This Is Love

This Is Love
03


__ADS_3

"Permisi Pak,Klien nya sudah menunggu di ruang rapat Pak"Ucap ku kepada manusia bermuka datar di depanku


"Hmmm"Ucapnya dan pergi begitu saja meninggalkan ku,aku hanya diam mematung karna sikapnya


"Mau sampai kapan kamu beridiri disitu"Ucapnya yang tengah memperhatikan ku


"Eh..Maaf pak"Ucapku dan berjalan di belakangnya


30 menit kemudian,rapat pun telah usai.Semua badan ku rasanya pegal karna terlalu lama duduk,aku pun merenggangkan otot2 ku..Saat aku merenggangkan kedua tangan ku,tiba2 seseorang berteriak di belakang ku...


"Awww....kamu ini apa apaan sih"Katanya


"Maafkan saya pak,saya tidak sengaja..Maaf"Ucapku sambil membungkuk


Dania bodoh,kenapa juga kamu renggangin otot2mu di depan pintu manusia satu ini lagi....Ucapku dalam hati


"Kamu ini mau bunuh saya yah,kamu mau saya buta?Sengaja kamu colokin jari kamu itu ke mata saya?"Ucapnya dengan kesal


"Ya kan saya mana tau ada bapak di belakang,lagian bapak juga ngak ngomong kalau mau lewat"Ucapku tak berani menatapnya


"Oh kamu pintar ngejawab yah,gini cara kamu sama atasan kamu haa?Lagian ini ruangan saya,ngapain juga kamu di depan ruangan saya?"Ucapnya dengan nada yang semakin meninggi


"Maaf pak"Ucapku kembali,karna memang aku yang salah..


"Dasar perempuan tidak berguna,kalian selalu saja menyusahkan dan membuat hidupku tak tenang..Menjijikkan!"Ucapnya lalu meninggalkanku


Tes


Tes


Air mataku jatuh begitu saja mendengar perkataannya.Menjijikkan?Aku benar2 tidak tahan dengan perkataannya,bahkan mas Heru pun tidak pernah membentak ku apalagi berkata seperti itu


"Mas"Ucapku dan menangis di depan pintu laknat itu


Danu Pov


Dia menangis?Kenapa?Apa aku terlalu kasar?Arghhh untuk apa aku memikirkannya,memang wanita itu selalu membuat hidupku tak tenang..Mereka pembuat masalah,dan kenapa pula dia harus menangis di depan pintu ruang kerjaku..


Aku melihat dia kembali keruangannya dengan air mata yang terus menetes


"Manusia lemah,digertak seperti itu saja menangis.Cih"Ucapku pada perempuan yang kini tengah menuju ruangannya


Dania Pov


2 bulan kemudian


Semenjak kejadian itu,aku tidak pernah berdiri ataupun masuk lagi ke ruangan terkutuk itu jika tidak perlu,dan semenjak itu pula aku berusaha bersikap selalu baik dan tidak berbicara pada atasanku jika tidak ada yang penting


Kring kring kring


"Keruangan saya sekarang"Sambungan telpon pun terputus


Tok tok tok


"Masuk"


"Ada apa pak,apa ada sesuatu yang harus saya kerjakan?"Tanyaku setelah berada di ruangannya


Siapa lagi yang menelpon ku tadi kalau bukan manusia bermuka datar satu ini.

__ADS_1


"Emm...itu..itu"Jawabnya gugup


Aku hanya menatapnya dengan penuh tanda tanya,tetapi dia tidak mau angkat bicara dan malah menatapku...Aku pun mulai jengah dan berkata..


"Kalau tidak ada yang harus saya kerjakan,saya mohon undur diri pak"Ucap ku seraya membungkuk dan hendak meninggalkan ruangan tersebut


Akan tetapi langkah ku terhenti saat sebuah tangan menggenggam tangan ku dan menghentikan langkah ku,aku pun menoleh...


"Maaf"Ucapnya


Aku menatapnya bingung


"Maaf atas perlakuan dan kata2 ku beberapa bulan lalu"Ucapnya dengan mata sendu


Whatt????Siapa aku?Dimana aku?dan apa ini?Semua itu yang berada di pikiran ku sekarang.seseorang yang menyebalkan,angkuh,Sarkas,dan bermuka datar ini minta maaf?Padaku?


"Aku tau aku salah dan tak seharusnya perkataanku sekasar itu"Sambungnya membuyarkan lamunan ku,tapi itu tak berlangsung lama.Aku kembali melamun..


Aku??Dia berkata aku,bukan saya?Ohh tuhann ada apa ini,apakah dia berkata seperti itu dan bersikap baik karna akan memecatku?Segala fikiran negative memenuhi pikiran ku


Bagaimana nasib anak ku,bagaimana aku akan membiayai Arka?Harta ku memang masih banyak,tapi disaat semua itu habis karna aku tidak memiliki pekerjaan lagi aku harus bagaimana...?


Tak terasa karna terlalu memikirkan Arka membuat mata ku memerah


"Kamu menangis?Aku benar-benar minta maaf,aku tulus.Akuu....."Kata2nya terhenti karna aku memotongnya


"Saya minta maaf Pak,tolong jangan pecat saya.Saya mohon pak"Ucap ku sembari menangis dan menggenggam tangannya


"Ap..apa yang kau katakan?Memecatmu?"Katanya


"Iya!Bapak bersikap baik begini karna Bapak akan memecat saya kan?Saya minta maaf pak,saya minta maaf"Ucapku dengan lirih


"Aku tadi berkata meminta maaf padamu bukan ingin memecatmu,apa ada masalah dengan telinga mu itu?"Ucapnya lagi


"Maksud bapak?"Tanya ku


"Sudahlah lupakan saja,memang tidak ada gunanya bicara dengan mu...Lebih baik kamu pergi sekarang ke dokter,dan periksa telinga mu itu"Ucapnya dan kembali duduk di kursinya


Aku kembali terdiam,aku benar benar tidak mengerti dengan situasi ini...


"Hufttt"Helaan nafas terdengar dari depan ku,aku pun menatapnya..


"Saya minta maaf atas kejadian yang di depan ruangan saya waktu itu"Katanya lagi


"Maksud bapak soal mata bapak yang tidak sengaja saya colok?"Tanya ku ragu


"Hmm"jawab nya


"Ehh....itu..iya pak,maafkan saya juga saya benar2 tidak sengaja"Ucapku


"Tidak apa2,jadi mulai sekarang jangan menghindar dari saya.Karna saya jadi susah untuk memanggil mu mengerjakan tugas2 ini"Ucapnya lagi


"Baik pak,sekali lagi saya mohon maaf dan saya permisi dulu"Kataku dan berlalu pergi setelah mendapat anggukan darinya


••••••


Hari ini aku pulang terlambat karna banyaknya tugas yang harus aku selesaikan,aku pun tidak membawa mobil karna tadi pagi Selin menjemputku dan sekarang aku di tinggal pulang....


Aku menunggu kendaraan umum yang lewat,tapi sudah 1 jam lebih tidak ada kendaraan yang lewat...Tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti

__ADS_1


"Mau numpang?"Tanya nya


"Terimakasih pak,saya nunggu Taxi aja"Jawabku


"Ini sudah jam berapa?Mana ada Taxi yang akan lewat"Kata nya padaku


"Tidak apa2 pak,siapa tau nanti masih ada"Kekeh ku tak mau kalah


"Terserah kau saja,daerah ini rawan penjahat dan begal...Kau hati2 saja"Dia menakut nakuti ku


"Ehh pak kalau gitu saya numpang"Ucapku setelah menimbang lama


"Hmmm"Balasnya


Selama di perjalanan tidak ada percakapan sama sekali,aku yang terus melihat keluar mobil dan pak Danu yang fokus menyetir..


"Dimana rumah mu?"Tanya nya memecahkan keheningan


"di jln.Mawar no.3 pak"Kata ku


"Hmmm"Balas nya


Ngak ada kata lain apa selain Hmm nya itu,benar2 menyebalkan...Ucapku dalam hati


"Disini?"Tanya nya setelah sampai di depan rumah ku


"Iya Pak terima ka...."Ucapan ku terhenti saat mendengar suara yang sangat aku rindukan seharian ini


"Mommy"Panggilnya sambil berlari ke arah ku


"Sayang!Jangan lari nanti jatuh"Kata ku sambil berlari ke arahnya dan menggendong nya


"Arka rindu Mommy"Ucapnya membuatku tersenyum


"Mommy juga sangat merindukan mu sayang,maaf mommy pulang terlambat"Aku memeluk dan memeluk putra kesayangan ku


"Khemm"Suara itu membuyarkan suasana bahagia ku dengan Arka


"Ehh Maaf Pak,saya lupa bapak masih ada disini"Ucapku sambil menuju ke arahnya dengan Arka yang berada dalam gendongan ku


"Sayang!Say hello pada Om"Ucap ku pada Arka


"Hello Om"Ucapnya sambil menatap Pak Danu


"Hy ganteng,berapa umur mu?"Katanya ramah sambil tersenyum kepada Arka


Aku yang baru pertama kali melihat senyumnya begitu terpukau


"3 tahun Om,ya kan Mommy?"Pertanyaan arka membuyarkan keterpukauan ku


"Emm.iya sayang"Kata ku


"Anak mu?"Tanya pak danu pada ku


"Iya Pak,lebih baik kita ngobrol di dalam saja Pak..Tidak enak hanya berdiri di depan begini"Kata ku.pasalnya saat ini kami masih setia berdiri di depan rumah mewah ku


"Hmm baiklah"


•••••••

__ADS_1


__ADS_2