
Pagi hari yang cerah , tidak seperti gadis yang masih bergulung di bawah selimut dengan nyaman .
Entahlah kenapa dia masih tidur padahal matahari sudah terlihat jelas masuk melalui celah jendela kamar nya .
Arkey yah gadis itu arkey gadis yang selalu bangun pagi dan rajin membersihkan rumah itu kini masih bergulung di bawah selimut tebalnya .
Yah karena udara pagi ini dingin lebih nyaman bila berselimut hangat apalagi di peluk sama doi uhhh langsung terbang .
' uh pelukan aku menginginkan pelukan hangat pagi ini ' batin arkey yang belum membuka matanya .
' kenapa dingin sekali apa aku sakit ?' batin arkey bertanya .
Tok tok tok
Sebuah ketukan pintu membuat arkey mau tak mau membuka matanya walau berat dan kepalanya sedikit pusing .
" Hmm siapa ?" Tanya arkey sambil memegang gagang pintu .
" Robin " jawab Robin .
Pas sekali tadi ia menginginkan pelukan dan pasnya lagi ada Robin walaupun muka jelek tapi badanya peluk able banget .
Arkey membuka pintu dengan mata sedikit tertutup dan membawa selimut yang ia bungkusan ke badanya .
" Masuk "
" Kamu nggak papa ? Apa kamu sakit ?" Tanya Robin khawatir .
" Entahlah aku merasa sedikit pusing saja " ujar arkey sambil berjalan menuju sofa ruang tamu .
" Dan Lo ngapain tumben kesini sendiri , biasanya juga di seret dulu baru mau kesini " sindir arkey sambil menyadarkan punggungnya ke sandaran sofa .
" Tadinya sih aku kesini mau ngajak kamu kesuatu tempat tapi nggak jadi kalau kamu pusing " ujar Robin duduk di sebelah arkey .
Tangannya terangkat untuk mengecek suhu badan arkey .
" Badan kamu panas " ujar Robin .
" Benarkah ?" Tanya arkey sambil menempelkan nya di dahinya .
" Sebaiknya kamu kembali kekamarmu " suruh Robin pada arkey .
Dengan cepat arkey bangun dari duduknya di bantu oleh Robin menuju ke kamarnya .
Saat Robin ingin beranjak dari duduknya arkey mencekal lengan Robin .
" Mau kemana ?" Tanya arkey .
__ADS_1
" Membuatkan mu bubur " ujar Robin .
" Memangnya bisa ?" Tanya arkey sedikit mengejek .
" Kamu kira aku tidak bisa , tenang aku tidak akan memberi kan mu bubur yang beracun " ujar Robin kesal .
" Percaya , orang cantik di sayang
doi " canda arkey .
Robin tak menghiraukan ucapan arkey .
Dia berjalan menuju dapur arkey dan membuatkannya bubur untuk arkey .
Setelah selesai membuat bubur robin berjalan ke kamar arkey .
" Ini makan dan istirahat lah " ujar Robin sambil menyodorkan nampan yang berisi bubur dan obat .
" Ngak ada niatan buat nyiapin nih ?" Goda arkey yang sebenarnya memang mau disuapi oleh Robin .
Robin dalam hati senang , entah senang karena apa dia juga tidak tahu , yang ia tahu dia senang dengan ucapan arkey tadi .
Dengan berbakat memasang wajah kesal Robin menyuapi arkey dengan telaten .
Setelah bubur di lahap habis oleh arkey , arkey meminum obat yang juga sudah di siapkan oleh Robin .
" Mau kemana ?" Tanya arkey lirih .
Robin duduk lagi di pinggir ranjang arkey ." Mau pulang , ada yang kamu butuhkan ?" Tanya Robin lembut .
" Ada , memangnya kamu mau membantuku ?" Tanya arkey .
" Mau saja " ujar Robin .
Dengan cepat arkey menarik lengan Robin . Tubuh Robin yang limbung dan jatuh di atas tubuh arkey .
Wajah mereka hanya terpaut beberapa senti .Mata arkey yang tadinya terpejam pun kini terbuka . Saling memberikan tatapan yang mendalam .
" A__apa yang kamu lakukan ?" Tanya Robin terbata bata setelah beberapa menit dia terpaku dengan mata dan wajah indah milik arkey .
Robin ingin bangkit dari posisi yang sangat tidak menyenangkan jika dilihat orang tapi nyaman untuk dirinya .
Tapi lagi lagi arkey menahan pergerakan nya dia malah memeluk Robin .
" Robin aku kedinginan aku ingin pelukan " ujar arkey manja .
" Hah ?" Robin cengo sendiri mendengar penuturan arkey .
__ADS_1
Di dalam hatinya Robin bersorak senang tapi dia masih waras . Dia pria dan arkey wanita . Apa kata orang jika dia seperti ini ? . Tapi ......jika itu memang permintaan nya maka apa boleh buat .
Robin membenahi posisi tidurnya dan menarik selimut untuk menyelimuti mereka berdua .
Arkey yang tidak mendapat penolakan Robin langsung meringsek masuk dalam pelukan cowok itu walau pun mukanya jelek tapi aroma maskulin yang di miliki cowok itu membuatnya nyaman dan tenang .
Di dekat Robin bisa membuatnya tenang apa lagi jika pelukannya dia lebih dari tenang .
" Hangat " gumam arkey lirih tanpa membuka matanya .
Robin tersenyum hangat lalu senyum itu pudar karena pikiran nya melayang entah kemana .
Hatinya berusaha menahan arkey agar tidak jauh darinya tapi pikiran nya berusaha menjauh dari arkey agar dia tidak jatuh terlalu dalam karena arkey akan meninggalkan nya suatu saat nanti .
Ia tahu bahwa arkey disini hanya sebentar satu bulan . Apa cukup itu untuknya ?
Bagaimana jika dia jatuh terlalu dalam dengan arkey ?
Bagaimana jika suatu hari nanti arkey pergi dari pelukannya ?
Apakah dia akan melepaskan arkey dengan begitu mudah yang ada dia akan kesepian lagi lagi dan lagi .
Tak bisa dipungkiri bahwa kini dia mencintai arkey . Memang belum sedalam lautan tapi cintanya membuatnya tersiksa .
Dia selalu merindukan arkey , tidak ingin jauh darinya , selalu ingin didekat nya , selalu ingin melindungi nya dan lainya .
Di lain sisi dia juga harus sadar diri jika dia jelek dan lemah dia tidak pantas untuknya . Lemah dia memang lemah .
Pada dasarnya Robin bisa dalam segala bidang termasuk internet yang jarang terdapat pada desa ini . Bisa di bilang dia jenius memiliki IQ tinggi .
Tapi kelebihannya tertutupi oleh kekurangannya yaitu jelek .
Dia tidak pernah bisa percaya diri dengan kejelekannya .
Bahkan jika Robin yang memimpin desa kutukan atau pelangi ini desa ini akan maju dan akan banyak pengunjung .
Tapi sebagian besar penduduk tidak ingin bersosialisasi dengan nya cenderung menjauhi nya .
Tapi tidak dengan gadis yang dalam pelukannya ini .
Gadis pertama yang mampu membuatnya percaya diri , merasakan khawatir dan merasakan akan mencintai dan dicintai .
Tau arkey sakit seperti ini pun dia khawatir bukan kepalang tapi dia berusaha menutupinya dan bersikap biasa saja .
Karena terlalu banyak yang ia pikirkan dan tanpa sadar dia juga ikut tertidur dengan arkey dalam pelukannya .
****
__ADS_1
Cintaku padamu bagai lautan , yang luas tanpa batas dan setinggi langit , tidak akan pernah habis .