The Saga Of Luca The Conquérant

The Saga Of Luca The Conquérant
CHPTR: IV PILIHAN YANG TEPAT


__ADS_3

Remy mengeluarkan peta yang diminta, meletakkannya di atas batu besar di tengah kami lalu aku mulai mengamati seluruh detil yang ada.


Tempat persembunyian para penculik terletak di sebuah lembah yang tersembunyi. Satu-satunya jalan masuk adalah melalui air terjun.


Dibaliknya terdapat sebuah gua kecil yang menuntun menuju perkemahan mereka. Namun sebelum bisa masuk kedalam air terjun terdapat pos-pos penjagaan yang dibuat para penculik.


Semacam rumah pohon, masing-masing dua di tiap pos pemeriksaan. Terdapat sekitar 10 penjaga di tiap pos pemeriksaan. Semuanya dilengkapi musket dengan dua kali isi ulang.


Cukup untuk menyusahkan infanteri kami. Namun bukan hanya itu masalahnya.


“Tuan Muda, waktu kita tinggal sejam sebelum para penculik yang bertugas menemui Madam Fause kembali. Seperti yang dikatakan penculik yang kita tangkap, teman-temannya akan meningkatkan penjagaan kalau mereka tidak kembali dalam sejam. Setelah pertahanan mereka mantap, mustahil menerobos tanpa korban.” kata Sir Ingard dengan nada cemas.


Aku masih memperhatikan peta-peta tersebut dengan teliti.


Kediamanku membuat Sir Ingard dan Jerome disebelahku semakin tidak sabaran. Jerome yang kini tampil dengan atribut bertempurnya, lengkap dengan pedang dan pistol di pinggang nampak lebih mengintimidasi sekarang. Sambil membenarkan topinya, Jerome tiba-tiba mendekat, melihat peta lebih dekat lalu berkata, “Yang Terhormat. Kita sebaiknya menyerang secara terang-terangan.”


Aku tidak menanggapi omongan Jerome dan terus memperhatikan peta dengan seksama.


Jerome melanjutkan, “Kita memiliki infanteri perang yang sesungguhnya. Plus 5 ksatria. Meski jumlah para kriminal ini sekitar 100 orang, mereka tetap lah bukan tentara. Kita pasti bisa menang kalau menghadapi mereka secara langsung!”


Aku merasa sebal dengan omongan seenaknya Jerome dan bertanya balik, “Apa yang jadi jaminan pasukan mereka hanya 100?”


Jerome mengerutkan alis. “Aku kira—”

__ADS_1


“Kau begitu saja percaya omongan penculik yang kita tangkap?”


“Bukan begitu, Yang Terhormat….”


Aku menghela napas. “Kita tidak tahu jumlah pasti mereka. Kita tidak tahu apa mereka punya rute pelarian selain jalan masuk air terjun dan kita bahkan tidak tahu apakah Francis masih hidup atau tidak. Kita menghadapi pemimpin kriminal yang benar-benar berhati-hati. Dia tidak memberitahu banyak pada anak buahnya dan cukup hati-hati dalam bertindak. Menurutmu apa yang akan mereka lakukan pada Francis kalau mereka tahu sedang diserang?” aku memandang Jerome lekat-lekat. Jerome pun menunduk. “Satu-satunya yang kita miliki adalah kemampuan kejutan. Itu kelebihan kita. Harus dimanfaatkan dengan baik.”


Sir Ingard menggaruk dagunya yang botak kemudian berkata, “Tuan Muda, bagaimana kalau kita memecah pasukan jadi dua bagian? Yang satunya akan menyerang lewat depan. Satunya lagi akan turun melalui tebing yang mengitari lembah dengan tali. Dengan begitu mereka tidak punya kesempatan lari.”


Aku mengangguk. “Kalau begitu detasemen pasukan yang akan menyerang dari bukit memiliki tugas untuk mencari Francis.”


Sir Ingard menggeleng. “Terlalu beresiko, Tuan Muda. Kalau mereka ketahuan maka serangan kejutan akan percuma.”


Jerome menyela, “Kukira gadis kecil itu sudah mati?”


Aku menghela napas sambil melirik kearah Madam Fause yang kini belum sadarkan diri. Keadaannya memburuk. Entah apa yang mereka bicarakan tadi, yang pasti itu membuat Madam Fause terguncang.


Sir Ingard membalas, “Tapi saya masih belum setuju kalau kita harus mencari Francis setelah berhasil menyelinap.”


Aku memandang Sir Ingard lekat-lekat. Laki-laki itu berwajah keras dengan kemauan hati setebal baja. Aku tersenyum padanya dan membalas, “Baiklah. Kita tidak akan mencari Francis. Setelah detasemen kecil kita berhasil menyelinap, mereka akan mengamankan beberapa titik penting di dalam lembah lalu kita akan menyerang secara serentak.”


Sir Ingard mengangguk setuju. Begitu juga Jerome.


Aku melanjutkan, “Kau dan Jerome akan memimpin pasukan kita masuk kedalam air terjun. Sementara aku, Loren, dan Remy dan beberapa pasukan kita akan menyelinap kedalam.”

__ADS_1


“Tuan Muda!” Sir Ingard mencoba memprotes.


“Jangan khawatir, aku hanya akan mengawasi dari puncak.”


Sir Ingard mencoba membaca wajahku namun tidak mendapatkan apa-apa. Dia pun hanya terdiam pada akhirnya.


**


Setelah persiapan kami mantap, akhirnya kami mulai bergerak. Pertama-tama adalah melumpuhkan para penculik yang berada di pos pengawasan.


Pasukan kami mengandalkan keterampilan para penjaga kota dengan panah dan busur mereka. Semuanya tepat sasaran dan itu langsung membunuh para penculik di tempat.


Setelah semua pos pengawasan di lewati dengan mudah, pasukan yang kupimpin mengambil jalan memutar lalu mulai memanjat tebing.


Waktu kami kurang dari 30 menit sehingga kami harus cepat.


Setibanya kami di puncak, 20 pasukan dibawah pimpinanku langsung turun melalui tali dan menyelinap masuk ke dalam lembah.


Setelah agak lama, aku pun ikut turun kebawah. Membangkan omongan Sir Ingard benar-benar penting sekarang.


Setibanya dibawah aku langsung bertemu dengan Remy dan Loren. Keduanya memandangku dengan heran. Melihat ini aku langsung berkata, “Ikut aku. Kita akan menyelamatkan Francis.”


“Bukannya kau harusnya tidak disini?” tanya Remy.

__ADS_1


Loren yang setuju langsung bertanya. “Kemana kita akan pergi Luca?”


Aku tersenyum lebar. “Tenda paling besar disini. Tenda pemimpin para kriminal disini.”


__ADS_2