THE UGLY BOY

THE UGLY BOY
Chapter 12 : Permintaan


__ADS_3

Setelah tidur beberapa jam kini Arkey mulai membuka kelopak matanya yang indah .


Badanya menjadi lebih baik sekarang tidak seperti pagi tadi .


Tapi kenapa ada yang aneh ?


Arkey membalikan badannya . Wajah Robin terpampang di depan matanya .


Wajah tidur yang kalem jika wajah Robin kembali normal mungkin akan lebih mengemaskan lagi .


Wajahnya tenang ketika tidur . Entah kebiasaan dari mana dia menjadi ingin sekali melihat wajah pria di hadapannya ini setiap hari .


Apa dia sudah mencintai Robin ?


Sejak kapan ?


Pertanyaan itu muncul tiba tiba . Dia tidak ingin meninggalkan Robin sendiri disini dan tidak ingin kehilangannya .


Setiap hembusan nafas Robin menenangkan untuk arkey . pelukannya ini yang akan selalu dia rindukan jika dia jauh dari Robin .


Ekspresi wajah kesal Robin juga akan dia rindukan jika dia pergi dari sisinya .


Ia ingin waktu berhenti agar dia bisa bersama dengan Robin sepanjang hari , mendapat pelukan hangatnya , menikmati pemandangan indah bersamanya , arkey ingin hidup bersama Robin apapun yang terjadi .


Dia tak bisa jauh darinya sangat tidak bisa .


Tangan arkey bergerak menyapu rambut hitam legam milik Robin .


Halus sekali rambut ini . Ini kelebihan fisik seorang Robin prince ugly nya memiliki rambut halus . Arkey menyukai nya .


Arkey mengelus rambut Robin membuat Robin sekaligus pemilik rambut terganggu .


Kelopak mata Robin terbuka . Pertama kali saat dia membuka mata dia melihat wajah cantik arkey yang sedang tersenyum manis kearahnya .


" Kamu sudah bangun ?" Tanya Robin dengan suara serak khas orang bangun dari tidurnya .


" Heem " jawab arkey singkat tangannya tak berhenti mengelus rambut Robin .


" Bagaimana keadaan mu sekarang ?" Tanya Robin lagi sambil menikmati elusan tangan arkey pada rambutnya .


" Sudah agak mendingan tidak seperti tadi pagi " ujar arkey .


" Terimakasih sudah merawatku , aku merepotkan mu " lanjut arkey .


" Tidak apa apa " ujar Robin sambil ingin beranjak dari tidurnya .


Tapi apa daya saat arkey malah memeluknya erat .

__ADS_1


' Bukan mimpi kan ini ?' batin Robin .


' jika mimpi jangan bangunkan aku kumohon ' batin Robin lagi .


Arkey mendengar setiap kata yang keluar dari batin Robin . Senang ? Jelas dia merasa senang .


" Bukan mimpi , ini nyata " gumam arkey sambil menengelamkan wajahnya di dada bidang milik Robin .


" Hah ? Apa yang kamu katakan tadi ?" Tanya Robin dirinya tadi seperti mendengar sesuatu tapi sedikit tidak jelas .


" Tidak apa apa "


" Kenapa kamu menjadi manja seperti ini ?" Tanya Robin bingung .


" Hanya ingin saja "


" Dan aku suka " gumam Robin lirih yang jelas dapat di dengar oleh arkey dengan sangat jelas .


Buktinya saja arkey kini tersenyum di balik dada bidang milik Robin .


Robin sudah sangat nyaman dengan pelukan ini . Andai waktu bisa di hentikan .


Robin mendekap arkey erat seakan takut kehilangan .


" Hey , kenapa ??" Tanya arkey seakan tau isi pikiran Robin .


" Aku tau kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari ku bukan , apa ?" Desak arkey .


" don't go , please " mohon Robin sambil menatap mata arkey .


Seketika arkey membeku . Tatapan mata Robin mengisyaratkan jika ia tidak boleh pergi darinya .


Bimbang , ini yang sekarang ia rasakan .


Bagaimana ini apa yang harus ia lakukan ?


Tatapan mata Robin membuatnya sedih . Sebenarnya ia juga tidak ingin pergi dari sisinya .


Sulit juga baginya untuk tidak meninggalkan nya sangat malah .


Sekarang arkey harus apa ?


" Robin " panggil arkey sambil menangkup wajah Robin dan mengusap nya lembut .


" Aku juga harus pulang keluarga ku juga menunggu ku pulang , maaf " sakit rasanya saat dia harus mengatakan itu kepada Robin .


Air mata Robin jatuh tapi tidak terlalu deras .

__ADS_1


" Hehe lupakan perkataan ku tadi " ujar Robin berusaha tegar .


" Siapa aku melarangmu pergi ? Aku jelek dan aku sadar diri " senyum Robin membuat hatinya teriris , sakit rasanya .


" Rob___"


" Sudah lah aku pulang dulu , sudah mau malam , selamat malam " ucap Robin sambil beranjak dari tidurnya .


" Robin tunggu " ujar arkey mencegah Robin pergi .


Robin membalikan badannya dan dia di buat terkejut dengan arkey .


Arkey mengecup bibir robin dan menangis , apa yang terjadi ? ' pikir Robin .


Arkey melepas bibirnya dari bibir robin dan memeluk Robin erat .


" Kenapa ?" Tanya Robin khawatir .


Robin menangkup wajah arkey yang beruraian air mata dan mengusap dengan ibu jarinya lembut .


Robin menuntun arkey untuk duduk di pinggir ranjang lalu mendekapnya erat berusaha menenangkan nya .


" Robin " panggil arkey lirih .


" Ya ? "


" Jika suatu hari aku pulang ke rumah ku dan meninggal kan mu , kamu harus percaya jika aku akan kembali lagi " ujar arkey sambil menatap mata Robin dalam .


" ......." Robin tak bisa berkata kata .


Kata meninggalkan saja sudah membuatnya takut sangat takut akan kehilangan tapi apa daya . Dia siapa berani melarang nya . Tak ada hak untuknya.


" Robin " panggil arkey lirih lagi .


" Ya ?"


" Jangan membenciku " minta arkey .


" Aku tidak membenci mu , lebih tepatnya aku tidak bisa


membencimu " jelas Robin mengecup dahi arkey lembut .


Arkey mulai tenang dan memeluk erat tubuh Robin seakan tidak ingin pergi .


***


Kata pergi sangat sulit untuk di lakukan , akan lebih mudah jika kata tinggal .

__ADS_1


__ADS_2