"
"emm maaf yah sudah ngerepotin "
"hm"
"dih sombong amat" buna
vin menarik tangan buna membawanya ke arah mobil dan memasukanya kedalam mobil
"ehh apa apaan ini? " yang buna bingung yang tiba tiba di tarik dan di suruh masuk ke dalam mobilnya
"gue antar lo pulang"
__ADS_1
"apa"
"skip, skip, skip, skip aja woy"