
Kak, kenapa mukanya di jelekin begitu"tanya rahel melihat buna yang memasuki rumah dengan tampang murung
Buna tidak menggubris pertayaan rahel, ia langsung berlalu menuju dapur yang diikuti rahel dan meletakan semua bahan sayuran di tempatnya lalu ia duduk menutup wajahnya dengan kedua tangannya, rahel yang melihat kknya murung mencoba menghampiri sang kk
"Hei, ada apa ka, apakah ada sesuatu yang terjadi "tanyanya lagi
" Gak ada ko hel, cuman tadi kk habis di kerjain orang, kk rugi besar tau"ucap buna melihatkan isi dompetnya yang meprlihatkan satu lebar uang berwarna hijau.
"Memang kk dikerjain apa samapai uang tersisa 20 rb"
"Massa kk di suruh bayar ayam di belinya hanya karena kk menatapnya, kalau ayamnya satu gak PP jga tapi ini 9 hel" Buna meratapi nasibnya hari ini
"Wahh, gila tu orang,kk, kita harus lapor polisi ka" Ucap rahel meraih HP buna lalu mengetik nomor polisi dan menceritakankan kejadian. Buna hanya pasrah saat rahel menelopon polisi sebenarnya ini hanya masalah kecil toh kita bisa minta ganti rugi buna hanya geleng-geleng kepala karena kelakuan rahel.
Selang beberapa menit kemudian polisi datang kerumah buna yang disambut hangat buna dan rahel.
"Selamat siang, Apakah ada yang saya bantu "
"Begini pak, kk saya habis di tipu oleh orang pak" Jelas rahel pada polisi
"Coba jelaskan kronologis nya" Buna terpaksa menjelaskan apa yang terjadi setalah selesai buna menjelaskan polisi menatap satu sama lain
"Hmmm" Ucap polisi berfikir keras
__ADS_1
"Baiklah nona nona, kami akan membantu mencari pelaku untuk mengganti rugi uang nona yang hangus oke"
"Kalau begitu kami segera pamit untuk menggurs masalah nona, selamat siang" Ucap polisi lagi yang bernama dean dan feng yang masih perawakan muda yang 2 tahun lebih tua dari buna lalu mereka pamit
"Heh feng," Kesal Dean setelah mereka di dalam mobil
"Kenpa, aku hanya menyelamatkan reputasi kepolisian kita Dean"
"Seterah padamu "
"Sebenarnya masalah ini gak perlu polisi hel" Keluh buna setlah kepergian polisi
"Ka buna gak bilang, hehe" Rahel hanya tersenyum menunjukan deratan giginya
Vin memarkirkan mobilnya di didepan gerbang yang menampakan sulet rumah yang besar dan bertingkat tiga di lengapi taman yang begitu luas dipandang "pa ram tolong ambil ini "titah vinzzo pada salah satu spam rumah nya
Pa ram mengambil alih sekantong besar dari vinzzo
" Tolong antarkan ke dapur, saya ada urusan "ucapnya lagi.
" Baik tuan"pa ram langsung berlalu pergi masuk kedalam rumah melewati koridor rumah menuju dapur yang disambut bi asih
Biasih mengambil alih bawaan pa ram "dari siapa pa" Tanya bi asih pada pa ram
__ADS_1
"Dari tuan muda"Jawabnya lalu ia pergi kembali ke gerbang
Pa ram dan bi asih adalah sepasang suami istri yang bekerja dan tinggal di lingkungan rumah vinzzo
Di rumah vinzzo memiliki dus sapam, pembersih taman dan kebun dan pekerja dapur sekaligus pembersih rumah. Meraka semua tinggal di halaman belakang yang memang sudah dibanggun rumah buat pekerja rumahnya
"Apa itu bi" Tanya merin pada bi asih yang menaruh daging ayam ke dalam kulkas
"Daging ayam nyah"
Merin membulatkan matanya "it itu dari siapa bi "
Tanya merin.
"Dari tuan mudah nayah"
"Apa !! , bukan nya saya tadi suruh beli dua kenapa jadi sepuluh " Ucapnya mengingat dirinya saat ia menyuruh vinzzo membeli daging ayam
"Mu munkin tuan muda lupa nyah" Ucap bi asih
"Hmmmm, dasar anak anak itu, awas kalau pulang" Merin tak habis fikir pikiran vinzzo membeli ayam sebanyak ini memmang buat apa
"Hmmm baik lh bi,kita akan memasak daging ayamnya setengah aja sisanya simpan aja buat besok "ucapnya lagi memberi solusi permasalahanya
__ADS_1