THE UGLY BOY

THE UGLY BOY
Chapter 9 : Play to the house


__ADS_3

Robin dan arkey kini berjalan jalan di hutan .


Entah kenapa arkey malah memilih hutan dibandingkan dengan pantai atau pasar .


" Wahhh bagus sekali hutanya " kagum arkey .


" Kayak nggak pernah liat hutan saja " ejek Robin .


" padahal kalau di rumah teriak teriak kayak Tarzan " sindir Robin .


" Yeehhh siapa bilang dan gue bukan Tarzan ya " ketus arkey .


" Yehh marah " goda Robin .


" Diem " ketus arkey.


" Ayo " Robin menarik pergelangan tangan arkey .


" Kemana ?" Tanya arkey .


" Nanti juga tahu , ayo kamu kalau jalan lama kaya siput " ejek Robin sambil tersenyum .


" ........" Arkey diam tak menanggapi ucapan Robin memilih mengikuti nya .


Ternyata Robin membawanya ke air terjun .


Airnya sangat jernih dan segar . pemandangan yang indah tak sia sia dia memilih kesini sudah dapat calon suami pengalaman juga bertambah pula , komplit sudah .


" Waaah kenapa nggak dari kemarin aja sih nunjukin ini nya " ujar arkey kesal .


" Kamu nggak ngajak kok jadi ya aku diem saja " santai Robin .


" Kimi nggik ngijik Kik jidi iki diim siji " ujar arkey minyi minyi .


Arkey mendekati air dan bermain di pinggir sungai .


Robin yang melihat itu memiliki ide jail .


Robin tiba tiba berlari melewati arkey dan menyebur ke air .


Byurr'


Robin menyebur kedalam air dan mengenai arkey .


" ROBINNNNN " teriak arkey marah .


" What ?" Tanya Robin santai .


Arkey yang tak mau kalah dari Robin pun juga menceburkan diri nya ke dalam air .


Yah kalian tau kan selanjutnya seperti apa ???


Yah perang air........


" Robin Lo nggak mau ngalah dari gue heh " ujar arkey sambil mencipratkan air ke wajah Robin .


" Nggak mau "


Robin tiba tiba datang ke arah arkey dan tiba tiba memeluk arkey .


Deg'


Gila jantung gue , anjir jantung gue deg-degan .


" Ke__ kenapa ?" Tanya arkey gugup .


" Cantik " gumam Robin tanpa sadar .


" Hah ?"


Sedetik kemudian Robin tersadar dan menjauhkan diri dari arkey .


" Maaf " ucap Robin dan berbalik badan keluar dari air.

__ADS_1


Yah Robin sadar diri mana bisa dia bersama dengan arkey yang cantiknya seperti bidadari sedangkan dia jelek .


" Robin Lo mau kemana ?" Tanya arkey .


Cepat cepat arkey menyusul Robin keluar dari air .


" Lo mau kemana ?" Tanya arkey saat sudah tiba di samping Robin .


" Mau pulang " cuek Robin .


Kenapa jadi nyesek yah gue ?


Kenapa dia cuek ?


Hiks , rasanya pengen nangis .


" Lo kenapa sih ?" Tanya arkey lagi .


" Nggak kenapa Napa emang aku kenapa ?" Ujar Robin sambil tersenyum paksa .


Arkey berusaha membaca pikiran Robin .


Ternyata masalah itu lagi .


Arkey menghela nafas kasar ." Robin Lo mau main ketempat gue ?" Tanya arkey berusaha mendekati Robin lagi dan berusaha menghilangkan pikiran anehnya .


" Ke tempat mu ? Ngapain ?" Tanya Robin heran .


" Yah main aja , ayo " tanpa mau mendengarkan perkataan Robin lagi arkey menarik robin menuju penginapan nya .


Sesampainya di penginapan arkey robin masuk bersama arkey dan singgah di kamar arkey .


" Ini penginapan ?" Tanya Robin .


" Seperti nya iya , aku saja tidak tahu " acuh arkey .


" Owh ya berapa hari kamu akan disini ?" Tanya Robin .


Seketika arkey mengingat nya .


Arkey terdiam , sangat berat meninggalkan tempat ini begitu saja .


Bagaimana ini ?


Harus bagaimana ?


Apakah dia ijin lagi dengan kakak nya dan kakak iparnya menjadi satu Minggu lagi atau satu bulan lagi ?


Haruskah ?


Oke , aku akan ijin satu bulan lagi mau tidak mau aku tidak akan pulang secepat itu .


Rasanya berat meninggalkan Robin .


Robin ?


Ada apa dengannya ?


Kenapa dia memikirkan Robin ?


Perasaan apa ini ?


Sudah lah biarlah .


Arkey menatap Robin . " Satu bulan lagi mungkin " jawab arkey .


" Owh jadi mau ngapain kamu membawaku ke kamarmu ?" Tanya Robin waspada .


" Yahh siapa tau kau ingin membuat keturunan " jawab arkey asal .


" APA ?" syok Robin .


" Bercanda , gue masih waras yaaa " ujar arkey sambil menyengir .

__ADS_1


Robin menghela nafasnya lega , gila memang arkey ini .


" Kamu ini terlihat polos tapi otak mu kotor yaa " ujar Robin mengidik ngeri .


" What the **** , apa gue otak kotor ? No gue ini orang alim tau " ujar arkey percaya diri .


" Alim dari mana ?" Ejek Robin .


" Cih ...... Gue ini alim "


" Alim punya pacar kok alim " ejek Robin lagi .


" Hah ? Pacar ? Gue ? Gue punya pacar ? Siapa ?" Tanya arkey mengaga .


" Yah siapa tau kamu punya pacar " santai Robin padahal dalam hati sudah ketar ketir menunggu jawaban , semoga saja dia menjawab tidak .


" Owh pacar ? Banyak kok pacar gue " ujar arkey tersenyum misterius .


Mununggu jawaban tidak yaa , akan ku jawab sebaliknya .


Arkey menyeringai misterius .


Ekspresi Robin berbeda dari sebelumnya yang murah senyum menjadi sedikit muram tapi dia menutupi ekspresi wajahnya menjadi tersenyum .


Hanya tersenyum ?


Yah senyum palsu yang dia buat arkey tau itu .


Kenapa senyumnya menyakitkan ?


Arkey lebih suka senyum lepas Robin dari pada senyum yang dia paksakan seperti itu sangat menyakitkan untuk arkey , sungguh .


" Robin Lo mau makan ?" Tanya arkey mengalihkan pembicaraan nya .


" Makan ?"


" Yah makan " ujar arkey sambil tersenyum .


Seketika arkey memincing kan matanya ." Bukan makan gue makan nasi pikiran Lo kotor " ujar arkey sambil melotot .


Seketika Robin gelagapan . " Ais siapa yang pikirannya kotor kan tadi aku tanya makan ? Makan apa maksudnya lauknya " ralat Robin .


" Owhh seperti itu yaaa "


Arkey memalingkan wajahnya malu . Semburat merah muncul di pipinya .


" Hei kamu sakit ?"


" Hah ?"


" Itu pipi kamu kenapa merah kamu sakit ?" Tanya Robin lagi .


Sial , kenapa harus memerah sih malu anjirrr ' batin arkey .


" Owh ini iya sedikit agak panas aja " alibi arkey .


Robin hanya mengangguk kan kepalanya .


Arkey dengan cepat melarikan diri dari Robin , takut ketangkap basah lagi kan berabe .


Setelah beberapa menit arkey berkutik dengan dapurnya akhirnya selesai .


" ROBINN " teriak arkey kencang padahal Robin berada di dekatnya .


" Apaan sih kamu teriak teriak kayak di hutan aja " kesal Robin .


" Hehehe siapa tau Lo budeg kan berabe " arkey memperlihatkan giginya yang putih bersih .


" Aku nggak budeg yang ada kamu teriak teriak bisa bikin telinga ku budeg " kesal Robin .


" Yaelah gausah marah marah "


Mereka pun makan bersama . Selesai makan Robin pamit pulang karena hari sudah menjelang petang kan nggak elit kalau sampai malam ini desa bukan kota . Yang ada bisa di grebeg masal sama warga .

__ADS_1


***


Bersamamu aku bahagia , tetapi aku takut kebahagiaan ini tidak berlangsung lama dan kau meninggalkanku . ~ Robin Julie Avantie


__ADS_2