
Setelah menjadi guide untuk arkey menjelajahi setiap inci rumah nya eh bukan rumah kata arkey rumahnya mirip kastil .
Huh lelah sekali apalagi menanggapi arkey si ceriwis yang ngomongnya tiada henti .
Yah mau bagaimana lagi nasib nya sudah seperti ini .
" Heh Robin " tuh kan baru saja mau duduk lesehan ini udah di panggil dengan suara yang bisa membuat gendang telinga pecah .
" Iya ada apa ?" Dengan penuh sabar aku meladeninya .
" Hehehe disini tempat apa ?" Dengan cengiran tanpa dosanya arkey bertanya padahal ruangan itu sudah ku kasih tau tadi .
Bahkan banyak yang sudah ku kasih tau tapi dia malah mengulangi nya lagi .
Membuatku kesal saja , baru kali ini ada yang membuatku kesal setengah mati .
" Itu ruang kerja " jawab Robin .
" Owh ruang kerja " arkey hanya mengangguk kan kepalanya dengan tidak berdosanya .
" Duduk lah kenapa Lo malah berdiri " ujar arkey tanpa dosa membuat Robin ingin mengurung nya ehhh maksudnya membuangnya ke rawa rawa .
" Iya ini duduk " sabar Robin , orang sabar disayang pacar ehh kan nggak punya pacar mending sayang calon istri aja kalau udah ada hehehe .
" Diem bae Lo bi____"
" Bisu " ketus Robin memotong pembicaraan arkey .
" Lo kenapa sih sensi amat sama gue heran gue salah gue dimana nya
coba " ujar arkey kesal .
" Lah yang buat aku sensi gini kan kamu " kesal Robin .
" Lah kok gue , salah gue dimana nya coba dari tadi gue diem bae kok " elak arkey .
Entah kenapa membuat Robin kesal dan marah menjadi kesenangan tersendiri bagi arkey .
Entah kenapa arkey rela melakukan hal bodoh hanya untuk melihat ekspresi kesal yang berada di wajah Robin saat ini entah itu wajah nya yang jelek atau tampan , I don't care .
" Terserah lah gapeduli " ujar Robin sambil membuang mukanya .
" Hehe ngausah marah gitu " ujar arkey .
Arkey melihat pada jam tangannya untuk melihat waktu . " udah jam satu nih makan siang yuk " ajak arkey .
" Dimana ?" Tanya Robin .
" Emm Lo punya dapur kan ?"
" Iya lah masak nggak punya " ketus Robin .
" Ck , jangan sensian cepet tua ntar , yaudah yuk gue yang masak " ujar arkey .
" Emang kamu bisa masak ?" Tanya Robin sedikit curiga .
" Bisa lah , gue ini calon istri idaman , mau daftar ?"
" Daftar apaan ?" Tanya Robin .
" Daftar jadi calon suami gue hahahaha " canda arkey .
" Ck lain kali aja "
" Yuk lah gue udah laper " ujar arkey sambil menarik Robin .
Sesampainya di dapur arkey dengan cekatan berperang dengan alat dapur .
Robin saja yang hanya penonton setia terkagum-kagum apa lagi yang masak bisa bangga diri nanti .
" Nih dah siap , cobain deh " suruh arkey sambil meletakkan piring berisi makanan di depan Robin dan memakan makanan nya sendiri .
" Enak nggak ?" Tanya arkey yang masih menanti .
__ADS_1
" Emm enak " cuek Robin tapi dalam hati dia sedang berbinar-binar senang .
Arkey yang dapat membaca pikiran Robin hanya tersenyum senang .
Entah lah berada didekat Robin rasanya sangat senang , nyaman dan ada sosok pelindung lain selain kakaknya .
Entahlah detak jantung nya jedak jeduk di saat saat tertentu bahkan saat bersama dengan Robin entah ada apa dengan dirinya arkey tak tahu yang ia tahu dia senang berada di dekatnya .
Arkey mulai memakan makanannya dengan lahap setelah selesai arkey menonton Robin yang sudah nambah tiga piring entah itu kelaparan atau emang dasarnya makanannya enak .
" Kenapa ?" Tanya Robin yang menyadari bahwa dirinya sedang di perhatikan .
" Nggak papa lanjutin aja , habisin sekalian " suruh arkey .
" Kamu nggak mau nambah ?" Tanya Robin .
" Nggak gue dah kenyang " ujar arkey .
Setelah Robin menyelesaikan makan siang nya , arkey mencuci piring dan peralatan yang kotor dengan cekatan .
" Gue pulang dulu ya " pamit arkey pada Robin dengan riang .
" Iya hati hati , mau aku antar ?"
" Emang gue mau Lo antar pake apaan ?" Canda arkey .
" Jalan kaki lah lebih sehat " ujar Robin bangga diri .
" Udah lah gue bisa pulang sendiri bye gue balik , besok gue datang lagi muach ..." Ujar arkey sambil kis jauh .
Robin yang melihat tingkah arkey hanya terkekeh geli .
Entah lah Robin kadang di buat kesal dengan arkey sekaligus merasa bahagia dan senang karena dia tidak kesepian lagi .
Di lain sisi Robin juga takut kebahagiaan nya akan pergi dan dia akan sendiri lagi lagi dan lagi .
Robin tidak ingin terlalu jauh jatuh pada arkey , jika dia sudah terlalu jauh maka dia juga yang akan terluka .
Oke sekarang Robin mulai membatasi diri agar tidak jatuh cinta pada arkey .
Bukankah Dia harusnya senang kenapa malah takut .
Sudahlah aku masuk saja .
***
Arkey masuk ke dalam rumahnya untuk mandi . Tak terasa sudah sore saja bentar lagi malam . Bisakah waktu di perlambat , aku ingin disini menemani Robin yang kesepian .
Kenapa aku malah tidak ingin pergi ?
Kenapa aku sangat berat untuk meninggalkan nya ?
Kenapa aku takut kehilangannya ?
Perasaan apa ini sebenarnya ?
Sudah lah aku tidak ingin memikirkan hal tidak penting .
Selesai mandi arkey ingat dengan perkataan nya tadi , dia sudah berjanji untuk memperlihatkan film kepada Robin .
Ahh sekarang aku akan mendownload banyak film untuk ku tonton .
Selama ini ponsel ku ku matikan agar tidak di lacak , apalagi aku masih betah disini .
Selesai mendownload film di laptop aku tidur , ahh aku tidak sabar menemui nya besok .
Keesokan harinya
Arkey bangun siang mungkin pukul tujuh .
Dengan cepat arkey membersihkan dirinya setelah itu dia memasak sarapan , mencuci baju terus membersihkan yang perlu dia bersihkan setelah selesai arkey bersiap pergi .
" Hey kamu mau kemana ?" Tanya yoselin mengagetkan arkey yang sedang bersiap .
__ADS_1
" Mau ketemu seseorang "
" Pria itukah ?"
" Siapa ?"
" Pria yang kamu temui kemarin ?"
" Yang mana gue banyak ketemu pria , bapak bapak "
" Yang di pantai "
" Owh itu , iya "
" Ck , kencan nihh hayo ngaku kamu " Goda yoselin.
" Nggak gue mau nonton film doang sama main " ujar arkey sambil berjalan keluar rumah.
Arkey berjalan sambil membawa tas punggung berisi laptopnya dan beberapa makanan ringan.
Sesampainya di depan rumah Robin arkey langsung masuk yang katanya rumah tapi mirip kastil itu.
" ROBIN " sampai pintu utama arkey sudah teriak teriak .
" ROBIN LO DIMANA ?"
" WOE ROBIN "
" ROB ....."
" BIN......" teriak arkey kayak Tarzan
" ROBIN LO DIMANA NJENG " teriak arkey sambil mengumpat.
" Hey aku disini dari tadi teriak teriak kayak di hutan aja , ini rumah orang ck Tarzan wanita ya gini " omel Robin kesal dari tadi dirinya disana tapi arkey malah teriak teriak padahal sudah liat dirinya .
" LO NGGAK KELIATAN ANJENGG " teriak arkey lagi sambil mengumpat dan menepuk bahu Robin keras.
" Astaga , kamu barbar banget sih " kesal Robin .
" Dah lah dari tadi ngomel melulu , yuk nonton " ajak arkey sambil membuka tas dan mengeluarkan laptopnya .
" Wuohh ini laptopkah ?" Takjub Robin .
" Iya "
Arkey menghidupkan laptopnya .
" Mau nonton apa ini ?" Tanya Robin .
" Ada Lo liat aja "
Arkey Mulai memutar film dan menonton nya dengan kusyuk . Sama halnya dengan Robin yang tampak antusias menontonnya .
Satu jam lebih beberapa menit sudah berlalu kini film itu sudah berakhir .
" Wohh Daebak " kagum Robin yang sedari tadi menontonnya dengan kyusuk .
" Bagaimana kisahnya sama dengan mu bukan tapi kisahmu masih lebih baik "
Robin menganggukan kepalanya .
" Apa judul film nya ?" Tanya Robin.
" Beauty and the best "
" Eh jalan jalan yuk bosen nih " ajak arkey Yang sudah duluan keluar rumah.
" Ck , belum juga jawab ya malah nyelonong keluar begitu saja " omel Robin lirih.
***
Kedekatan kita apakah kita akan bersama ?
__ADS_1