
Begitu tiba di apartemennya, Caramel melakukan rutinitasnya untuk membersihkan diri sebelum tidur. Namun, kali ini dia akan tidur larut karena memiliki tugas lain yang harus diselesaikan.
Caramel membuka jendelanya lebar-lebar, membuat tirai kamarnya bergerak ditiup angin. Dengan secangkir Moccacino yang mengepul, Caramel mengerjakan tugasnya dengan penuh konsentrasi. Waktu menunjukkan tepat tengah malam ketika Caramel menyelesaikan essay bahasa Inggris. Gadis itu lantas menyiapkan kebutuhan sekolahnya, lalu segera menaiki ranjang single size kesayangannya menuju dreamland.
♡♡♡
"Hai, Neighbor," sapa seseorang dari kejauhan.
Caramel yang sedang mengunci pintu menoleh ke arah datangnya suara. Dia tersenyum canggung mendapati kehadiran Taehyung yang tampan dengan penampilan sporty.
"Eum, hai, kak Taehyung," balasnya ramah.
"Udara di sini segar sekali, jadi aku tertarik untuk lari pagi. Oh iya, kau mau ke mana?" Taehyung tersenyum, satu alisnya terangkat dan kepalanya sedikit dimiringkan.
'Tampan sekali.'
"Aku ingin belanja, kak," jawab Caramel.
Taehyung mengangguk dengan alis terangkat. "Apa aku boleh ikut?"
Caramel mengangguk spontan sebelum menyadari pertanyaan Taehyung dan memekik, "Sorry?"
Lelaki itu mengangkat bahunya dengan jenaka. "Aku ingin lebih mengenal tempat tinggal baruku, Neighbor, jika kau tidak keberatan."
Tentu, tentu saja Caramel tidak mungkin keberatan. Hanya saja gadis itu tidak menyangka bahwa tetangga barunya yang tampan ini mengajaknya duluan.
"Tentu, aku tidak keberatan. Kak Taehyung mau langsung ikut denganku atau-?"
Ada jeda yang Caramel berikan. Mungkin Taehyung ingin berganti pakaian dulu karena pakaiannya kini sangat basah oleh keringat. Oh, lelaki di hadapannya berkeringat di saat dirinya bahkan enggan untuk mandi pagi.
"Apa aku tidak cukup layak berjalan di sebelahmu dengan penampipanku ini?"
Caramel menggeleng cepat. "Tidak, bukan begitu. Kau, err, berkeringat, jadi aku-"
"Kau sedang berpikir bahwa aku tampan?" tanya Taehyung sambil menyeringai dengan sebelah alis terangkat.
Wajah Caramel sontak memerah. Taehyung berhasil menggodanya dengan mudah. Tawa lelaki itu pecah begitu saja, meninggalkan melodi indah yang membuat pagi Caramel menjadi lebih bersemangat.
"Aku bercanda. Apa kau sedang sakit? Kenapa wajahmu memerah?" Taehyung menghentikan tawanya dan mendekatkan wajahnya pada Caramel, memperhatikan gadis yang memakai hoodie itu dengan seksama.
'Tampan sekali. Kenapa Taehyung tiba-tiba menggodaku seperti ini? Ugh, menyebalkan.'
"Berhenti menggodaku seperti itu, kak Taehyung. Ayo kita pergi sekarang," ucap Caramel dengan menampilkan wajah garangnya yang justru dibalas dengan ekspresi jahil Taehyung.
__ADS_1
Caramel kembali berjalan diikuti Taehyung. Di sepanjang jalan menuju swalayan, Taehyung tampak menikmati pemandangan yang disuguhkan.
"Neighbor, kau bersekolah di mana?"
Caramel menoleh dan mendongak, dalam hatinya dia mengagumi tinggi badan Taehyung dan menyayangkan tingginya yang hanya sebatas bahu lelaki itu.
"Aku bersekolah di Jeguk, kak," jawab Caramel.
Taehyung tampak kaget dan Caramel sudah biasa dengan respon sejenis itu. Siapapun pasti kaget jika mengetahui murid Jeguk High School tinggal di apartemen yang jauh dari kata elit.
"Aku mendapat beasiswa di sana," tambah Caramel sambil meringis.
"Heol. Ternyata kau adik kelasku," jawab Taehyung yang membuat Caramel mengerjap tak percaya.
"Lebih tepatnya, aku alumni. Kau rupanya murid teladan di sana," goda Taehyung.
Caramel menahan senyumnya yang mendadak ingin muncul. "Ti-tidak juga, aku hanya beruntung saja."
Taehyung tertawa. "Lihat, kau memerah lagi, Neighbor."
Caramel ikut tertawa bersama Taehyung. Ini pertama kalinya Caramel merasa paginya menyenangkan. Kehadiran Taehyung membuatnya tidak kesepian lagi.
Sasampainya di swalayan, Caramel mengambil semua yang dia butuhkan dan memasukkannya ke dalam troli. Sedangkan Taehyung hanya mengikutinya dari belakang, sambil sesekali memegang sayuran namun meletakkannya kembali.
"Kenapa kau tidak membelinya kak?" tanya Caramel.
Caramel mengangguk. "Apa kau memasak?"
Taehyung mengangguk menatap Caramel.
"Kalau begitu pilih saja yang kau suka, daripada nanti kau kembali lagi ke sini, iya kan?"
Taehyung menggeleng, tatapannya menunjukkan bahwa lelaki itu merajuk. Caramel menggigit bibirnya agar tidak tersenyum.
"Ada apa, hm?" tanya Caramel yang tidak tahan dengan sikap lucu Taehyung.
"Aku tidak bisa membeli bahan makanan, karena aku tidak bisa memasak."
Caramel sontak tertawa dan mengundang perhatian pengunjung yang lain. Tanpa menunggu lama, Taehyung bergerak hingga menutupi arah pandang Caramel. Gadis itu seketika bungkam. Taehyung menumpukan kedua tangannya ke atas bahu kecil Caramel.
Tatapan mata mereka bertemu. Taehyung terdiam menikmati tatapan terkejut Caramel.
"Sssttt, kau menarik perhatian," bisik Taehyung.
"Apa? Aku?" tanya Caramel yang hanya dibalas oleh anggukan Taehyung.
__ADS_1
Caramel yang ingin berbicara kembali terdiam ketika Taehyung tiba-tiba memakai masker dan memasang topi hoodie miliknya.
'Kenapa kak Taehyung tiba-tiba bertingkah aneh seperti ini?'
"Kita harus kembali sekarang. Ayo," ucap Taehyung sambil mengambil alih troli dan menarik pergelangan tangan Caramel agar segera mengikutinya.
Semuanya terjadi begitu cepat. Kini, Taehyung dan Caramel sedang saling menatap di depan antara pintu apartemen keduanya. Caramel ingin menanyakan sesuatu yang sangat mengganggu pikirannya sejak tadi. Sedangkan Taehyung, lelaki itu menatap Caramel dengan ekspresi datar.
"Kak Taehyung-"
"Hm?"
"Maaf jika aku lancang, tapi sebenarnya ada apa tadi? Kenapa kau tiba-tiba memakai kacamata, topi, dan masker? Terlebih lagi, kau tiba-tiba berdiri tepan di depanku," ujar Caramel kebingungan.
Taehyung memiringkan kepalanya. "Kau belum pernah melihatku?"
Kedua alis Caramel terangkat tak mengerti. "Maksudmu? Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Apa kau salah satu teman masa kecilku?"
Taehyung tersenyum kecil mendengar berbagai macam pertanyaan dari gadis di hadapannya.
"Lupakanlah," ujar Taehyung.
"Huh?"
"Ayo kita simpan bahan makananmu di lemari pendingin," ajak Taehyung.
Seolah tersadar dari lamunannya, Caramel mengangguk dan segera masuk ke dalam apartemennya.
"Duduklah kak," ujar Caramel sambil mengambil alih kantong belanjanya dan memasukkannya di lemari pendingin.
"Kau ingin minum apa? Apa kau sudah sarapan?"
"Hei Neighbor, bisakah kau bertanya satu per satu? Aku belum sarapan," jawab Taehyung.
Taehyung mendudukkan tubuhnya di atas sofa cokelat di ruang tamu Caramel. Pandangannya menyapu keseluruhan ruangan Caramel.
"Baiklah, aku akan menyiapkan sarapan untuk kita. Apa kau pernah makan nasi goreng?" tanya Caramel sambil berkutat dengan bahan masakannya.
"Nasi goreng?" ulang Taehyung dengan logatnya yang terdengar lucu.
"Itu salah satu makanan khas di Indonesia. Aku akan membuatkannya spesial untuk tetanggaku," ucap Caramel.
Taehyung tersenyum kecil dan mengangguk. "Baiklah, aku akan menunggumu, Neighbor."
Tak butuh waktu lama, nasi goreng buatan Caramel telah siap di atas meja makan. Dilihatnya Taehyung yang tertidur sambil menyandarkan kepalanya pada senderan sofa. Caramel mendekati lelaki itu dengan tatapan kagum. Namun, Taehyung rupanya mendengar suara langkah kaki Caramel. Lelaki itu membuka matanya, membuat Caramel menghentikan langkah seketika.
__ADS_1
"Sorry Neighbor, aku sepertinya tertidur," ucap Taehyung sambil tersenyum canggung.
Caramel tersenyum lembut. "Tidak apa-apa, mungkin kau kelelahan. Oh iya, nasi gorengnya sudah masak kak. Ayo kita makan," ajaknya pada Taehyung.