
"Pa apakah ayam nya sudah di bayar nona tadi" Tanya vin pada penjual ayam tadi
"Sudah tuan.tadi sebenarnya nona itu tidak mau membayar tapi karena kasian pada saya jadi dia terpaksa membayar tuan" Jelas pa mag memberi tahu apa yang terjadi membuat vin jadi tidak enak hati
"Terus nona nya mna "tanyanya lagi
" Sepertinya sudah pulang tuan"
"Baik lah , nih tips buat anda " Vin memberikan 10 lembar uang merah pada pak man lalau berlalu menuju mobil sport dan melaju kan mobilnya di tengah tengah padatnya kota.
Keesokannya
"Bagaimana Seketsanya apa kah sudah selesai "tanya dean pada sang perancang gambar lalau sang perancang membuka laci mengambil sekertas kertas yang berisi sang gambar pelaku lalau menaruh di atas meja.
Dean dan Feng melihat dengan teliti seketsa gambar telah melihat mereka membulatkan matanya kaget"Vinzzo"ucap dean dan Feng setelah melihat gambar yang sangat mirip dengan sahabat nya "b.. Bukan kah ini vinzzo " Ucap Feng memastikan lagi
"Yah dari gambar sangat jelas kalau itu vinzzo " Jelas dean
"Ahhh yang benar saja pelakunya vinzzo" Ungkap dean tidak percaya karena dean mengenal sahabatnya itu
"Apa kah kau tidak salah menggambar rannt"
__ADS_1
Tanyanya lagi untuk memastikan
"Aku tidak mungkin salah Feng, ini sudah jelas yang di sebutkan oleh nona itu "
Dean mengambil handphone dari saku celana lalu mengetik nomor lalau ia menelpon seseorang di sebrang sana "hallo vin"
"Yah ada apa, menggangu saja , aku lagi sibuk" Ucap vin kesal pada sambungan telpon yang mengganggu ia saat bekerja di kantor
"Dasar sok sibuk"
"Cepat katakan ada apa"
"Apaaaaa, aku sibuk tidak ada waktu kesana, lagian aku tidak ada urusan di sana "
"Siapa bilang kau habis menipu seorang nona "
"Tidak ada penolakan, cepat kesini"sambung terputus membuat vin menjadi kesal,
" Wahhh, apa apaaan ini, mau mati yah"teriak vin pada benda pipih yang masih digenggamnya.
Vin langsung mengambil jas kerjanya lalau ia berlalu pergi menuju kantor polisi. Setelah ia sampai vin langsung menghampiri kedua sahabatnya tanpa menghiraukan sapaan para polisi lain
__ADS_1
"Ada apa kau menyuruh ku kesini, mau mati yah"
Ucap vin setelah ia berdiri di hadapan kedua sahabatnya yang disambut dengan deretan gigi Dean dan Feng
"Wahhh, wahh cepat sekali tuan datang"
"Sebaiknya tuan duduk dulu, tarik nafas dalam dalam lalu buang" Ucap Feng menyuruh vin untuk duduk di sofa yang sudah di sediakan
"Heh, ada apa, cepat katakan " Ucap vin melipatkan tangan di dada setelah ia mendukan dirinya di sofa yang empuk itu
"Sabar napa, kita tunggu seseorang dulu " Ucap Dean menenangkan vin yang tidak sabaran, Dean melihat seorang wanita berdiri di ambang pintu lalu ia memanggil wanita itu "hei, kemari"
Wanita itu menghampiri Dean Feng dan vin dan memberikan sekertas Selemabar lalu ia pergi keluar dari ruangan itu.
"Heh kau liat ini " Ucap Dean memberikan Selembar kertas gambaran pada vin
"Kenapa dengan gambaran ini " Tanya Binggung vin pada gambar yang mirip dirinya
"Selamat pagi nona " Sapa Dean pada seorang yang baru memasuki ruangan
Vin menoleh kesamping bersamaan saat wanita itu juga melihat vin pandangan mereka bertemu, mereka saling mengunci pandangan
__ADS_1