
Setelah tidur beberapa jam kini Arkey mulai membuka kelopak matanya yang indah .
Badanya menjadi lebih baik sekarang tidak seperti pagi tadi .
Tapi kenapa ada yang aneh ?
Arkey membalikan badannya . Wajah Robin terpampang di depan matanya .
Wajah tidur yang kalem jika wajah Robin kembali normal mungkin akan lebih mengemaskan lagi .
Wajahnya tenang ketika tidur . Entah kebiasaan dari mana dia menjadi ingin sekali melihat wajah pria di hadapannya ini setiap hari .
Apa dia sudah mencintai Robin ?
Sejak kapan ?
Pertanyaan itu muncul tiba tiba . Dia tidak ingin meninggalkan Robin sendiri disini dan tidak ingin kehilangannya .
Setiap hembusan nafas Robin menenangkan untuk arkey . pelukannya ini yang akan selalu dia rindukan jika dia jauh dari Robin .
Ekspresi wajah kesal Robin juga akan dia rindukan jika dia pergi dari sisinya .
Ia ingin waktu berhenti agar dia bisa bersama dengan Robin sepanjang hari , mendapat pelukan hangatnya , menikmati pemandangan indah bersamanya , arkey ingin hidup bersama Robin apapun yang terjadi .
Dia tak bisa jauh darinya sangat tidak bisa .
Tangan arkey bergerak menyapu rambut hitam legam milik Robin .
Halus sekali rambut ini . Ini kelebihan fisik seorang Robin prince ugly nya memiliki rambut halus . Arkey menyukai nya .
Arkey mengelus rambut Robin membuat Robin sekaligus pemilik rambut terganggu .
Kelopak mata Robin terbuka . Pertama kali saat dia membuka mata dia melihat wajah cantik arkey yang sedang tersenyum manis kearahnya .
" Kamu sudah bangun ?" Tanya Robin dengan suara serak khas orang bangun dari tidurnya .
" Heem " jawab arkey singkat tangannya tak berhenti mengelus rambut Robin .
" Bagaimana keadaan mu sekarang ?" Tanya Robin lagi sambil menikmati elusan tangan arkey pada rambutnya .
" Sudah agak mendingan tidak seperti tadi pagi " ujar arkey .
" Terimakasih sudah merawatku , aku merepotkan mu " lanjut arkey .
" Tidak apa apa " ujar Robin sambil ingin beranjak dari tidurnya .
Tapi apa daya saat arkey malah memeluknya erat .
__ADS_1
' Bukan mimpi kan ini ?' batin Robin .
' jika mimpi jangan bangunkan aku kumohon ' batin Robin lagi .
Arkey mendengar setiap kata yang keluar dari batin Robin . Senang ? Jelas dia merasa senang .
" Bukan mimpi , ini nyata " gumam arkey sambil menengelamkan wajahnya di dada bidang milik Robin .
" Hah ? Apa yang kamu katakan tadi ?" Tanya Robin dirinya tadi seperti mendengar sesuatu tapi sedikit tidak jelas .
" Tidak apa apa "
" Kenapa kamu menjadi manja seperti ini ?" Tanya Robin bingung .
" Hanya ingin saja "
" Dan aku suka " gumam Robin lirih yang jelas dapat di dengar oleh arkey dengan sangat jelas .
Buktinya saja arkey kini tersenyum di balik dada bidang milik Robin .
Robin sudah sangat nyaman dengan pelukan ini . Andai waktu bisa di hentikan .
Robin mendekap arkey erat seakan takut kehilangan .
" Hey , kenapa ??" Tanya arkey seakan tau isi pikiran Robin .
" Aku tau kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari ku bukan , apa ?" Desak arkey .
" don't go , please " mohon Robin sambil menatap mata arkey .
Seketika arkey membeku . Tatapan mata Robin mengisyaratkan jika ia tidak boleh pergi darinya .
Bimbang , ini yang sekarang ia rasakan .
Bagaimana ini apa yang harus ia lakukan ?
Tatapan mata Robin membuatnya sedih . Sebenarnya ia juga tidak ingin pergi dari sisinya .
Sulit juga baginya untuk tidak meninggalkan nya sangat malah .
Sekarang arkey harus apa ?
" Robin " panggil arkey sambil menangkup wajah Robin dan mengusap nya lembut .
" Aku juga harus pulang keluarga ku juga menunggu ku pulang , maaf " sakit rasanya saat dia harus mengatakan itu kepada Robin .
Air mata Robin jatuh tapi tidak terlalu deras .
__ADS_1
" Hehe lupakan perkataan ku tadi " ujar Robin berusaha tegar .
" Siapa aku melarangmu pergi ? Aku jelek dan aku sadar diri " senyum Robin membuat hatinya teriris , sakit rasanya .
" Rob___"
" Sudah lah aku pulang dulu , sudah mau malam , selamat malam " ucap Robin sambil beranjak dari tidurnya .
" Robin tunggu " ujar arkey mencegah Robin pergi .
Robin membalikan badannya dan dia di buat terkejut dengan arkey .
Arkey mengecup bibir robin dan menangis , apa yang terjadi ? ' pikir Robin .
Arkey melepas bibirnya dari bibir robin dan memeluk Robin erat .
" Kenapa ?" Tanya Robin khawatir .
Robin menangkup wajah arkey yang beruraian air mata dan mengusap dengan ibu jarinya lembut .
Robin menuntun arkey untuk duduk di pinggir ranjang lalu mendekapnya erat berusaha menenangkan nya .
" Robin " panggil arkey lirih .
" Ya ? "
" Jika suatu hari aku pulang ke rumah ku dan meninggal kan mu , kamu harus percaya jika aku akan kembali lagi " ujar arkey sambil menatap mata Robin dalam .
" ......." Robin tak bisa berkata kata .
Kata meninggalkan saja sudah membuatnya takut sangat takut akan kehilangan tapi apa daya . Dia siapa berani melarang nya . Tak ada hak untuknya.
" Robin " panggil arkey lirih lagi .
" Ya ?"
" Jangan membenciku " minta arkey .
" Aku tidak membenci mu , lebih tepatnya aku tidak bisa
membencimu " jelas Robin mengecup dahi arkey lembut .
Arkey mulai tenang dan memeluk erat tubuh Robin seakan tidak ingin pergi .
***
Kata pergi sangat sulit untuk di lakukan , akan lebih mudah jika kata tinggal .
__ADS_1