
Arkey POV
Aku kini berjalan bersama yoselin menuju pantai yang di bicarakan para ibu ibu gosip itu .
" Yos emang siapa sih yang di bicarain Mak Mak tadi ?" Tanya arkey penasaran .
" Cowok jelek yang di kutuk " jawab yoselin seadanya .
" Hah beneran "
Arkey menambah kecepatan langkah kakinya .
Yoselin tiba tiba menghilang begitu saja entah kemana .
Saat arkey berada di tebing pantai dia melihat cowok dengan baju yang elegan dan sederhana , Dengan muka jelek .
dengan muka jelek itu entah mengapa membuat jantung Arkey berdetak cukup kencang .
Pandangannya sendu dan nampak kesepian .
Yah dia kesepian .
Aku berjalan mendekat ke arahnya dan melihat ke arah pantai membuat jiwa ku tenang dan beban sedikit terangkat .
Angin pantai yang cukup kencang menerpa wajahku . sungguh sejuk walau panas entah mengapa dibanding duduk di bawah pohon untuk berteduh dia lebih memilih disini di pantai dengan si prince ugly .
Nampaknya dia belum menyadari kehadiran Ku .
" Sendirian ?" Tanya arkey pada cowok itu .
Cowok yang umurnya masih dua puluh tahun nan lebih tua darinya tapi masih muda .
" Ehh .... Iy__iya " kaget cowok itu sambil menengok ke arah ku .
Aku melihat kearahnya yang masih menatapku , ku berikan senyum tulus .
Aku duduk di sampingnya membuatnya bingung .
" Kamu orang baru ya ?" Tanya cowok itu duduk agak menjauh dariku .
Apa dia risih sama gue kok malah menjauh gitu sih ?
" Iya " jawab arkey .
" Kenapa duduk nya jauh gitusih gue bau , apa ?" Kesal arkey pada cowok itu yang kini menatapnya kaget .
" Kamu nggak bau tapi kan aku jelek " ujar cowok itu .
Owh ternyata dia minder tohh .
" Jelek cantik ganteng itu sama , sama sama manusia , sama sama makan , sama sama tinggal di bumi Lo mah minderan " ini yang minder siapa yang kesal siapa heran gw .
" Tap___"
__ADS_1
" Ngada tapi tapian sini , ngausah minder sama sama manusia apapun kekurangan orang harus di hargai " ujar arkey sambil menarik lengan cowok tersebut agar mendekat ke arahnya .
" Nama Lo siapa ?" Tanya arkey pada cowok tersebut .
" Robin , Robin Julie Avantie " ujar Robin pada arkey .
" Nama Lo bagus , gue arkeysha Maura Cantika " ujar arkey sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum .
Robin dengan ragu menyambut jabatan tangannya .
'Aduh kenapa gue deg degan ya pas Deket cowok ini ' batin arkey .
" Kamu dari mana ?" Tanya Robin tiba tiba .
" Dari hati " canda Arkey .
" yang bener , kamu asalnya dari mana ?" tanya Robin lagi .
" asalnya dari bumi lah " ujar Arkey asal .
" maksudnya Dari pulau mana ? Kota mana ?" Tanya Robin sedikit menghangat membuat arkey jedag jedug dueerrr .
" Dari pulau Jawa kota Jakarta " jawab arkey .
" Owh kesini ya sendirian ?" Tanya Robin .
" Iya , berani kan gue " jawab arkey sambil Menyombongkan dirinya .
Robin tersenyum hangat pada arkey .
" Kenapa apanya ?" Bingung arkey .
" Kenapa mau mengobrol dengan ku aku ini jelek " ujar Robin sambil menatap air laut .
" Kan lagi Lo minderan orangnya bukankah ini Indonesia , Lo tau nggak sih arti bhineka tunggal Ika itu apa ?" Kesal arkey .
" Tau , berbeda-beda tetapi tetap satu kan " kata Robin .
" Tu tau Lo jadi orang jangan minderan , biarin orang bilang apa itu hidup Lo jadi Lo yang harus ngatur bukan orang lain yang ngatur hidup Lo " jelas arkeysha membuat Robin menatapnya lama .
" Hidup itu bagai roda ada kalanya kita di bawah dan ada kalanya kita di atas , kalau Lo di hina sama orang karena Lo jelek mereka nggak tau aja kelebihan Lo apa mereka hanya Mandang Lo dari sisi kurang Lo " jelas arkey .
" Hidup itu di bawa santai aja " ujar arkey merangkul Robin membuat Robin tersenyum .
" Makasih " ucap Robin.
" Kenapa harus berterimakasih ?" Tanya arkey heran .
" Kalau kamu nggak bilang seperti itu mungkin aku bakal nyerah akan hidup ku " jelas Robin .
Robin menghela nafasnya . " Dulu aku tinggal dengan bergelimang harta , orang tua dan juga teman teman sekarang cuma ada aku sendiri " Robin menyorot ke arah laut yang luas dengan tatapan sendu .
" Kadang aku nggak kuat hidup seperti ini tapi setelah mendengar perkataan mu tadi aku seolah mendapatkan harapan " ujar Robin .
__ADS_1
" gue juga dulu sama kaya Lo tapi bedanya gue masih ada kakak gue "
Robin hanya mengangguk kan kepalanya tanda mengerti .
" Oh ya Lo sering kesini ?" Tanya arkey sambil melihat ke arah Robin .
" Iya "
" Kalau di liat liat tempat ini bagus yaa , membawa ketenangan gitu " ujar arkey.
" Iya "
" Iya melulu " sebal arkey .
" Terus bilang apa ?" Tanya Robin yang mulai menunjukan ekspresi lain selain sedih .
" Hooh kek apa kek "
" Hooh "
" Dah kan "
" Ya nggak gitu juga kalik " kata arkey .
" Owh ya Lo tinggal dimana ?" Tanya arkey .
" Di rumah lah "
" Bego , gue juga tau kalik kalau Lo tinggal di rumah maksud gue rumah Lo dimana ?" Tanya arkey mulai geram .
" Ada Deket sini , emang mau main ?" Tanya Robin ragu .
" Kalau boleh sih iya kalau nggak ya gue tetep ikut " ujar arkey santai .
" Ck mending gausah tanya aja dari pada jawabanya sama " kesal Robin .
" Yee terserah gue dong wlek "
" Yaudah lah aku mau pulang " ujar Robin .
" Ikut "
" Gausah kamu pulang aja sana " usir Robin .
" Kenapa ngaboleh ?" Tanya arkey sambil cemberut .
" Rumah ku jelek " ujar Robin .
" Jelek atau bagus yang penting bisa ditinggali " ujar arkey .
" Boleh ngaboleh gue tetep ikut Lo " kukuh arkey .
Mau tak mau Robin pasrah saja .
__ADS_1
****
Pertemuan kita bagikan hujan yang datang tiba tiba dan pergi begitu saja .