THE UGLY BOY

THE UGLY BOY
Chapter 11 : Pelukan Robin


__ADS_3

Pagi hari yang cerah , tidak seperti gadis yang masih bergulung di bawah selimut dengan nyaman .


Entahlah kenapa dia masih tidur padahal matahari sudah terlihat jelas masuk melalui celah jendela kamar nya .


Arkey yah gadis itu arkey gadis yang selalu bangun pagi dan rajin membersihkan rumah itu kini masih bergulung di bawah selimut tebalnya .


Yah karena udara pagi ini dingin lebih nyaman bila berselimut hangat apalagi di peluk sama doi uhhh langsung terbang .


' uh pelukan aku menginginkan pelukan hangat pagi ini ' batin arkey yang belum membuka matanya .


' kenapa dingin sekali apa aku sakit ?' batin arkey bertanya .


Tok tok tok


Sebuah ketukan pintu membuat arkey mau tak mau membuka matanya walau berat dan kepalanya sedikit pusing .


" Hmm siapa ?" Tanya arkey sambil memegang gagang pintu .


" Robin " jawab Robin .


Pas sekali tadi ia menginginkan pelukan dan pasnya lagi ada Robin walaupun muka jelek tapi badanya peluk able banget .


Arkey membuka pintu dengan mata sedikit tertutup dan membawa selimut yang ia bungkusan ke badanya .


" Masuk "


" Kamu nggak papa ? Apa kamu sakit ?" Tanya Robin khawatir .


" Entahlah aku merasa sedikit pusing saja " ujar arkey sambil berjalan menuju sofa ruang tamu .


" Dan Lo ngapain tumben kesini sendiri , biasanya juga di seret dulu baru mau kesini " sindir arkey sambil menyadarkan punggungnya ke sandaran sofa .


" Tadinya sih aku kesini mau ngajak kamu kesuatu tempat tapi nggak jadi kalau kamu pusing " ujar Robin duduk di sebelah arkey .


Tangannya terangkat untuk mengecek suhu badan arkey .


" Badan kamu panas " ujar Robin .


" Benarkah ?" Tanya arkey sambil menempelkan nya di dahinya .


" Sebaiknya kamu kembali kekamarmu " suruh Robin pada arkey .


Dengan cepat arkey bangun dari duduknya di bantu oleh Robin menuju ke kamarnya .


Saat Robin ingin beranjak dari duduknya arkey mencekal lengan Robin .


" Mau kemana ?" Tanya arkey .

__ADS_1


" Membuatkan mu bubur " ujar Robin .


" Memangnya bisa ?" Tanya arkey sedikit mengejek .


" Kamu kira aku tidak bisa , tenang aku tidak akan memberi kan mu bubur yang beracun  " ujar Robin kesal .


" Percaya , orang cantik di sayang


doi " canda arkey .


Robin tak menghiraukan ucapan arkey .


Dia berjalan menuju dapur arkey dan membuatkannya bubur untuk arkey .


Setelah selesai membuat bubur robin berjalan ke kamar arkey .


" Ini makan dan istirahat lah " ujar Robin sambil menyodorkan nampan yang berisi bubur dan obat .


" Ngak ada niatan buat nyiapin nih ?" Goda arkey yang sebenarnya memang mau disuapi oleh Robin .


Robin dalam hati senang , entah senang karena apa dia juga tidak tahu , yang ia tahu dia senang dengan ucapan arkey tadi .


Dengan berbakat memasang wajah kesal Robin menyuapi arkey dengan telaten .


Setelah bubur di lahap habis oleh arkey , arkey meminum obat yang juga sudah di siapkan oleh Robin .


" Mau kemana ?" Tanya arkey lirih .


Robin duduk lagi di pinggir ranjang arkey ." Mau pulang , ada yang kamu butuhkan ?" Tanya Robin lembut .


" Ada , memangnya kamu mau membantuku ?" Tanya arkey .


" Mau saja " ujar Robin .


Dengan cepat arkey menarik lengan Robin . Tubuh Robin yang limbung dan jatuh di atas tubuh arkey .


Wajah mereka hanya terpaut beberapa senti .Mata arkey yang tadinya terpejam pun kini terbuka . Saling memberikan tatapan yang mendalam .


" A__apa yang kamu lakukan ?" Tanya Robin terbata bata setelah beberapa menit dia terpaku dengan mata dan wajah indah milik arkey .


Robin ingin bangkit dari posisi yang sangat tidak menyenangkan jika dilihat orang tapi nyaman untuk dirinya .


Tapi lagi lagi arkey menahan pergerakan nya dia malah memeluk Robin .


" Robin aku kedinginan aku ingin pelukan " ujar arkey manja .


" Hah ?" Robin cengo sendiri mendengar penuturan arkey .

__ADS_1


Di dalam hatinya Robin bersorak senang tapi dia masih waras . Dia pria dan arkey wanita . Apa kata orang jika dia seperti ini ? . Tapi ......jika itu memang permintaan nya maka apa boleh buat .


Robin membenahi posisi tidurnya dan menarik selimut untuk menyelimuti mereka berdua .


Arkey yang tidak mendapat penolakan Robin langsung meringsek masuk dalam pelukan cowok itu walau pun mukanya jelek tapi aroma maskulin yang di miliki cowok itu membuatnya nyaman dan tenang .


Di dekat Robin bisa membuatnya tenang apa lagi jika pelukannya dia lebih dari tenang .


" Hangat " gumam arkey lirih tanpa membuka matanya .


Robin tersenyum hangat lalu senyum itu pudar karena pikiran nya melayang entah kemana .


Hatinya berusaha menahan arkey agar tidak jauh darinya tapi pikiran nya berusaha menjauh dari arkey agar dia tidak jatuh terlalu dalam karena arkey akan meninggalkan nya suatu saat nanti .


Ia tahu bahwa arkey disini hanya sebentar satu bulan . Apa cukup itu untuknya ?


Bagaimana jika dia jatuh terlalu dalam dengan arkey ?


Bagaimana jika suatu hari nanti arkey pergi dari pelukannya ?


Apakah dia akan melepaskan arkey dengan begitu mudah yang ada dia akan kesepian lagi lagi dan lagi .


Tak bisa dipungkiri bahwa kini dia mencintai arkey . Memang belum sedalam lautan tapi cintanya membuatnya tersiksa .


Dia selalu merindukan arkey , tidak ingin jauh darinya , selalu ingin didekat nya , selalu ingin melindungi nya dan lainya .


Di lain sisi dia juga harus sadar diri jika dia jelek dan lemah dia tidak pantas untuknya . Lemah dia memang lemah .


Pada dasarnya Robin bisa dalam segala bidang termasuk internet yang jarang terdapat pada desa ini . Bisa di bilang dia jenius memiliki IQ tinggi .


Tapi kelebihannya tertutupi oleh kekurangannya yaitu jelek .


Dia tidak pernah bisa percaya diri dengan kejelekannya .


Bahkan jika Robin yang memimpin desa kutukan atau pelangi ini desa ini akan maju dan akan banyak pengunjung .


Tapi sebagian besar penduduk tidak ingin bersosialisasi dengan nya cenderung menjauhi nya .


Tapi tidak dengan gadis yang dalam pelukannya ini .


Gadis pertama yang mampu membuatnya percaya diri ,  merasakan khawatir  dan merasakan akan mencintai dan dicintai .


Tau arkey sakit seperti ini pun dia khawatir bukan kepalang tapi dia berusaha menutupinya dan bersikap biasa saja .


Karena terlalu banyak yang ia pikirkan dan tanpa sadar dia juga ikut tertidur dengan arkey dalam pelukannya .


****

__ADS_1


Cintaku padamu bagai lautan , yang luas tanpa batas dan setinggi langit , tidak akan pernah habis .


__ADS_2