
Hari berikutnya, kenzo beserta temanya pergi keistana awan, menemui melati yang masih berbaring dikamar nya. setibanya disana kenzo langsung mencium kening melati, kemudian mereka semua menyiapkan kebutuhan untuk menyambut datangnya bulan purnama.
Malam harinya, semua orang sudah berkumpul dihalaman belakang istana, bulan purnama sudah mulai bersinar terang, kenzo meletakan melati diranjang kecil ditengah kerumunan penghuni kayangan untuk melakukan ritual. Saat purnama total mereka mulai melakukan ritual, menyerap semua energi alam dari pancaran sinar bulan dibawah hembusan angin malam, suasana yang hening, semua orang berdoa untuk kesembuhan melati pemimpin istana awan itu. Saat ritual selesai dilaksanakan munculah cahaya terang yang terpancar dari tubuh melati, setelah cahaya itu hilang kenzo dan yang lainya mendekat pada melati, terlihat tubuh melati sudah tidak pucat lagi, suhu tubuh nya mulai hangat, wajah nya pun kembali seperti sebelumnya,
Mereka bergembira melihat perubahan pada melati, karna itu pertanda baik, walau dia belum sadar tapi itu ada harapan untuk dia tetap hidup. Kenzo dan teman nya menyatukan kekuatan mereka lalu mentransfer enegri mereka pada melati supaya tubuh nya tidak terlalu lemah. Setelah itu kenzo menggendong melati pergi kedalam kamarnya, dan membaringkanya ditempat tidur.
"Sayang, selamat tidur, semoga besok kamu sudah bisa melihat aku disamping mu, cepat sadar ya, aku akan terus menjaga kamu disini, aku sayang kamu, selamat malam. "Kenzo mencium tangan melati dan mengecup kening nya, lalu tidur dengan posisi duduk disamping ranjang melati sambil menggenggam tangan nya, tak lupa dia menyelimuti tubuh melati.
Pagi hari tiba kenzo dibangun kan dengan pergerakan tangan melati yang sedang digenggam nya.
"Sayang,, tangan kamu bergerak, apa kamu sudah sadar. "Ucapnya sambil mendekatkan wajah nya pada melati sambil membelai wajahnya.
"Semuanya, segera kemari, ada pergerakan pada tubuh melati. "Kenzo memanggil semua teman nya dan juga para pengawal menggunakan telepati. Tidak berselang lama, mereka pun hadir mengerumuni tempat tidur melati.
"Pangeran, apa ada perubahan pada yang mulia melati? "Tanya marion pada kenzo.
"Iya, tadi aku merasakan ada pergerakan pada tangan melati, bagaimana kalau kita memberinya sedikit energi lagi ntuk membantunya bangun, "ucap kenzo.
"Baiklah kami bersedia, "jawab zuu.
"Sayang, kamu dan marion minggir dulu ya. "Ucap zeno pada lucy. Kemudian kenzo, karen, zeno dan zuu menyatukan kekuatan untuk memberikan energi lagi pada melati, setelah energi itu masuk, tubuh melati pun merespon nya, jari tangan dan kakinya mulai bergerak perlahan.
"Yang mulia.!! "Panggil karen dengan semangat membangunkan melati. "Yang mulia sadarlah, bangun, disamping yang mulia sudah ada kenzo yang menunggu, bukan kah dulu yang mulia bilang kalau kau merindukan kenzo, cepatlah bangun, dia ada disini, dia sudah sembuh, yang mulia bangunlah, lihat lah kita, lihatlah kenzo, pengorbanan yang mulia tidak sia sia. Hikss.. Hikss.. "Karen terus menerus membangunkan melati sambil meneteskan air mata menunggu matanya terbuka.
Tidak lama kemudian, kelopak mata melatipun mulai bergerak, perlahan mata nya mulai terbuka. Semua orang yang melihat dia sadar, menangis bahagia,
"Sayang, kamu sudah sadar? Kamu kembali lagi bersama kami, selamat datang sayang.. Hikss.. Hikss.. "Kenzo menangis terharu.
"Selamat datang yang mulia. "Ucapan sambutan dari semuanya.
Melati masih bingung, belum bisa untuk membuka mulut nya, dia melihat disekelilingnya dipenuhi dengan temanya yang sedang menangis terharu, ada banyak pertanyaan dibenak melati yang ingin dia lontarkan, tapi bibir nya belum bisa dibuka karna terlalu lama tidak digerakan.
"Dayang! ! Cepat bawa air putih kesini dan beberapa makanan kecil, "perintah kenzo pada dayang yang sedang berjaga didepan pintu kamar melati. Tidak lama kemudian dayang datang membawa air minum dan sedikit makanan ringan untuk mengisi perutnya walau pun selama ini dia diberimakan melalui energi.
"Sayang, kamu minum dulu ya, makan dulu sedikit, "ucap kenzo sambil membantu melati duduk, melati hanya diam dan mengangguk, bibir nya bergetar ingin bicara sesuatu tapi dia belum bisa membukanya.
"Em.. Bgaimana ya, kamu masih kaku untuk bergerak.
"Pangeran! Bagaimana kalau sendi nadin nya ditok-tok terlebih dahulu untuk melancarkan aliran darah dan pergerakan nya. "Saran karen pada kenzo.
__ADS_1
"Oh iya, baiklah, karen kamu bantu aku pegang tubuh melati, aku akan membuka dibeberapa titik sendi nadin nya.
"Baiklah, "kenzo pun men-tok tok dibeberapa bagian tubuh belakang dan leher melati dibantu dengan karen, dan mengisi sedikit energi,
"Sayang, kamu coba buka mulut kamu ya, pelan pelan saja jangan dipaksa, dan coba gerakan tangan kamu perlahan, biar aku bantu ya. "Kenzo duduk disamping melati dan membantu nya untuk membuka mulut nya dengan tanganya. Tidak lama kemudian melati berhasil membuka mulut nya, lalu kenzo memberikannya segelas air putih, selesai minum, melati mulai bicara perlahan.
"Em.. Te...ri. Ma. Ka. Sih. Ken.. "Ucap melati terbata bata, namun semua orang tersenyum saat mendengar suaranya.
"Sayang, kamu sudah bisa kembali bicara, kami semua sangat terharu mendengarnya, apa kamu mau makan? Aku suap ya.
"Iya. "Jawab melati singkat. "Kenzo pun menyuapi nya sedikit makanan, walaupun melati mengunyah sangat lama, tapi kenzo dengan sabar menyuapi kekasihnya itu, mata nya berkaca kaca melihat orang yang dia sayang berada lagi disinya lagi. Sedikit demi sedikit makanan masuk kedalam perut melati hingga semuanya habis dia lahap.
"Sayang, abis ini aku temenin kamu mandi dikolam air suci ya, biar aku yang membersihkan tubuh mu, oke sayang. "Ucap kenzo sambil mengelus rambut melati. Melati menjawab nya hanya dengan mengangguk.
"Baiklah, karen kamu segera siapkan air nya dengan bersih, jangan lupa taruh bunga melati diatas nya. "Perintah kenzo pada karen.
"Baik pangeran. "Karen mengajak lucy untuk pergi kekolam air suci.
"Ren, aku baru pertama kali melihat tempat ini, ini sangat indah, aku belum pernah melihat tempat yang seindah ini, dengan pemandangan air terjun dan pelangi yang melingkar ditengahnya dan banyak sekali pohon-pohon dengan warna daun yang berbeda, apakah ini yang namanya surga? Dan pelangi itu, kenapa bisa pas banget disitu letak nya. "ucap lucy pada karen yang lagi memepersiapkan bunga melati untuk diletakan dalam kolam.
"Jangan kaget, disini ada pemandangan yang lebih indah, tapi tempatnya tersembunyi, disanalah ada kenangan yang indah antara aku dan zuu,, hehe. Oh iya, kalau soal pelangi itu, dia bukan pelangi asli, tapi pelangi buatan yang sangat mirip dengan pelangi asli."jawab karen.
"Hah? Masa sih? Emangnya bisa bikin pelangi? "Tanya lucy penasaran.
"Ohh begitu, aku sangat penasaran bagaimana mereka membuatnya.
"Eh lus, kamu tolong masuk dulu ya, bilang sama pangeran, kolam mandi yang mulia sudah siap.
"Oke. "Lucy pergi meningglakan karen menuju kamar melati. ditengah perjalanan lucy bingung, tidak mengingat jalan mana yang dilalui nya bersama karen sebelumnya, "ah aku dimana, kayak nya ini bukan jalan tadi deh, duhh gimana nih, jalan nya terlalu banyak membuatku bingung, zeno tolong aku dong, "ucap lucy bingung, perlahan lucy melangkah sambil mencari jalan, karna kurang memperhatikan medan jalan, lucy tergelincir saat kakinya menginjak batu kecil yang berlumut didepanya, lalu dia terjatuh. "Ahh!! ! "teriak lucy sambil memejamkan matanya. "Eh, kok gak sakit. "Ucap lucy dalam hatinya.
"Hei,, bangun! Sengaja ya dilama lamain!
Lucy membuka matanya mendengar suara itu. "Zeno? Kok kamu bisa ada disini? "Tanya lucy penasaran.
"Sayang, bukanya tadi kamu nyebutin nama aku ya, kamu lupa kalau aku bisa denger saat kamu panggil aku.
"Eh, iya kah, kapan ya aku panggil kamu, hehe.
"Hmphh.. Kebiasaan deh suka lupa, untung aku dateng tepat waktu kan? "ucap zeno dengan mengelus kepala lucy.
"Iya, makasih ya sayang,. Oh iya aku harus kekamar melati, tadi aku tersesat, anterin aku ya. "Ucap lucy manja.
__ADS_1
"Kamu manja banget kalau ada mau nya ya, dasar! Ayo kita kesana. Tapi kayak nya ada yang lupa deh. "Ucap zeno menghentikan langkah lucy.
"hah? Lupa apaan. "tanya lucy bingung.
"Sini deh. "Zeno menarik lucy mendekat padanya, lalu mencium kening dan pipi lucy.
"Zeno apaan sih, ntar diliat orang malu tau, yuk ah jalan, "lucy berjalan mendahului zeno.
"Sayang, kita pacaran sudah tiga tahun loh, tapi kamu belum memberiku yang lebih, sayang!! Hei tunggu.. "Zeno menyusul lucy yang terus berjalan maju. "Hei kamu mau kemana? "Zeno meraih tangan lucy.
"Mau kekamar melati lah. "Jawab lucy cuek.
"Emang kamu tau jalan nya, kamu salah jalan tau!
"Iya kah?
"Hm,, ngeyel, ,makanya sini jalan bareng aku cintaku!! Yuk gandeng tanganku, biar kamu gak kepleset lagi. "Zeno berjalan sambil menggenggam tangan lucy.
"Iya bawel ah.
...
Setibanya dikamar melati, lucy menyampaikan bahwa kolam air sucinya sudah siap. Kenzo pun menggendong melati menuju kolam air suci.
"Baiklah semuanya, kalian tunggu diluar, aku akan panggil saat melati selesai mandi. "Melati diletakan kenzo dikolam air suci dengan baju mandinya, kemudian kenzo duduk dibelakang melati untuk memandikanya. dengan lembut kenzo memandikanya dalam balutan shampoo dan sabun yang sangat wangi, rambut perak nya terurai panjang menghabiskan satu botol shampoo,
"Sayang, rambut mu sudah kusam, sudah lama sekali kamu tidur, kau tau, saat aku membaca surat kamu waktu itu, aku sangat marah sama kamu yang meninggalkan aku dalam keadaan aku lagi sakit, tapi walaupun begitu, aku tetap semangat mengingat pesan kamu dalam surat itu, aku selalu berusaha mengumpulkan uang dan dibantu sama teman-teman, dan sekarang aku berhasil mendirikan perusahaan sendiri, dan aku beri nama "melati",Dan nantinya perusahaan itu kamu yang mengelola nya, dan saat dana kita sudah cukup, maka kita akan membuat cabang baru.
"Nah, sudah selesai mandinya, badan kamu sudah bersih dan wangi, dan sekarang aku akan latih tangan dan kaki kamu dulu, supaya tidak kaku lagi. "Kenzo memijat perlahan aliran darah pada tangan dan kaki melati. Dan ahirnya melati bisa menggerakan nya sendiri dan bisa berdiri lagi.
"Wah, sayang, kamu sudah bisa berdiri, apa yang kamu rasakan, apa ada yang sakit?
"Tidak ada ken, terimkasih ya. "Melati memeluk kenzo sambil tersenyum karna sudah merawatnya dengan sangat baik.
"Ehem. .Gak baik loh pelukan dalam kolam gini, ntar aku gak bisa menahan diri, "ucap kenzo sambil tertawa kecil.
Melatipun melepaskan pelukanya. "Maaf. "Ucap nya tertunduk malu.
"Maaf untuk apa sayang, "kenzo mengecup kening melati dengan lembut. "Udah yuk kita keluar, kamu ganti pakayan dulu ya, sini, biar aku gendong.
"Eh nggak usah ken, kayak nya aku sudah bisa jalan, tapi kamu papah aku ya, takut nya nanti aku terjatuh.
"Iya sayang, sini tanganmu. "Kenzo memapah melati keluar dari kolam, dan disambut dengan karen yang sudah menunggunya dengan membawakan handuk, kemudian karen membawanya kekamar untuk mengganti pakaian nya.
__ADS_1
Bersambung..