
"Sepertinya aku memang harus menerobos hujan," gumam Caramel sambil menatap jalanan di luar restoran yang tampak basah.
Caramel melepas apronnya dan bersiap untuk pulang dengan payung di tangannya.
"Paman, aku pulang, ya. Hujannya tidak akan reda, jadi sebaiknya aku langsung pulang," pamitnya pada pemilik restoran yang sudah menganggapnya putri sendiri.
"Hati-hati, Cara!"
Caramel memberikan thumbs up dan segera berlalu menuju halte dekat restoran. Hanya ada beberapa orang yang sedang menunggu di halte, sisanya mungkin sedang bergelung hangat di rumah masing-masing. Bus akhirnya datang setelah Caramel menghabiskan lima menitnya untuk duduk sejenak di bangku halte.
Caramel menyandarkan kepalanya pada jendela. Seoul tampak lengang setelah diguyur hujan sejak sore. Tak butuh waktu lama, Caramel pun turun di halte terdekat dari apartemennya.
"Sepertinya apartemen ini kedatangan tamu baru," gumamnya ketika beberapa bodyguard berlalu lalang membawa beberapa kardus.
Setelah menyimpan payungnya di rak khusus yang terletak di lobi, Caramel bergegas menuju kamarnya. Langkahnya melambat ketika matanya menatap ruangan di sebelahnya terbuka.
"Akhirnya aku punya teman lagi," ucap Caramel sambil membuka pintu ruangannya sendiri. Senyumnya mengembang begitu saha.
"Aku harus memasak sesuatu untuk menyambut tetangga baruku."
♡♡♡
Setelah siap dengan seragam sekolahnya, Caramel membawa kotak bekal berisi masakan yang akan diberikannya pada tetangga barunya.
Tok tok tok!
"Sebentar!" teriak seseorang dari dalam.
Senyum di bibir Caramel tidak pernah pudar. Lalu, terbukalah pintu bercat cream di depannya dan menampakkan pemiliknya.
Caramel tertegun, senyumnya nyaris pudar.
"Ya?" tanya lelaki itu sambil menyandarkan bahunya di daun pintu.
Caramel mengerjap saat tersadar dari lamunannya. "Hai. Aku Caramel. Aku tetangga di sebelahmu dan ini adalah salam dariku, terimalah," ucapnya sambil menyerahkan kotak bekalnya.
Lelaki itu sedikit mengangkat sudut bibir kanannya dan menerima pemberian Caramel. "Aku Taehyung. Terima kasih."
"Sama-sama. Semoga kau betah di sini Taehyung. Jika kau butuh sesuatu, kau boleh mengatakannya padaku. Kalau begitu aku pergi dulu."
__ADS_1
Setelah berpamitan, Caramel lantas berbalik dan bergegas untuk sekolah. Namun, selama di bus, pikirannya menjadi kacau. Dia tidak mengira jika tetangganya akan setampan dan sebaik Taehyung.
Sesampainya di kelas, Caramel menuju bangkunya dan menutup matanya, namun wajah lelaki itu justru hadir begitu saja. Ekspresinya tadi pagi, hidung mancungnya, senyuman tipisnya yang tidak biasa, tingginya, semuanya menjadi lebih jelas.
"Ah Caramel, sejak kapan kau jadi seperti ini," gumamnya pada diri sendiri.
♡♡♡
Begitu pelajaran selesai, Caramel segera memasukkan alat tulisnya dan menuju restoran. Di sekolah elit ini dia tidak memiliki teman. Lebih tepatnya, hanya dia yang tidak memiliki teman, karena hanya Caramel yang menerima beasiswa di kelasnya. Dia mendapatkan beasiswa dari pamannya yang menjadi kepala sekolah di Jeguk High School, namun Caramel tidak ingin menjadi beban bagi keluaga pamannya. Gadis itu memutuskan hidup sendiri sejak masuk di Jeguk High School.
"Woah, dia putra bungsu keluarga Kim, kan?"
"Iya, tampan sekali. Aku ingin melamarnya."
Diam-diam Caramel menahan senyum geli ketika meletakkan pesanan pelanggannya.
'Mereka to the point sekali', ucap Caramel dalam hati.
"Cara," panggil Jackson, seorang barista semester lima yang membutuhkan pekerjaan part time agar bisa mandiri.
"Hari ini aku ada kuliah mendadak, 30 menit lagi. Aku harus ke kampus. Apa kau bisa menggantikanku?" tanya Jackson sambil melepas apronnya.
"Bisa, pergilah, kau tenang saja. Hati-hati di jalan!"
Jackson mencubit pipi Caramel dengan gemas. "Kau suka sekali mengusir orang. Aku pergi. Bye!"
Caramel mengusap pipinya dan tertawa menatap kepergian Jackson. Dia kembali melanjutkan pekerjaannya. Restoran tempatnya bekerja selalu ramai karena memiliki desain menarik dan menu yang membuat ketagihan. Bagaimanapun, Caramel bersyukur bisa bekerja di tempat seperti ini dan memiliki rekan kerja yang begitu ramah.
Walaupun tempatnya nyaman, tapi bukan berarti Caramel tidak mengalami kesulitan. Justru karena restoran ini nyaman, setiap harinya selalu ramai dikunjungi pelanggan dan membuat tenaganya terkuras. Beruntung, pemilik restoran yang biasa dipanggil Pak Choi adalah orang yang baik. Pria paruh baya itu tak segan memberi makanan atau minuman pada karyawannya yang telah bekerja keras.
"Cara, tolong antarkan minuman ini ke meja nomor 8, ya. Aku ingin ke kamar mandi," ucap Jessica.
Caramel tertawa. "Baik, cepatlah ke kamar mandi, kak," ucapnya sambil mengambil alih nampan dan membawanya ke meja 8.
Tugas Caramel di sini adalah membuat minuman selain kopi. Dia adalah yang termuda dan membuatnya menjadi adik semua karyawan. Tak jarang Caramel dilarang kerja lembur, karyawan bahkan pemilik restoran pasti akan menyuruhnya pulang lebih awal jika mereka tahu Caramel akan menghadapi ulangan.
__ADS_1
"Smoothies pesanan anda. Selamat menikmati," ucap Caramel dengan ramah.
"Kau?"
Caramel mengangkat kepalanya dan membulatkan matanya. "Kau-"
"Sssttt," ucap Taehyung sambil meletakkan jari telunjuk di bibirnya.
"Kak Taehyung?" tanya Caramel pelan. Pasalnya, Taehyung memakai kacamata hitam dan hoodie yang menutupi kepalanya.
"Kak?" tanya Taehyung.
"Kakak adalah panggilan umum orang Indonesia kepada orang yang lebih tua, sama seperti oppa dan eonni," jawab Caramel sambil memainkan jarinya di atas nampan karena tatapan Taehyung yang terlalu intens.
"Ah," gumam Taehyung sambil tetap menatap Caramel. "Apa kau blasteran Indonesia? Wajahmu sangat Korean."
Wajah Caramel memanas. "Iya. Kalau begitu selamat menikmati. Aku akan kembali bekerja."
Taehyung tidak mengatakan apa-apa. Lelaki itu mengangkat sebelah alisnya, lalu tersenyum dan mengangguk lucu. Caramel tidak bisa menahan dirinya untuk membalas senyuman itu. Akhirnya, dia berhasil kembali ke meja kerjanya setelah membalas senyuman Taehyung selama tiga detik.
Banyaknya pelanggan membuat Caramel tidak sempat memikirkan tingkah manis Taehyung. Dia kembali disibukkan dengan berbagai pesanan sampai restoran ditutup pada pukul sepuluh malam.
"Anak-anak, aku akan mentraktir kalian dengan minuman ini. Selamat menikmati," ucap Pak Choi sambil membagikan smoothies kepada keenam karyawannya, termasuk Jackson.
"Whoah, terima kasih, ahjussi," ucap Jackson sambil menikmati minumannya.
"Terima kasih, ahjussi," ucap yang lain bersamaan.
"Iya iya. Kalau begitu aku pulang dulu. Ingat untuk mencuci gelas minum kalian dan rapikan kembali tempat ini," ucap Pak Choi.
"Aye Capt!" sahut semua karyawan.
Saat sedang menikmati minumannya, Caramel teringat dia memiliki tugas individu yang belum dikerjakan. Dia segera menghabiskan minumannya agar bisa segera pulang dan mengerjakan tugasnya.
"Kau buru-buru sekali, Cara. Apa ada ulangan mendadak?" tanya Hyerin.
"Bukan kak, ada tugas yang harus dikumpulkan besok. Jadi aku akan pulang duluan. Bye semua!" ucap Caramel sambil meletakkan gelasnya kembali di rak.
"Baiklah, semangat!" ucap Hyerin sambil menunjukkan kepalan tangannya.
__ADS_1
Caramel tersenyum lalu berpamitan dengan kelima keluarga barunya.